GORESAN



PEREMPUAN BERAROMA SENJA

Saat mentari hampir terbenam, ia selalu datang ke pantai itu bercumbu dengan kenangan. Ia, perempuan beraroma senja dengan wangi laut. Perempuan dengan rambut terurai panjang diterpa angin musim. Bibir merah merekah selalu tersenyum sendu. Mata sayunya tajam menembus kejauhan. Tubuh langsing berkulit halus berbalutkan gaun pantai berwarna merah, semerah semburat mentari jingga. “Apakah kau menanti seseorang?“ Pernah aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Aku menanti ombak kembali padaku.“jawabnya waktu itu.

Bagaimana mungkin kau menanti ombak? “Bukankah ada ombak dihadapanmu?“

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Kau mengenggam jemariku
Mengajaku ke padang
Sust! telunjukmu kau tempelkan ke bibirku.

Kita mendengar, dua ekor burung pipit di dahan berbicara, ” Batang padi, telah menguning, sebentar lagi layu dan membusuk.”

Kita berpandangan. Saling mengangkat bahu, tak tahu apa maknanya.

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Perempuan sederhana berkalung ketulusan. Akankah menjadi bunga, menjadi cahaya atau bahkan belukar?

Semua peranmu tetap memiliki makna bagi semesta.

Dunia hanya tak ingin, kau menganggap dirimu seperti sendok. Mesti mencebur ke air hangat dan dingin tergantung dari orang yang memegang sedok itu.

Bebas…namun ingat tugas.

Terikat…namun kamu tidak diikat.

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Menyendiri…
Anganku melayang ke awan
Kupungut aksara
Muntahan, sumpah serapah manusia ke langit

Aksara patah-patah
Retak dan rapuh
Berselimut airmata dan darah
Berserakan, penuhi muka langit yang sendu lara

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Sebuah kelapa rahasia
Tergeletak di tanah jiwa
Hadirkan rasa salah
Dan buaian angin pantai, undang resah

Kelapa kejujuran
Kubelah sudah
Dagingnya kuparut
Perasan kelapa, butiran putih kental
Namun kenapa rasanya perih dan aromanya kecut ?

(lebih…)


Oleh Kwek Li Na

Kau sebuah bayang
Melintas di alam angan
Menghiasi mimpi malam
Mengusik hatiku dengan nada rindu

Dalam tiada, kau serasa ada
Dan sebaliknya saat kurasa kau ada, kau tak ada
Jauh namun terasa dekat
Pun sebaliknya, dekat terasa jauh

(lebih…)


~ Setahun mengenal dunia maya dan menulis ~

Tak terasa…waktu berjalan begitu cepat. Setahun sudah rumah mayaku berdiri. Setahun sudah aku mengenal dunia maya. Setahun sudah aku mulai memunggut kata-kata, lalu kurangkai menjadi puisi, cerita atau goresan biasa.

Aku belajar dari nol…dengan keterbatasan kosakata. Namun berkat dukungan semua sahabat, aku selalu semangat untuk menulis … menulis dan menulis.

(lebih…)

Laman Berikutnya »