Bertiang ketulusan
Berlantai kesehajaan
Berdinding keiklasan
Beratap kasih sayang
Kudijadikan tempat persinggahan

Berpintu cinta
Menyambut hangat siapa saja
Yang berkenan singgah di sana
Tak pernah membedakan kasta,
Sang raja atau rakyat jelata
Apalagi memandang rupa
Sang rupawan ataukan siburuk rupa

Berjendela senyum
Menyambut sapaan dunia dan alam
Walaupun yang mereka tawarkan kadang kelam
Namun aku mesti terus bertahan
Tuk beri keteduhan
Buat orang pesisir yang membutuhkan

Pantai dan pasir diam membisu
Menahan gentir dan menelan kekwatiran
Melihat kerapuhan dan ketakberdayaan
Andai yang menghampiri adalah banjir atau topan
Mampukan aku bertahan
Memberi pelindungan buat para penghuniku dengan sayap kekuatan

Entahlah…
Apakah punggawa negeri ini
Mau membuka sedikit mata dan hati
Untuk menyentuh orang pesisir
Ah… ini hanya angan dan mimpi yang berlebihan
Karena rakyat biasa, tak akan pernah masuk hitungan

Akulah persinggahan,
Walau dalam keserdahanaan dan hampir tak mampu lagi menampung hunian
Kucoba pancarkan kasih sayang
Kukirim ke setiap sudut jiwa dan ruang
Berharap mampu hangatkan para nelayan yang lelah
Sepulang bercengkrama dengan samudera. Mengais rezeki.
Bertarung nyawa, untuk penyambung nyawa

Pic ini adalah potret yang diambil sahabatku Sam Asiku di sebuah pesisiran kalimantan.