Cacing!
Aku jadi cacing yang tak ingin diam
Menyeruakkan kepala, ke permukaan, tuk lihat alam raya
Apakah di luar sana lebih indah dari dalam tanah
Ingin kusibak semua, yang selama ini menjadi tanda tanya, buatku!

Lalu aku bertukar ingin jadi kupu-kupu
Terbang dan terbang
Lupa daratan…berpoles gincu dunia
Diselimuti keegoisan…
Melakukan kealpaan dan dosa

Hari ini, aku malah meniru sifat congkak sang merpati
Keangkuhan diri memasungku
Merobek-robek kesadaranku
Membuatku terombang-ambing
Menghempaskan aku dalam gelombang keadaan

Namun elang menatapku ganas
Siap-siap hendak memangsaku…mengambil kesempatan dari ketakberdayaanku
Aku takut….gemetaran dan berusaha lari dan terus lari
Yang seharusnya kuhadapi…dia
Kutantang dan kulawan, supaya aku tak selamanya dibayangi rasa takut ini

Ah…akhirnya aku memilih kembali pada liangku
Bersembunyi di balik hangat ketiak ibuku
Menunggu tuntunannya sampai saatnya tiba
Karena aku belum kuat dan brani lepas sendiri
Menantang dunia!

Akulah badut hidup itu
Dalam ketak berdayaan
Dalam ketidakpastian
Memoles kekurangan
Menutupi wajah dengan topeng kehidupan

Taiwan, 5 Mei 2009