Dusta
Tiupkan kelakar dan tawa
Antara kita.
Hadirkan sesal
Yang merayap di jiwa

Andai bisa :
Racamlah tubuhku!
Tuk’ runtuhkan emosimu
Cambuklah ragaku!
Tuk’ balut luka hatimu
Tusukan belatimu, ke jantungku
Hingga kutahu arti perih yang kau rasa

Diammu.
Kebisuaanmu.
Bagai letupan senapan
Yang menembus langsung ke relung jiwaku

Kuketuk pintu maafmu
Dan pintaku, “Berikan, aku kesempatan!”
Sekali lagi

Taiwan , 14 Mei 2009

Pic : dari koment ditagged
Terinspirasi curhat seorang sahabat.