Oleh Kwek Li Na

Suatu malam di musim panas
Sepi merayap ke hati
Keringat bercucuran semakin deras
Aku merasa sendiri
Berteman gerah yang datang
Semua terasa hampa dan kosong

Dari tadi
Secangkir kopi tergeletak di atas meja
Tak sadar aku telah lama larut dalam lamunan
Saat kuraba cangkirnya
Kopi terasa dingin
Tak sadar setetes air mata jatuh di sana
Kulihat muka ayah dan bunda yang sudah tua
Tersenyum menatapku tanpa bicara
Seakan berkata ” Anakku kapankah engkau pulang menjeguk kami.”

Air mata
Tak mampu kutahan
Dalam ruang sunyi
Kutumpah semua rasa di sana
Kerinduan ini terasa perih sekali
Hanya bisa kutahan dalam hati
Lalu pelan-pelan kuusap air mata
Yang masih tertinggal di pipi
Malam ini kuingin larut dalam ruang sunyi ini
Sambil mengingat semua kenangan yang pernah kita lalui
Dan berdoa pada Ilahi semoga selalu memberi
Kesehatan dan kebahagian untuk semua orang yang kukasihi

Dalam ruang sunyi, 27 06 09

Pic dari koment di tagged

Bisa juga dibaca di Facebook