KEHADIRAN

cuaca tak menentu
namun kehadiranmu
senantiasa menguatkanku

tak peduli siang, tak peduli malam
ada banyak kisah, dengan hati dan rasa yang kita rangkai dan rekam
semoga selamanya tak lagi kukenal cerita sedih yang hitam

Baojhong, 26 01 2011

PINTU AKHIR

aku masih berdiri di sini
mencari
dan menyusun bekal untuk nanti
samar kutahu
jauh di ujung sana, ada Kau menungguku

mengayuh waktu
memahat jejak diri
disetiap langkahku
hingga kelak sampai masuk ke pintu akhir
:berharap dekapMulah yang kutuju

Baojhong, 21 Januari 2011

KITA

/1/ BERUMAH DI HATIMU

aku tak ingin hatimu yang megah
karena terasa pongah
berkesan tak ramah.
aku ingin berumah di hatimu yang sederhana
hangat dan membuatku nyaman di dalamnya.

di sana ada damai dan bahagia sehingga aku dengan leluasa
bisa menulis puisi semauku
bisa bermanja seperti inginku
bahkan bisa menjadi apa saja
hingga segala rasa dan kangen beriak tak reda

/2/ KEAKRABAN KITA

sekali waktu di suatu siang
smsku tak sampai
entah transit atau malah di tahan di bandara kata mana
entahlah…
aku tak tahu

karena sudah terkirim sejam yang lalu
dari ponselku menuju satu arah; nomermu
dan aku pun diam
kukira kau sibuk, karena smsku tak kau balas-balas
hingga senja menjemputku

sebuah smsmu darimu masuk
“Kok tumben ngak kangen ya?”
kadang-kadang koneksi bikin kita salah prasangka
apalagi penilaian orang-orang bisa lebih gila
sms-sms kita sungguh bukan hal-hal luar biasa
tapi dikira kita entah ada hubungan apa

kubaca lagi sms-sms kita
“met pagi, hari yang mudah dan indah. sehat dan bahagia senantiasa”
“makan siang sudah lewat waktunya!”
“nulis apa hari ini?”
“jangan facebookan malam-malam, tak baik buat kesehatan!”
tapi kupikir, kita juga tak perlu repot menjelaskan keakraban kita
karena langit dan bumi pun merestui pertemuan kita
untuk saling mengirim perhatian dan menyulam kebahagian

/3/ MERDEKA

bersahabat denganmu
aku merdeka
begitu juga kau terhadapku
tanpa undang-undang
tanpa ada rambu-rambu dan palang
kau bisa menjadi langit yang kusanjung
menjadi lautan tempat rasaku berenang
atau bahkan menjadi kertas
tempat puisi-puisiku menetas
selama kita merasa sama-sama bahagia
maka kita sama-sama menghias dunia kita
yang dibangun dengan hati dan rasa

Bajhong, 19 Januari 2011

***

WARNA WARNI HIDUP

/1/ PILIHAN

jalan terus!

jika bagimu langkahmu sudah tepat

/2/ CINTA

Cinta hanya dimengerti

oleh mereka yang menjalaninya

/3/ HIDUP

Hidup itu singkat

isi dengan karya dan kebaikan yang padat

/4/ BECERMIN

jangan becermin dari pendapatku

tapi becermin dengan hatimu

hanya dia yang paling memahamimu

/6/ PERJUANGAN

hidup itu berat

angkuh dan enggan bersahabat

kecuali kau punya cara menaklukkannya dengan tepat

Baojhong, 12 Januari 2011

*setiap puisi berdiri sendiri

*****

BULIR AIRMATA

jika kita (rakyat) memberi kekuasaan

di tangan manusia berhati tamak

yang tumbuh jiwa-jiwa kelaparan

keringat penderitaan

menyuburkan bulir airmata di tangkai kehidupan

:kepada siapa hendak kita (rakyat) minta pertanggungjawaban?

Baojhong, 14 Januari 2011

*****

BAHASA CINTA

/1/ KANGEN

di luar cuaca dingin

aku, kesunyian, dan udara menyatu dalam kebisuan

musim dengan caranya berbincang

dan di hati kita kangen berdendang

gemanya membelah angan dan menembus kenyataan

/2/ BAHASA BIBIR

kau sentuh wajahku dengan lembut

bikin detak jantungku kian kalut

lalu kau angkat perlahan daguku

dengan bahasa bibir

kita urai cinta hingga rasa tergelincir

/3/ SAYANG

cayank;

kangenku padamu tak pernah hilang

apalagi berkurang

meski barusan kita berbincang panjang

Baojhong, 15 Januari 2011

*****

GADO-GADO RASA

/1/ PACAR

cemburumu

jangan kau muncratkan ke mukaku

pacarmu, aku tak doyan tuh!

ikat ia dengan tali kapal

beres toh!

