Sumber : Blog Datas “MR D ”


Terobsesi oleh cinta yang sempurna, seorang pakar robotika Jepang, Le Trung, menciptakan karakter robot perempuan yang mirip manusia. Seorang teman yang sempurna bagi laki-laki yang mendamba pasangan istimewa.Namanya Aiko, dalam terminologi Jepang berarti ”Cinta”. Muda, sekitar 20 tahunan, cantik, semampai, feminin, sekaligus seksi.

Sangat tepat untuk kriteria perempuan idaman era kekinian. Tak hanya cantik, namun juga cerdas. Pintar menangani pekerjaan rumah tangga dan mahir menjadi manajer keuangan rumah tangga. Sayang, dia bukan perempuan seutuhnya. Hanya rangkaian besi-besi berselimut silikon berteknologi A.I. alias robot.

Dia diciptakan oleh Le Trung, seorang pakar teknologi yang mendamba perempuan sempurna. Aiko adalah elaborasi cinta Trung yang menjelma menjadi perempuan luar biasa. Di samping dia memang masih melajang hingga menapak usia 33.

Demi Aiko Trung rela berkorban apa saja. Tak cukup hanya dengan menguras isi tabungan seumur hidupnya, dia bahkan mencari pinjaman, juga menjual mobilnya. Setidaknya, GBP 14 ribu (sekitar Rp 224,5 juta) dia kuras untuk mencipta mesin bernyawa yang luar biasa itu.

Menakjubkan! Si cinta itu telah lahir. Dia dibekali kemampuan layaknya manusia. Bisa hitung-hitungan, menguasai setidaknya 13 ribu kosakata dwi bahasa –Inggris dan Jepang–, mampu mengenali wajah, membaca surat kabar, serta memberi pengarahan.

”Saya ingin membuat dia melihat, merasa dan bertingkah laku semirip mungkin dengan manusia. Dia bisa menjadi teman sempurna,” kata Trung seperti dilansir Daily Mail.

Meski telah mencipta seorang perempuan sempurna, Trung tak mau menjadikan kekasihnya itu objek seksual belaka. Padahal, Aiko juga memiliki sisi-sisi sensitif manusia. Dia bisa bereaksi jika diberi kasih sayang atau disakiti.

”Layaknya perempuan sejati, dia akan bereaksi jika disentuh di beberapa bagian. Jika anda menekan terlalu kasar, dia akan menampar Anda. Dia bisa merasakan semua kecuali membaui,” lanjut Trung.

Yang jadi kelebihan Aiko, dia bisa kerja siang-malam tanpa perlu makan, istirahat, mengeluh, atau minta jatah libur. ”Dia perempuan sempurna,” kata Trung.

Ketika Aiko dibawa jalan-jalan ke tempat-tempat umum, beragam reaksi yang muncul dari orang-orang yang melihatnya. ”Ada yang cinta, juga benci. Beberapa orang marah karena menuduh saya mempermainkan Tuhan,” kata Trung.

Namun, dari sekian yang berpandangan negatif tetap lebih banyak orang yang merasa terpesona. ”Perempuan banyak yang terkesan dan berdialog dengannya, tapi para lelaki selalu ingin menyentuhnya, salah-salah, mereka malah ditampar,” lanjut Trung.

Hingga beberapa tahun mendatang, Trung masih akan terus menyempurnakan kemampuan Aiko dengan menambah software baru. Trung punya mimpi besar terhadap Aiko. ”Suatu saat jika saya diserang penyakit jantung dan dirawat 24 jam, saya ingin Aiko yang merawat,” katanya.