Perapian cinta yang kau nyala
Menghangatkan raga dan jiwa
Memancarkan cahaya
Tembus segala keangkuhan yang kupunya

Sinarnya menyelusup kesetiap rongga
Tembusi pilar-pilar hatiku yang tak berdaya
Tuntun jalanku untuk kembali dalam rasa
Yang seharusnya tak pernah, kubiarkan ia nelangsa

Aku pun tertunduk dalam kelu
Berpeluk dengan ragu
Seharusnya aku tak perlu
Cintamu laksana embun yang menetes di kalbu

Tak akan kubiarkan lagi ia terbang
Kan kujaga semua rasa yang ada
Dalam pahatan sukma
Kau dan aku selamanya adalah sejiwa

Taiwan, 9 Mei 2009

NB : Terisnpirasi dari puisi karya sahabatku Afdell Setiawan “Perapian Cinta”