Pic diambil dari Alegoo.com


Bintang,…

kamulah satu-satunya sahabat paling setiaku saat ini, saat tak seorang manusiapun mau berbagi denganku, saat semua manusia sibuk dengan urusannya masing-masing. Kamu selalu mau jadi tempatku berkeluh kesah…hanya kamulah tempatku menumpahkan segala galau yang melanda…

Andai aku bisa sepertimu,…. selalu setia menemani bulan, meskipun kamu tidak tahu apakah bulan pernah terpikir untuk mengistimewakanmu atau tidak?…. engkau tak perduli… engkau tak pernah sekalipun berpaling, kamu jauh lebih tegar dan kuat dariku.πŸ˜€

Kerlap-kelipmu selalu menambah keindahan malam. Engkau tak pernah berhenti tersenyum dibalik kerlap-kerlipmu yang nakal untuk menghibur dan membagikan kebahagian buat setiap insan yang lagi berduka sepertiku ini.

Bintang,….

“Kabut kehidupan benar-benar lagi menghalang jalanku, mataku tak mampu menembusnya, tenagaku sudah tak kuat . Akankah aku harus terus melangkah untuk menerobosnya dengan segala resiko dibalik kabut itu? Ataukah aku mundur perlahan-lahan, berbalik arah untuk menemukan jalan kehidupan lain.”

“Aku mencintainya, SUNGGUH…terlalu cinta aku padanya,… tapi aku tak mampu untuk tak mengubris semua perkataan dan tatapan sinis orang-orang,….. termasuk kedua orang kami, akan hubungan ini?”

“Tapi…untuk saat ini, menjauh dari sisinya, aku juga tak sanggup, …cintaku sudah terlanjur kupatri dihatinya…sebagian cintaku sudah kutitip dihatinya, dan tak mungkin kucopot begitu saja”

Knapa kami dipertemukan, lalu saling jatuh cinta… tapi dengan segala kesulitan dan perbedaan yang ada?

Aku sudah hampir tak mampu untuk melawan angin yang selalu ingin menerpaku dan menjauhkanku dari sisinya….desirannya terlalu kuat…sehingga sulit membuatku bertahan.

Aku dalam sebuah kapal kisah cinta dilautan luas , yang selalu terombang- ambing oleh gelombang ….yang tak pernah mau tahu apa yang kurasa?

Status pendidikan,… status keluarga,…. usia dan agama yang selalu orang-orang perdebat untuk membuat aku benar-benar tak punya kekuatan untuk membelanya.

Knapa agama juga menjadi masalah yang utama di dunia semodern ini?

Bukankah Tuhan itu satu,…. semua agama itu benar,…. semua agama mengajarkan kebaikan tapi knapa agama mampu dijadikan alasan untuk memisahkan dua hati ….. knapa agama selalu menjadi persoalan besar dikehidupan ini ?

“Dia memang pantas untuk jadi adikku,…. bukan kekasihku…tapi knapa getar cinta hadir dihati kami? ”

Ah…semakin hari , aku semakin dibingungkan oleh pilihan yang resikonya, tak ada yang sanggup aku hadapi. Perbedaan-perbedaan kami, seakan-akan makin menunjukan kaca mata orang tua kami memang lebih luas dan dalam.

Dan satu-satunya yang harus kami lakukan adalah “mengakhiri kebersamaan yang manis ini”.

Manis buat kami…tapi tidak buat mereka!

Dimanakah letak dan kemampuan kekuatan cinta kami, bukankah cinta memiliki power, bukankah cinta adalah pondasi sebuah rumah tangga, bukankah cinta mampu merubah segalanya?

Mana…mana buktinya ?

Dia sama saja sepertiku..tak punya cara..tak punya kekuatan…

Bintang,….

Aku benar-benar lelah…lelah sekali….seperti bumi yang sudah tua ini, yang sudah hampir tak memiliki kekuatan untuk berputar diporosnya…

Atau, aku sudah seperti sebatang pohon dimusim gugur, yang hampir tidak mampu untuk mempertahankan daun-daunku , untuk tetap bersamaku, dan membiarkan mereka (daun-daunku) satu-persatu meninggalkanku …terbang…terbang…kemanapun angin membawanya!

Selemah inikah, AKU…. dengan persoalan yang ada?

Selemah inikah, AKU… untuk menyerah?

Karena untuk menerobos kabut itu, aku juga tak sanggup!

Bintang,…

Tolong sampaikan pesanku buat Tuhan….supaya Tuhan menunjukkan jalan terbaik buat aku,hambanya ini!

*Curhat seorang sahabat…*