/2/ LELAKI KESEPIAN

di sepimu

jangan kau memanggil-manggil namaku!

katamu, “Kau rindu padaku.”

“Maaf! aku bukan kekasihmu.”

/3/ BERBIBIR MADU

entah kenapa

aku pingin menyunat bibirmu

supaya tak banyak kalimat manis

yang keluar dari sana

mengobok-obok banyak rasa

sadarlah!

jika tidak, kelak kau bisa mati tertelan kalimatmu sendiri

/5/ CINTA BIKIN EDAN

Jika sedang-sedang bikin awet muda

Jika berlebihan bisa gila

Kau dan aku, kenapa malah memilih yang ke dua?

/6/ DISKUSI HATI

Jangan mengajakku diskusi!

untuk bertukar hati

sejak masih di dalam perut ibuku

telah tersurat

kelak terlahir ke bumi

hatiku hanya untuk satu hati

/7/ KEKASIHKU

suhu di kotaku minus dua derajat

aksara-aksara romantis tak terekat

oleh beku yang merambat

tiba-tiba kangenku kumat

ingin bersamamu melumat malam hingga tamat

Baojhong, 11 Januari 2011

*setiap puis berdiri sendiri

*****

FACEBOOK, AKU DAN KAU

/1/ FACEBOOK

celingak-celinguk

lihat status facebook

rindu keluar masuk

kutunggu kau di ruang inbok

/2/ INBOK

sengaja kita pilih sebuah ruang

setiap hari saling berbagi kisah panjang

tak ingin diketahui orang

bukan rahasia penting , tapi kegilaan yang bikin hati girang

/3/ STATUS

kalimat-kalimat terangkai

doa dan sapa berjuntai

terminal status

tempat ruh persahabatan bersaut tulus

/4/ CATATAN

kubuka lembaran catatan

tentangmu yang paling banyak kujadikan tulisan

kerinduan untukmu yang tak pernah habis

persahabatan kita yang begitu manis

/5/ OBROLAN

maaf aku jarang online obrolan!

hanya sekali-kali kubuka

karena tak banyak waktu

menjawab setiap sapaan

/6/ MENULIS RINDU

aku menulis rindu

sehingga setiap kali kau buka facebookmu

kau teringat padaku
meski kesibukkan sering menjeratmu

Baojhong, 7 Januari 2010

*****

KAU

Kau lelaki;
berhati hujan
menguyurku dengan ribuan perhatian
penyubur perasaan dan membajiri jiwa dengan kebahagian

kau lelaki;
bermata senja
dengan cahaya ribuan sorot damai bersahaja dan misteri
yang tak tertebak logika, menyihir rasa

kau lelaki;
pengayuh waktu
penganyam mimpi
yang sanggup meluluhkan keangkuhan hatiku

kau lelaki;
bersamudera pelangi
tempat cinta dan rindu ini
beriak tak henti

Baojhong, 6 Januari 2011

*****

CINTAMU DI HIDUPKU

hujan tumpah membingungkan perasaan

angin dan musim dengan caranya menempa jiwa

cukup sudah

minum pengalaman dari cangkir masalalu

cukup sudah

kegetiran menjadi menu yang tak lagi mampu kutelan

hingga kau datang meniup cintamu di hidupku

menumbuhkan keyakinan baru

dunia tak selamanya putih, kecut dan luka

darimu; lewat perhatian dan kasih sayang yang tak lelah kau curahkan

perlahan kutahu warna musim, makna hujan dan merasakan hangatnya matahari

: terimakasih, kau mengantar bahagia yang senantiasa mengalir di nadi kehidupanku

Baojhong, 4 Januari 2011

*****

SI MATA TEDUH

malam yang kelam bertanya kepada cakrawala, kepada gelap, kepada dunia

dan siang yang terang diamdiam mencari jawaban

di kesibukan, di keramaian bahkan di sudutsudut kebisingan

siapa si mata teduh yang mampu membuat rasaku bahagia tak berkesudahan?

hingga mengantar puisipuisiku mengalir ke muara jiwajiwa di sebuah kehidupan

bagaimana aku memberi gambaran?

ketika menatapnya saja, hatiku degdegan

bagaimana aku menjelaskan

karena dia tak terurai sekalipun dengan ribuan kalimat yang berjejeran

yang kutahu aku merindunya di setiap kedipan menit yang berjalan

dia misteri

yang membuat hatiku berseri

dia istimewa

membuat puisipuisiku bernyawa

:kusayang dia, tanpa perlu kutahu kenapa?

Baojhong, 1-1-11