Kuterima emailmu, sahabatku…

Ceritamu yang biasanya kocak,ceria dan penuh kebahagian bertukar menjadi cerita  yang membuatku sanggup menetes air mata .Rasa sedih,pilu menyeruak masuk kedalam rongga dadaku.Banyak cerita telah kudengar,banyak email yang telah kuterima,tapi ini satu-satunya email yang membuat aku sangat bersedih.

Sahabat,aku tahu kesedihan yang kamu rasakan, beribu-ribu pedih dari apa yang aku rasakan.Semua kutulis disini,bukan untuk membongkar rahasia manis yang biasa kita buat lewat email,tapi ingin mengabdikan ceritamu,dalam tinta religi kehidupanku.Dan kuharap ini satu-satunya,email menyedihkan darimu dan dari semua sahabatku.

Kumulai membaca ulang lagi emailmu…

hello cici apa kabar???semoga cici sehat2 selalu ya.. cici … ini saya mau cerita tentang papa.. memasuki bulan ke delapan dimana cap go meh semua orang pada makan kue bulan.. saya sangat ingin makan kue bulan yg dari Medan karena rasanya sangat enak, jadi saya minta papa untuk kirim kue bulan dan sekalian kirim beberapa tube obat utk cat rambut.. tanggal 15 september hari senin pagi papa berangkat naik motor vespa menuju Medan untuk kirim barang-barang saya.

Disaat papa dalam perjalanan pulang ke rumah,terjadi kecelakaan, papa di serempet truk yg mengangkut motor-motor  yamaha. Papa terjatuh, tapi papa masih sadar, namun papa saat itu tidak mampu berbicara, papa hanya terus menerus mengatakan sakit…sakit…

 5 jam setelah kecelakaan papa langsung koma dan masuk kerumah sakit. setelah dokter periksa keadaan papa, ternyata tulang belikat papa patah dan batang otak papa telah terjadi pembengkakan karena kepalanya terbentur dengan sangat
keras.. saya sangat sedih sekali.

 Hari kamis saya segera pulang ke Medan untuk menjenguk papa.. kemudian pada hari ke 10 tepatnya tanggal 24 september sekitar jam 4 sore di Medan sedang hujan deras dan tiba-tiba terdengar suara petir sangat keras, saya sampai kaget, saya ingat papa paling takut petir.. saya langsung menuju ruang icu dan minta izin kepada perawat ,supaya saya bisa masuk kedalam ruang icu. kemudian saya memegang tangan papa sambil berkata, “Papa, tadi ada suara petir sangat keras, papa ada dengar ga? papa jangan takut ya.. ada aku disini… aku disini temani papa ya.. papa harus kuat ya pa, harus sadar dan sembuh ya.. papa jangan takut ya..”.

Setelah saya selesai bicara, kondisi papa langsung drop dan makin memburuk, akhirnya papa meninggal dunia.. saya sangat terpukul dengan kepergian papa.. saya teramat sangat sedih sekali karena saya telah kehilangan seorang papa yanga paling baik yg saya punya… papa yg sangat menyayangi anak-anaknya.

saya sangat menyesal sekali dan tidak bisa memaafkan diriku sendiri.. papa meninggal karenaku.. karena papa ke Medan hendak mengirimkan barang untukku.. hatiku benar-benar sangat pilu dan luar biasa sedih.. sampai sekarang jika saya teringat papa, saya pasti menangis.. saya adalah anak yg tidak berbakti terhadap orang tua, saya yg menyebabkan papa meninggal.. saya benar-benar sangat sedih dan perasaan yg aku alami sangat sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata… saya benar-benar kehilangan sosok seorang papa yg terbaik dalam hidupku.. demikianlah cerita yg ingin aku sharing ke cici..

Saya benar-benar sedih menerima emailmu sahabatku.Andai bisa ,ingin aku datang menghiburmu,menemanimu melalui hari–hari yang yang paling menyedihakan dalam kehidupanmu,tapi jarak begitu jauh.

Hanya satu yang terpikir,cepat-cepat saya meneleponmu.Aduh…gara-gara badai kemarin ternyata jalur komunikasi ada gangguan.Kutelepon dan terus kutelpon…tak ada nada…aku sedih…disaat kamu memerlukan seorang sahabat aku tak bisa menelponmu,tak bisa mengubungimu untuk mengatakan “saya  turut berduka cita,dan sahabatku,kamu harus tegar!”

setelah beberapa hari,akhirnya tersambung juga,dari suaramu, aku tahu,kamu pasti lagi menangis.Tapi setidaknya biar kamu tahu,aku peduli dengamu,aku  ikut merasakan kesedihanmu.

Sahabatku…andai kamu baca tulisanku ini,aku harap kamu bisa tahu betapa kamu berarti buat kehidupanku.Kamu bukan hanya sahabatku terbaiku tapi sudah kuanggap seperti saudaraku.

Saya hanya berharap,mendung dihatimu,cepat terang,luka dihatimu cepat mengering dan sembuh,semoga dihari-hari yang akan datang kebahagian menyertai langkahmu.

Satu hal yang harus kamu ingat “bukan kamu penyebab semua ini,hidup dan mati manusia sudah diatur,janganlarut dalam kesedihan karena papamu tak menginginkan kamu begitu,papamu tahu ,kamu anak yang berbakti dan aku yakin walau diwaktu yang pendek papamu bahagia memiliki dan mempunyai anak sepertimu,banyak kebahagiaan telah dia lewati bersamamu,biarlah kenanggan-kenanggan indah denganya yang selalu kamu ingat,aku yakin,papamu akan mendapatkan dan berada ditempat yang jauh lebih indah”.

Aku yakin papamu sangat baik karena bumi pun turut meneteskan airmata ,mengatar kepulangannya.

TURUT BERDUKA SEDALAM-DALAMNYA DARIKU,SAHABATMU!