bulan_dan_bintang1

Pic diambil dari internet


Oleh Kwe Li Na

Antara kita pernah terjalin cinta. Ada tawa ada bahagia.

Namun di suatu persimpangan kita memilih menjadi cahaya berbeda.

Kau memilih menjadi matahari untuk menerangi bumi disiang hari.

Sedangkan, aku lebih bersiteguh memilih menjadi bulan, karena malam hari lebih butuh pencahayaan.

Ku tak menyesali semua ini. Sari dari segala yang manis pernah kau beri. Manisnya terus melekat di ujung lidahku ini.

Abadi.

Seabadi namamu di hatiku.

Aku mengerti, perpisahan ini adalah jalan yang terbaik untuk kita jadikan pilihan. Kita berjalan di arah yang berbeda, untuk sama-sama memberi pencahayaan bagi yang membutuhkan.

Kudoakan semoga engkau selalu bahagia menjadi sang matahari!

Di sini aku bahagia, menjadi bulan. Dikeliling kelap-kelip bintang-bintang.

Bersama malam kelam, cahayaku lebih kelihatan.

Izinkanku! Sekali-kali tuk’ merindukanmu.

Karena aku tak pernah mungkin menghapus namamu. Getaran itu tak pernah sirna. Semua tersimpan rapi di sudut jiwa.

Taiwan, 7 April 2009