OLEH KWEK LI NA

Mangkuk dunia semakin penuh saja
Oleh iri dan kecemburuan yang meluap
Dan tanya-tanya yang tak terjawab
Lalu haruskah aku mengugurkannya satu persatu
Mengantikannya dengan tanya dan keinginan baru
Ataukah aku biarkan saja, mereka memenuhi tempurung kelapa tuaku ini
Hingga aku terkulai tak bertenaga lagi, dan mati

Aku larut dalam imajinasiku lagi
Seperti kemarin dan kemarin aku terbuai ilusi yang memberiku keindahan jiwa
Dan kuciptakan apa saja yang kukehendaki
Bahkan surga dan neraka akan tampak nyata dalam ruangku ini
Lalu lewat puisi dan cerita aku akan menghidupkan mereka

Berkarya pun kadang mesti berhati- hati
Puji dan cela selalu datang bertubi-tubi
Ombaknya kadang membuat kapalku terhempas berkali-kali
Aku pun takut kemudi tak mampu aku kendali
Bukan takut mati, tapi takut tak sadar malah saling menyakiti

Apakah imajinasi ini kucincang-cincang saja
Lalu kuremas-remas sekuat tenaga
Jadilah ia bulatan-bulatan yang timbul di permukaan air yang mendidih di atas tungku karya
Kuberi kuah dari tulang kata
Semangkuk imajiansi kini, siap jadi
Aku malah bingung sendiri
Mestikah kubagi ataukah kumakan sendiri ?

Ruang intropeksi, 30 07 09

ps : pic dari koment di tagged