Motivasi


Sebagai orang yang menikah ke Taiwan, banyak cela yang kuterima. Julukan dan juga cibiran yang bermacam-macam.

Pengatin pesanan. Salah satu sebutan yang menurut orang-orang lebih sopan. Namun tetap seperti silet yang mengiris kulitku.

Tapi tak mengapa?

ketika aku memilih untuk menikah denga lelaki asing, aku yakin Tuhan juga yang menuntunku. Adalah sebuah garis kehidupan yang lewat keadaan dan waktu yang mengantarku sampai di sini.

Bisakah kuelak?

Ternyata memang tidak.

(lebih…)

Oleh Kwek Li Na

Setiap menulis aku hanya berpikir, aku seperti seorang petualang yang siap menjelajahi hutan abjad dan sigap menghadapi segala tantangan dalam perjalanan.

Selalu melangkah maju, bersama cahaya alam hati sebagai penuntun kelana imajinasi.

(lebih…)


Cinta
Bukan hanya rasa
Yang hadir menyapa
Dia mampu mengisi hatimu dengan bahagia
Atau bahkan meninggalkan luka

Cinta
Mesti kau tunjukan, biar dia tahu apa yau kau rasa
Keluarkan kekuatannya
Teriakanlah! sampai tembus telinga jiwanya
Biar dia mengerti gejolak di hati
dan dia tahu apa yang jiwamu butuhkan

(lebih…)


Saat laki-lakimu
Memilih pergi
Bersama wanita lain
Iklaskan dan antar dengan senyuman
Percaya diterminal berikutnya akan menawarkanmu yang lebih nyaman

Saat dunia
Menertawamu
Tegarlah
Karena itu hanya permukaan
Kebahagian untukmu lagi dirancangNya

(lebih…)

Pic kuambil dari internet


Mulailah menulis. Melatih dan terus melatih diri. Ibarat batu, jika diasah terus lama-lama akan runcing juga.

Namanya juga pemula, kritik akan datang. Jika pedas dan asin, anggap saja penambah selera. Jika manis dan sejuk, itu batu loncatan buat kita untuk terus menulisdan menghasilkan karya-karya selanjutnya.

Namun di sinilah mental penulis pemula diuji. Kritikan selalu membuat mereka sulit bertahan. Knapa tak terus berjuang, untuk membuktikan pada mereka suatu hari aku juga bisa.

(lebih…)

Pic kuambil dr internet indonesia

Aku binggung sendiri…
Memikirkan negeri ini
Namun aku juga tak punya jalan,
Apalagi punya cara untuk membantunya

Kalau semua ketua salah di mata rakyat
Kalau semua rakyat pesimis dengan mereka
Apa jadinya negeri ini?
Siapa yang brani memipin indonesia di kemudian hari?

Melihat gampang!
Mencibir mudah!
Berjanji apalagi!
“BERBUAT”, yang terbaik untuk negeri, itulah yang sulit!

(lebih…)

pic kuambil dari email yang dikirim seorang sahabat


Aku tertatih…
Untuk memulai langkah
Satu persatu..langkah kuayunkan
Satu persatu…salah tak mampu kuelakan
Cela dan hinaan tak luput disana
Sehingga membuatku ragu untuk terus mengayunkan langkah selanjutnya, …mundur atau malah berhenti begitu saja

(lebih…)