Oleh Kwek Li Na

Suatu hari
Siap atau tidak
Kita semua akan pergi
Meskipun hati berteriak
Memohon kiamat ini bisa ditunda lagi
Jika saatnya tiba
Dewa Kematian tetap saja akan mencabut nyawa ini

Mati adalah takdir
Namun sebelum semua berakhir
Izinkan aku ukir
Seribu senja yang indah
Tuk’ kubawa ke lubang kubur yang basah

Lalu kutulis
Sejuta memori
Yang ada tawa dan juga tangis
Akan kutempel di langit peti kayu Jati
Sebagai kenangan yang akan kubawa ke khayangan
Saat rindu datang akan kubaca perlahan-lahan

Di atas tubuh yang telah kaku
Berhias bunga melati putih yang bisu
Berkalung tasbish pemberianmu
Aku akan tinggalkan dunia ini dan juga dirimu
Hantarlah aku !
Dengan sekutum senyum terindahmu
Yang akan kubekukan sehingga bisa kusimpan di keabadian hatiku

Sesampai di alam sana
Aku akan memohon pada dewa kehidupan
Reikernasi berikutnya
Dewi Khayangan berkenan membentangkan
Pelangi kasih
Tuk’ kita jadikan jembatan
Yang mempertemukan kita kembali
Untuk merajut kisah kasih yang pernah tertunda ini

Taiwan, 25 06 09

Pic dari koment di tagged
Bisa dibaca juga di Facebook