Oleh Kwek Li Na

Kau mengenggam jemariku
Mengajaku ke padang
Sust! telunjukmu kau tempelkan ke bibirku.

Kita mendengar, dua ekor burung pipit di dahan berbicara, ” Batang padi, telah menguning, sebentar lagi layu dan membusuk.”

Kita berpandangan. Saling mengangkat bahu, tak tahu apa maknanya.

Lalu kau mengajakku ke negeri seberang. Sekuntum Bunga Daisy di balik keheningan salju tampak indah di pandang
Apakah angin musim dingin memudarkan cerita kita ?
Seperti daun yang melekat di ranting, berguguran. ..ataukah seperti sakura, semakin dingin semakin mekar saja.

Di kejauhan, aku melihat bintang-bintang yang sekilas tampak seperti bola cahaya, satu persatu berlomba naik ke pohon. Mereka saling bercanda, ” Berubahkah? ”

Kita berpandangan. ” Masih kau ragu padaku ?” tanyaku manja saat mata kita beradu.

Lihatlah ke dalam hatiku, namamu bersinar terang di sana

Cinta ini, seperti jantung pisang. Selamanya…. hatiku hangat, kau bungkus.

Taiwan, 6 November 2009