Wajah munggil nan tegar
Bermata binar, meskipun berteman selang yang melingkar
Berlomba, disesaknya dunia
Berusaha sembunyikan tanggismu
Coba tersenyum, tuk’ mengusir gusar, sang bunda

Berpacu dengan sang waktu
Kepak sayap mulai kau kibaskan
Walau umurmu, baru seperti kucup bunga
Namun kau tak akan pernah menyerah untuk lewati kabut yang menyapa
Karena kau yakin, esok hari mentari akan tetap bersinar

Berkelana untuk mencari sesuatu
Yang sesungguhnya belum pantas dan tak perlu kau tahu
Berusaha mengerti!
Walau yang dunia tawarkan, rasa pahit dan sakit!
Berharap ada hikmah dan makna yang terselip di setiap peristiwa

Senyummu…membuatku jatuh hati
Tanggismu sore itu, merebut separuh keangkuhanku
Walaupun sebelumnya kita tak saling menggenal, kuharap aku mampu memberimu secerbis cinta
Walaupun tak sebesar yang telah bundamu berikan
Kuharap, suatu hari, aku bisa melihat senyum bahagia di wajahmu!
Terus berjuang adek Fauza, Kami semua menyayangimu!

###

Setelah di tunggu-tunggu, mungkin dana untuk Fauza Syahfitri, anak bayi yang berumur sekitar 4 bulan (saat ini) yang mengindap Penyakit Hidrochepalus, sampai di sini.

Sejak tanggal 5 Febuari 2009, beberapa blogger memberi aksi nyata. Bahwa blogger bukan hanya omong kosong belaka, namun memiliki cinta dan hati yang lembut seperti sutera walaupun belum mampu mengubahnya menjadi selembar kain yang lebih bermutu. BUkankah masih lebih baik, daripada berpangku tangan saja.🙂

Sekitar 2 bulan kami berusaha membantu mengumpul dana. Jumlah dana dari semua sahabat, baik blogger maupun sahabat yang peduli yang masuk ke rekening Reza Lubis Nomor : 105-00-0788316-2 semuanya adalah sebesar Rp.3.000.000.

Dana yang terkumpul sebesar Rp. 3.000.000 telah kami serahkan ke orang tua Adek fauza sebanyak 2 kali. Yang pertama sebanyak Rp. 1.000.000. dan yang kedua adalah sebesar Rp. 2.000.000.

Namun jika masih ada sobat yang bersimpati, hubungi kami, untuk diskusi.

Mohon maaf, pertanggungjawaban ini baru hari ini bisa saya sampaikan, karena saya menunggu informasi dari sahabat Reza.

Namun rupanya saudara Reza selain tugas kedaerah pedesaan beberapa saat yang lalu dapat musibah.

Ini bunyi mesaggenya “hallo mbak! saya baru seminggu keluar dari rumah Sakit.Kecelakaan naik sepeda Motor,oh ya Dana untuk Fauza dah saya serahkan semuanya kepada ortunya tapi mohon maaf bukti penyerahannya berupa photo gak bisa saya kirimkan karena hp yg buat abadikan gambarnya hancur,tapi saya janji akan photo ulang kembali setelah kondisi saya normal kembali (sekarang lagi pakai tongkat penyanggah kalau berjalan kondisi saya mungkin akan bulih dalam beberapa minggu lagi…sekali lagi mohon saya dimaafkan”

Namun saya percaya dengan saudara Reza, dan mohon doa sahabat semua, semoga sahabat kita Reza segera di beri kepulihan dan kesehatan seperti sedia kala.

Tentang kepedulian terhadap adek fauza, saudara kita Rezalah yang paling sibuk. Untuk bisa menghubungi saya dengan keluarga Bapaknya Adek Fauza mesti menembus jarak yang cukup jauh, dan mesti melewati guyuran hujan lebat. Namun dia tak menggeluh sama sekali. Saya salut sama dia! Terimakasih sobat🙂

entahlah apa karena kelelahan atau hal lain, saudara Reza kecelakaan. semoga lekas di beri kesembuhan.

Kuharap Tuhan akan membalas segala niat baiknya.

Terimakasih buat semua sobat, atas semua partisipasi dan bantuanya. Yang tak mungkin saya sebutkan satu-satu.

Sehingga berkat bantuan sahabat semua, dana dari kita bisa digunakan adek fauza, untuk terus melakukan perawatan.

Mari kita terus saling peduli semampu kita…sebagai rasa terimakaish kita akan berkah-berkah yang kita nikmati.

Atas nama keluarga besar Fauza Syahfitri, saya mengucapkan ribuan terima kasih.

“Adek Fauza, semoga setitik aksi nyata kami, mampu memberimu sedikit kehangatan!”

Ini alamat Bapak/Ibu Nur Alamsyah dan Mursinem di Dusun III Famili Desa Arah Condong Kecamatan Stabat Kode Pos 20814 Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Info Ade Fauza sebelumnya, diblog ini bisa dibaca di :

~ Terketukkah Hati Kita?

~ Adiku Fauza Padamu Aku Belajar Sebuah Perjuangan

~明天會更好 ~ Besok Akan Lebih Baik

Salam peduli!

Taiwan,17 April 2009