pic diambil dr kathys-comments.com

my friend,
If I could give you one thing
I would give you the ability to see yourself as other see you…
Then you woul realize what a truli special person you are.


Jalam kehidupan tak semulus yang kita harapkan. Kadang jalan berbukit atau lembah yang harus kita lalui. Dari sanalah kita mesti belajar arti setiap peristiwa.

Begitu juga dalam dunia blog, ada persahabatan yang cocok sehingga berlanjut kedunia nyata.

Ada komentar yang manis yang membuat kita larut sehingga membuat kita semangat untuk berkarya.

Tapi ada juga komentar yang menyakitkan, mengghina tulisan kita ataupun menghina penulis, jangan sampai membuat kita putus asa dan berniat untuk berhenti berkarya.

Ups mau menjelaskan …kejadianku hari ini, kok susah benar dan malah bertele-tele sih penjelasannya…

Oke aku singkat aja ya…mau imlek kerumah saudara nih! hehehe…. ntar keburu ditinggal…mesti jalan kaki mana dingin lagi hahaha…

Aku dapat satu komentar dari seseorang. Pakai nama dan pic sahabatku. Menjelek-jelekanku atau kata kasarnya memakiku.

Aku tidak marah cuma ada sedikit sangsi dengan kata-kata yang terpakai dan biasanya pemilik blog ini selalu menyertakan urul blog tapi yang ini tidak ada.

Ingin sebenarnya aku tampilkan, tapi saya coba hubungi sahabatku itu dulu (saya kenal baik dengan pemilik blog itu dan tahu no handponenya) supaya dia tahu ada orang yang menggunakan identitasnya.

Tapi sahabatku minta saya untuk menghapus komentar itu karena bukan dia yang menulisnya.

Rupanya dia juga menerima kata-kata yang sama denganku, lalu sahabataku mengirim email balasan, “saya tidak mengenal anda, kesalahan apa yang telah saya perbuat, saya minta maaf dan berharap kesuksesan buat anda”.

Dari balasan ini orang ini dapat email sahabatku, sekarang orang itu menggunakan email dan foto sahabatku berkomentar diblogku ini. Mungkin juga suatu hari akan mengomentari blog anda.

Benar-benar BANCI , brani berkomentar tapi menggunakan identitas orang lain. Andai kamu mau menjelekan orang lain, gunakan identitas asli, saya akan menerima asal apa yang kamu tulis ada bukti dan nyata.

Tapi saya malah sedih sama temanku, dia malah menangis dan akan menghapus blognya.

Saya bilang, ” JANGAN! “.

Itu justru tantangan buat kita. Mari kita buktikan, kita kuat dan kita tidak terbawa oleh hasutannya. Karena dari tulisannya orang itu ingin memancing permusuhan antara aku dan sahabatku.

Ingat! Siapapun kamu (karena aku yakin kamu akan masuk lagi keblogku), hal itu tak membuat kami (saya dan sahabatku) bermusuhan, tidak….tidak semudah itu kamu menghasutku.

Pesanku buat sahabatku, buat yang lain juga :

“Nilai persahabatan kita sama seperti nilai uang, walaupun basah, diinjak, baru, lama, ronyok, ditangan siapapun, nilai uang itu akan tetap sama tak akan berubah.”

Begitu juga persahabatanku dengan kalian, tak akan mungkin berubah nilainya, gara-gara komentar orang nyasar.

Pesan buat orang yang mengirim komentar : Semoga kamu puas dengan penjelasanku, andai kamu mau… aku juga siap jadi sahabatmu, siapapun kamu, gunakan indetitas aslimu, berkunjung kembali kerumah mayaku, aku akan menerimamu seperti tamu kehormatan.

“Aku akan melupakan semua kesalahanmu seperti angin yang berhembus dan akan memahat setiap kebaikanmu didinding hatiku.”

***Untuk sementara, komentar orang yang baru mengunjungi blog ini, saya moderasi.

Terimakasih sebesar-besarnya buat semua pengunjung serta patisipasi semua sahabatku, diblogku ini. πŸ™‚