~ HUJAN KEBOHONGAN~

Oleh Kwek Li Na

Utuh cintaku untukmu, tak ragu
Ternyata aku salah, putih tak selamanya putih
Manis rayumu, angin dusta yang menyeretku ke nirwana rasa

Perih hati
Namun, kutahan perasan luka tak meruah ke pinggiran mata

Langit menangis sedari pagi
Kubisikkan ke sisa gerimis, di luar jendela, “Tak ada cerita lagi antara kami.”
Malam ini, hatiku kuyub oleh hujan kebohongan.

Pelan namun pasti, pintu penantian kututup.
Di baliknya, aku akan mengobati luka ini.

Taiwan, 28 November 2009

~LANGIT MENGGUGURKAN MUJIZATNYA~

Oleh Kwek Li Na

Ingin aku menjenguk jiwamu
Dalam ruang kebingungan, tak berventilasi
Kejadian yang menimpamu
Membuat seluruh tubuhmu penuh temali

Namun lahirkan ragu hatiku
Seketika aku hentikan ayunan langkah
“Apakah aku tidak semakin memberatimu dengan rasa ini ?” tanyaku

Bagaimana aku semestinya bertindak …
Memelukmu ?
Ataukah menjauh darimu ?
Karena kutahu masalahmu, tak selesai
Meskipun aku hujani sejuta cinta dan setaman rinduku

Ya, ….aku hanya bisa menunggu
Waktu dan keadaan berpihak
Dan berdoa, langit mengugurkan mujizatnya
untuk kita

Taiwan, 27 November 2009

~ TANYA HATI KITA~

Oleh Kwek Li Na

Saat lembayung jingga kesedihan
Terlukis di cakrawala mataku
Kau kalungkan aku perhatian
Membuat jiwaku ditimang kebahagian

Namun ombak kehidupan, seringkali tidak berperasaan
Sebagai alat keadaan
Mencobai sukma
Menegangkan otot hati dan otak kita

Sanggupkah kita bijaksana, menelaah yang terjadi
Atau apa yang kita bina
terburai begitu saja ke lautan oleh angin ragu ?

Semua kembali ….
dan tanya hati kita, untuk menilainya

Taiwan, 27 November 2009

~ NOVEMBER KE TUJUH~

Oleh Kwek Li Na

Kau ibarat butiran salju putih,
berguguran dari langit
menghias ranting-ranting hidupku yang telanjang,
tak berdaun.

Tuan cinta,
kau pinang aku,
dan kau lingkari jemariku
dengan cincin bunga sakura beraroma kerelaan

Kau dan aku
salju dan sakura yang dipertemukan
untuk menambah keindahan
di wajah dunia

Di november yang ke tujuh,
hangat kasih kita tetap utuh.

Taiwan, 25 November 2009

~ NYERI RINDU~

Oleh Kwek Li Na

Rindu ini, setajam mata pisau

Mengerat

Sepotong hati.

Nyeri. Berpendar ke ulu hati

Tertawalah keadaan,

Kau telah selesai berperan

Hati ini berdarah lagi.

Taiwan, 24 November 2009