Uncategorized



Oleh Kwek Li Na

Pada langit malamku
Kau gantung bintangbintang
Saat sinarnya tampak terang berderang
Kau rampas cahayanya
Segala anganku tenggelam dalam kegelapan yang kelam

Malamku…
Saat semua orang menghiasimu dengan kemenangan
Di tanganku sayapmu patah tak karuan
Kau pun mati dalam kekecewaan

(lebih…)


Oleh kwek Li Na

Cintaku
Terselip di kantong bajumu
Tat kala mata kita, tak segaja beradu
Saat api cinta membakar jiwa
Tradisi, membelenggunya

Di antara gulungan ombak
Rinduku terhempas dan retak
Saat tubuh dan janinku, kau nilai seperak

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Cabikan kasih di masalalu
Hati terbelenggu sudah
Berdamai pada asa dan rindu
Perihnya rupa sembilu
dan jantungku.. terlah tertusuk

Aku berperang dengan rasa
Amarah menyambar dada
Hati bergulat dengan peluh
Aku hampir luruh dalam gemuruh

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Mata adalah pintu hati
Dari celahnya, ku tatap
Saat sedih terlihat di kornea
Matapunmu pun mencucurkan airnya
Saat bahagia menyapa
Simpul senyummu pun terikat di sana

Dimatamu
kulihat kesaksian kelam
Dimatamu
Memuat segala isi alam
Dimatamu
Aku bisa berenang bagai dalam kolam

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Pesta dansa di remang-remang dunia maya. Kelap-kelip lampunya, mengusik hatiku tuk’ bergabung di sana.

Gelap dan malam. Langkahku sedikit tersandung. Namun, kukuatkan kaki tuk’ terus melangkah ke dalam gedung.

Senyum menggoda kau tebar. Di balik wajahmu yang menawan. Hatiku jadi deg- degan! Ada apa geranggan?

(lebih…)


Di dermaga
Kita berjanji, tuk’ berjumpa
Lepas rindu yang tengah mendera
Larut dalam dekapan hangat, penuh cinta
Seraya menatap indahnya senja

Rayuanmu
Mulai menyentuh sukmaku
Aku bagai rembulan
Dengan kemilau yang malu-malu
Ingin sembunyi, dalam gumpalan awan

(lebih…)


Dusta
Tiupkan kelakar dan tawa
Antara kita.
Hadirkan sesal
Yang merayap di jiwa

Andai bisa :
Racamlah tubuhku!
Tuk’ runtuhkan emosimu
Cambuklah ragaku!
Tuk’ balut luka hatimu
Tusukan belatimu, ke jantungku
Hingga kutahu arti perih yang kau rasa

(lebih…)

Laman Berikutnya »