OLEH KWEK LI NA

KITA hanya sebutir debu
Yang disulap Tuhan dengan segala kelebihan menjadi manusia
Tentang surga dan neraka, kita sok tahu
Namun masih tetap hidup berlumur dosa

Kita lupa dunia ini fana
Lalu tergila-gila, mengejar harta dan nama
Ke-aku-an pun menjajah jiwa

Tak sadar menyakiti alam dan sesama
Keindahan fatamorgana dunia, melilit kita hingga alpa
Bahkan menganggap diri, Tuhan di semesta

Kita sebutir debu, bisa saja bercahaya
Dengan perbuatan dan karya
Namun bisa juga ditiup dan diputar angin kemana saja

Kita bisa hilang dalam sekejap
Ditelan malam, diterbang angin, dihanyutkan air
Hidup dan mati kita, utuh milikNYA
Kita hanya wayang, DIALAH dalang

Taiwan, 080809

Terinspirasi dari “KARENA KITA SEBUTIR DEBU” oleh Triyono Junaidi