Oleh Kwek Li Na

Menyendiri…
Anganku melayang ke awan
Kupungut aksara
Muntahan, sumpah serapah manusia ke langit

Aksara patah-patah
Retak dan rapuh
Berselimut airmata dan darah
Berserakan, penuhi muka langit yang sendu lara

Kupungut aksara, kubawa ke marcapada
Kudaur ulang
Kuhias dengan hati
Kurenda cinta

Aku ingin menikmati kemenangan
Memahami dan menulisnya lagi
Menjadi kata-kata seperti kucup-kucup mawar penuhi taman sastraku
Kusirami setetes ikhlas di atasnya

Aku hanya merangkai aksara
Menjadi kalimat-kalimat sederhana
Bukan penciptanya
Karena sebenarnya mereka seperti air dalam sumur
Telah ada sebelum kutemukan.

Taiwan, 171009