Punggawa negeri
Lagi sibuk urusan pribadi
Mohon sana mohon sini
Supaya dapat suara di pesta demokrasi

Obral janji setinggi langit
Padahal di depan mata rakyat sudah menjerit
Minta di kasihani sedikit
Punggawa negeri ke jepit
Antara suara demokrasi dan suara hati

Ah..lupakanlah semua
Siapin beduk, kita tabuh bertalu-talu
Siapin lagu kita dendang beramei-ramei
Siapkan syair kita berbalas pantun melayu
Tuk lengkapi pesta suka-suka ini

Yang tua, yang muda mari mendekat kemari
Jangan malu jangan sungkan ini pesta segala usia
Yang kaya, yang miskin kita satukan disini
Tuk bernyanyi, tertawa ha..ha..hi…hi… bersama

Kita ajak juga
Bulan berdansa
Matahari berjodet ria
Bintang menari india
Alam semesta ini, kita jadikan surga suka-suka

Tra la la tri li li li
Gengam jari kita menari
Lupakan semua yang terjadi
Satukan jiwa kita bernyanyi

o..la..la…o..li…li…
Hatiku senang sekali
Menikmati pesta suka-suka ini
Bernyanyi tuk hiburkan diri
Daripada mati sakit hati
Karena janji selamanya janji
Tak mungkin di tepati
Karena kantong pribadi lebih menanti

Terinspirasi saat berkomentar di karya-karya seorang sahabat, Andreas T Wong