pic dari internet


Oleh Kwek Li Na

Kutelusuri jalan berhalimun
Tertatih melewati lorong rasa
Rinduku ranum, jatuh dari pohon
Bersama waktu yang meronda

Ingin ku mencincang hati dengan belati logika
Hingga perih ini mati rasa
Atau kulakukan permandulan rindu ini
Hingga tak beranak- pinak, dan lahirkan perih yang selalu mengrogoti hati

Lelah aku melewati malam
Dengan hati terbius rindu
Separuh hatimu tak bisa lagi kugenggam
Purnama cintaku berubah bulan sabit
Cahayamu, tak sanggup tembusi awanku yang kelam

Kita melangkah perlahan
Namun pasti
Bergerak berbeda arah dan tujuan
Mencari pelabuhan lain, manjakan keinginan hati

Mampukah kita sama-sama melupakan cinta ini
Lalu menemukan cinta sejati
Di ujung pelangi senja, yang menyapa kesekian ribu kali ?

Taiwan, 20 Oktober 2009