Kisah2-ku


Salah satu makna persahabatan di dunia maya (Facebook), saling berbagi dan menolong :

Saya tahu di perut saya ada kista, saat saya check up kehamilan anak ke dua, sekitar 5 tahun lalu. Namun ia menghilang saat janin membesar. Setelah melahirkan kista kembali tumbuh. Ternyata kisa bisa mengecil, bisa juga membesar lagi.

Namun tanggal 2 April 2011 kistaku sudah lebih cepat pertumbuhannya. 4.5 cm. setelah cek darah, agak hilang tegangku karena zat di dalam kistaku tak berbahaya. Dokter cuma bilang jika pecah akan sangat sakit. kistaku menempel di dinding rahim. aku jarang merasakan sakit sampai akhirnya aku sering merasa capek dan mens pada bulan Maret tidak teratur. satu bulan saya datang bulan 2 kali dengan jumlah darah dan hari yang lebih banyak dari biasa. Dokter tak memberikanku obat namun memintaku datang lagi bulan depan. jika membesar dokter menganjurkanku untuk operasi.

aku konsultasi dengan beberapa teman, bahkan pernah aku jadikan status facebook, berharap dapat info. kata teman-teman seperti Reti…ngak apa-apa dia juga ada, asal kita mau pantang makanan goreng-gorengan. Ada juga teman yang bilang kurangin makan seafood dan sebagainya. Banyak inbok-inbok masuk. Ada yang menyarankanku mengunakan kunyit putih, ada juga yang bilang coba pakai obat herbal. teman yang lain menganjurkanku mengunakan E-Pro. ia menyebut E-Pro…namun saya tidak tahu apa itu. Maka cobalah aku cari info di Goole…aku temukan web ini http://brilianet.co.id/produk.asp dan membaca keterangan di sana.

Tanggal 16 April, dua botol e-pro dari Indonesia tiba di Taiwan. Beserta kunyit putih yang sekalian aku minta tolong cariin karena aku berdomisili di Taiwan dan tak bisa menemukan kunyit putih dan E-pro di sini. namun temanku menganjurkanku untuk mencoba salah satu dulu supaya tahu mana yang berkhasiat. Maka aku coba E-pro dulu karena aku tahu dari temanku Yoest, setahunya kalau kunyit putih lebih lambat penyembuhannya apalagi jika sudah cukup besar kistanya. Cara penggunaan E-Pro : 3-5 tetes dicampur dengan 100 ml air. Namun karena kistaku agak besar maka aku dianjurkan untuk mengunakan 10 tetes+ 100 ml air. sehari minum 3 kali. Aromanya memang ngak enak. awalnya saya hampir muntah. Namun saya kemudian selalu tutup hidung untuk bisa meminumnya. E-pro terbuat dari 96% tumbuh-tumbuhan buah2an tropis, vco dan madu. manfaat utamanya adalah sebagai antibiotik alami dan memaksimalkan fungsi pencernaan. Namun menurut temanku juga bisa diminum orang yang sehat. jadi E-pro bukan hanya untuk orang yang ada kista. Aku yang suka penasaran, saat ada jerawat tumbuh di mukaku…kucoba poles E-Pro. Ternyata besok paginya mengecil. jadi kesimpulanku, E-pro memang berfungsi mengobati radang dan menyembuhkan infeksi. aku minum teratur. sampai tanggal 13 mei saya kembali check up. wah…ngak percaya…saat dokter bilang, “hao siau sit” (kabar gembira)… Dio, me you lek (kista sudah ngak ada) bahasa mandarinnya dengan logat cina kental(dokter kandunganku berasal dari negeri cina). mandarin Taiwan dan mandari Cina ada sedikit perbedaan dialeknya. dia pun menunjukkan-hasil check up yang ada di layar komputer.” kista sudah tidak ada.” ulangnya. “ini ada sedikit bercak-bercak, tapi bukan kista. namun karena kamu barus habis haid dan belum terlalu bersih.

ini ada tanda x dan garis putus-putus…di situ sebelumnya kistaku.

