Rileks



Oleh Kwek Li Na

Mata adalah pintu hati
Dari celahnya, ku tatap
Saat sedih terlihat di kornea
Matapunmu pun mencucurkan airnya
Saat bahagia menyapa
Simpul senyummu pun terikat di sana

Dimatamu
kulihat kesaksian kelam
Dimatamu
Memuat segala isi alam
Dimatamu
Aku bisa berenang bagai dalam kolam

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Pesta dansa di remang-remang dunia maya. Kelap-kelip lampunya, mengusik hatiku tuk’ bergabung di sana.

Gelap dan malam. Langkahku sedikit tersandung. Namun, kukuatkan kaki tuk’ terus melangkah ke dalam gedung.

Senyum menggoda kau tebar. Di balik wajahmu yang menawan. Hatiku jadi deg- degan! Ada apa geranggan?

(lebih…)

Pic kuambil dr internet indonesia

Aku binggung sendiri…
Memikirkan negeri ini
Namun aku juga tak punya jalan,
Apalagi punya cara untuk membantunya

Kalau semua ketua salah di mata rakyat
Kalau semua rakyat pesimis dengan mereka
Apa jadinya negeri ini?
Siapa yang brani memipin indonesia di kemudian hari?

Melihat gampang!
Mencibir mudah!
Berjanji apalagi!
“BERBUAT”, yang terbaik untuk negeri, itulah yang sulit!

(lebih…)

Postingan ini kuambil dari kosmo.vivanews.com

Semoga bisa di pertimbangkan, dibanting-banting eh salah dibanding-banding oleh pria-pria ataupun diintip-intip oleh wanita-wanita…

“O…begini toh pria dambaan wanita Masa kini.”

(lebih…)


Saat duri menusuk kulit ariku
Aduh, sakit sekali!
Saat kau menyakitiku
Perihnya melukai hati

Aku harus tegak berdiri
Tak mesti larut dalam pedih ini
Melangkah meniti hari-hari,
Berpacu dengan lajunya sang waktu
Kubiarkan duri itu menjadi masa lalu
Kuambil hikmah, kujadikan guru yang mengajarkan sebuah pengalaman baru

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na (Cerpen 100 kata)

Kata Cinta kau bisik mesra di telingaku. Gemanya menembus ruang jiwa. Kan kujaga cinta ini untuk selamanya.

Enam tahun kau temani hari-hariku. Memberiku inspirasi, bahagia dan gelisah. Sehingga aku bisa membedakan rasa, … antara manis dan pahit.

Kau genggam jemariku hangat, tuk’ berikan kekuatan hadapi semua kejadian.

(lebih…)


Punggawa negeri
Lagi sibuk urusan pribadi
Mohon sana mohon sini
Supaya dapat suara di pesta demokrasi

Obral janji setinggi langit
Padahal di depan mata rakyat sudah menjerit
Minta di kasihani sedikit
Punggawa negeri ke jepit
Antara suara demokrasi dan suara hati

(lebih…)

Laman Berikutnya »