Oleh Kwek Li Na

Kegagalan dan kegagalan
Menyapa inzan tak pernah bosan
Menghadirkan ragu…takut…dan keputusasaan
Menguncang gunung ketegaran
Bahkan menghanyutkan semangat dan kekuatan

Kehancuran bagai anak panah yang menusuk hati
Merampas nyawa dari raga ini
Membelenggu hati dan melumpuhkan pikiran
Memasung dalam jeruji ketakberdayaan

“Lepaskan!” teriakku
Frustasi malah menertawakanku
Aku menggeliat sekuat tenaga
Peluh mengucur deras
Aku lemas

Dari kejauhan, samar kulihat seseorang datang
Lengkap dengan alat-alat perang
Bersama prajurit pilihan
Dengan semangat keperwiraan
Bersuara lantang, “Enyahlah darinya!
Serbuuuuuuu! Lenyapkan semua!”

Aku sembunyi dibalik pohon
Menggigil karena ketakutan
Pelan-pelan suasana menjadi sunyi
Hentakkan sepatumu mendekatiku. Aku pun bertambah ngeri

Tegakkan kepalamu!
Kubranikan diri, menatapmu
Kau tersenyum, mengulurkan tangan
Membatuku berdiri
Ayunkan langkahmu! ujarnya
Dan sekarang aku tahu, aku tak sendiri

Kau sahabat yang selalu datang saat aku dalam kesulitan
“Jangan segan!
Nyawaku… juga akan ku pertaruhkan,
Jika suatu saat kau butuhkan.”

Taiwan, 150609

ps diambil dr koment di tagged