Kistaku benar-benar hilang. Dan temanku bilang tetap meminumnya. karena saya baru minum satu botol. Ini adalah satu keindahan di dunia maya. saling berbagi info, saling menolong. Makasih Ko freddy E-pronya. makasih Yoest buat info kunyit putihnya. Makasih mas Erry yang memintaku singgah jika aku pulang dan kistaku belum baik. Semua kebaikan kalian akan selalu kuingat.

*catatan ini kubuat karena ada banyak orang menginbokku di Facebook. semoga bermanfaat dan semua senantiasa sehat.


Oleh Kwek Li Na

Kau sebuah bayang
Melintas di alam angan
Menghiasi mimpi malam
Mengusik hatiku dengan nada rindu

Dalam tiada, kau serasa ada
Dan sebaliknya saat kurasa kau ada, kau tak ada
Jauh namun terasa dekat
Pun sebaliknya, dekat terasa jauh

(lebih…)

Pict dari koment di tagged

* Sepenggal Warna Lain, Diktat Kehidupanku*

Oleh KWEK LI NA

Senja menyambut musim gugur, udara terasa sejuk. Jauh berbeda dari beberapa hari yang lalu dengan suhu 39 derajat, yang seakan-akan mampu membuat otak mendidih.

Aku duduk di serambi, ditemanin laptop kesayanganku. Sambil menikmati rintik ritmis hujan seraya minum teh ginseng untuk menghangat tubuh. Kupandang sebatang pohon buah kelengkeng yang terletak pas di depan aku duduk saat ini.

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Suatu malam di musim panas
Sepi merayap ke hati
Keringat bercucuran semakin deras
Aku merasa sendiri
Berteman gerah yang datang
Semua terasa hampa dan kosong

(lebih…)


Demi kehadiranku, kau mesti menderita yang tiada tara, berteriak, diiringi peluh, bertaruh nyawa.

Rasa sakit, terlupa semua, saat tanggis pertamaku kau dengar. Kau peluk dan beri aku kehangatan. kau dekap aku ke dadamu biar aku tahu rasa, hangat. Kau ajari untuk mengecup puting susumu yang belum berair, biar aku tahu, mulut untuk makan. Kau bisikan lembut di telingaku, “Anakku, inilah, yang di sebut dunia.” Karena kau kwatir dan berharap aku tak terkejut, bahwa yang tawarkan dunia padaku tak selamanya manis.

Kau ajari aku segala hal. Walaupun aku selalu nakal. Membuatmu jengkel. Namun rasa marahmu akan hilang bertukar senyuman, saat kau denggar kupanggil kamu, “Ibu!”

(lebih…)

Wajah munggil nan tegar
Bermata binar, meskipun berteman selang yang melingkar
Berlomba, disesaknya dunia
Berusaha sembunyikan tanggismu
Coba tersenyum, tuk’ mengusir gusar, sang bunda

Berpacu dengan sang waktu
Kepak sayap mulai kau kibaskan
Walau umurmu, baru seperti kucup bunga
Namun kau tak akan pernah menyerah untuk lewati kabut yang menyapa
Karena kau yakin, esok hari mentari akan tetap bersinar

(lebih…)


pic kuambil dari koment di tagged

Bertambah lagi usiaku…

Tak ada yang berubah dari tahun lalu…di temani suami tercinta, anak-anak yang selalu memberiku nuansa dan warna, sahabat dunia maya yang selalu menawarkan kehangatan, kulewati hari spesial ini dengan bahagia.

Pengalaman yang kudapat memang belum sebanyak garam di lautan, sahabat yang kumiliki belum sebanyak pasir di tepi pantai, kebijaksanaan yang kumiliki baru seperti kucup bunga yang mulai tumbuh.

Belum banyak hal yang berguna yang telah kuperbuat buat Tuhan, dunia, manusia dan alam.

(lebih…)

Laman Berikutnya »