Hari ini,menjelang siang kami sekeluarga melintasi jalan tol,menuju sebuah tempat makan yang biasa kami kunjungi,kira-kira 30 menit dari rumah kami,untuk makan siang.Famous Steak.Setelah makan ,kami pergi ke sebuah swalayan Carrefour ,setelah belanja dan berputar disana selama satu jam kami hendak pulang.

Diperjalan kami singgah disebuah Cafe  85℃,untuk membeli tart,kopi dan teh susu (setelah kejadian susu melamin ,Cafe  85℃,satu-satunya kafe yang mampu menyakinkan kami bahwa mereka tak menggunakan susu buatan cina).Kafe ini selalu berada disalah satu tepi jalan,persimpangan lampu merah.Kami berhenti pas dibawah lampu merah.

Setelah selesai kami,hendak pulang,lampu hijau menyalah,mobil kami mulai  meluncur pelan-pelan,lurus,tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam,tiba-tiba dengan kecepatan yang agak cepat belok kearah kanan jalan.Gedubrak…suara benturan mobil kami dengan mobil orang tersebut.

Kulihat seorang perempuan kira-kira umur 40 tahun keluar dari mobil itu.Dengan muka tegang,marah pokonya campur aduklah.Suami saya juga keluar.Saya masih tetap duduk didalam mobil,karena saya bersama 2 orang anak saya,saya melihat semua kejadian dari balik kaca depan mobil.Kulihat cat mobilnya tergores yang cukup parah dan panjang.Dari pintu depan sampai pintu belakang.Perempuan itu,Langsung menelpon seseorang (dalam hatiku mungkin suaminya) menanyakan nomor telepon polisi,suamiku bilang,langsung hubungi aja nomor  110 .Lalu orang itu menelpon ngak tahu nomor yang didapatnya dari orang yang ditelponnya atau nomer yang diberikan oleh suami saya.

kulihat kedua muka mereka dalam keadaan kurang enak dipandang.Sepertinya terjadi pertengkaran kecil.Akhirnya saya turun,menghampiri mereka.Kutundukan kepala sebagai tanda hormat,seraya tersenyum.Perempuan itu juga menggangukan kepala dan membalas senyumanku,walaupun rasa tegang dan ketakutan masih terukir diwajahnya.

Lalu dia bilang,”Saya buru,buru…dalam bahasa sini”.

Saya tersenyum lagi…ngak tahu kekuatan apa yang mampu membuat aku tersenyum…dalam keadaan segenting ini.

“Mobil kami ngak masalah,bagaimana penyelesaian kerusakan mobil anda”,kata saya dengan ramah.

“Kerusakan mobil saya,saya akan selesaikan sendiri”,katanya mulai agak tenang.

“Oke,berarti sekarang kerusakan ditanggung masing-masing”,kataku kemudian.

Kulihat dia mengangukan kepala.

Lalu kami memeriksa mobil kami,Ya Tuhan hanya sedikit goresan dekat lampu sebelah kiri,dengan benturan yang sempat mengangetkanku tadi.

Goresan itu,mungkin sebagai tanda…mesti selalu waspada dan hati-hati dijalan.Saat kamu hati-hati mungkin orang lain tidak hati-hati.Jadi WASPADALAH selalu !

Ternyata,Tuhan benar-benar selalu menjagaku…menjaga keluargaku.Terima kasih Tuhan.Dan aku yakin doa kalian,sahabat-sahabatku yang baik,yang  menyelamatkan kami.Terimakasih buat semua sahabat disini.

Dan yang paling dahsyat,sebuah senyuman mampu mencairkan suasana.Lalu dia memberiku kartu namanya,rupanya dia pemilik sebuah restouran makanan,dan menawarkan kami suatu saat berkunjung kesana.

Lalu dia menelpon kekantor polisi,mengatakan menggagalkan laporan kecelakaan tadi.

Dalam perjalanan pulang kerumah, Suamiku malah berguman sendiri…kecil-kecil hampir tak terdengar tapi aku bisa mendengarnya, bilang…”Kok bisa ya….kok bisa…”sambil  mengerutkan kening lalu tersenyum gentir memandangku,yang aku tak tahu apa artinya.

 Dibalik musibah ini,aku menemukan seorang sahabat.Aku ngak tahu, apa hikmah semua kejadian ini,kubagikan disini sebagai ungkapan syukur,terimakasihku,setidaknya kami selamat,kami tidak apa-apa dan saya masih terus bisa menulis,ber-blogria dan selalu akan bersama kalian.