Oleh kwek Li Na

Dalam puisi itu
Kurapal mantra hatimu
Kujadikan setiap kata pantulan jiwa
Sehingga bayangmu terlihat di sana

Cermin zaman bisa retak
Namun puisi akan tetap beranakpinak
Kata akan selalu disetubuhi…disemai bibit keyakinan diri
Sehingga puisi akan terus dan terus bertunas lagi

Manusia dan puisi
Ibarat dua sahabat sejati
Yang tak akan bisa terpisah lagi
Hingga sang energi mati
Dan kita menjadi bangkaibangkai
Yang tak berarti

Taiwan, awal Juli 09

terinspirasi oleh karya Yayan Rozaq Triyansyah yang berjudul “Nostradamus”
dapata dibaca juga di FaceBook