Oleh Kwek Li Na

Lepas senja kemayu
Rembulan mengintip malu
Kubercinta dan bergelut kata
Memeluk gitar tua menuntun nada

Saat terang datang
Aku pun siapsiap berjuang
Diriuhnya simpang jalan
Disesaknya bus kota
Di mejameja rumah makan
Di setiap lorong kehidupan
Kutentengi gitar… kulantunkan lagu… kuhampiri mereka
Rasa malu sudah kutendang
Tuk’ dapati detingan recehan

Kurentang waktu bak seorang seniman
Berembel pengamen jalanan
Terasa berat kalahkan sang jutawan
Selaksa mimpi sejuta asa
Doa dan usaha akan kulakukan
Tuk’ kejar mimpi yang selalu mengelak dalam pandang

Tuan dan nyonya !
Aku bukan pengemis hina tetapi sekedar jual suara
Karya kucipta sepenuh jiwa
Buram genangan airmata
Tawa kugubah menjadi balada kehidupan yang papa

O’ dunia…
Pengamen tak sehina penglihatan mereka
Lantunan nadanada suara gitar tua
Akan terus bergema menyusuri setiap lorong dunia
Menghibur hati dan tak akan pernah berhenti

Taiwan, 29 06 09

pic dari koment di tagged