By aling

Dari kejauhan kulihat seorang laki-laki,kurang lebih berumur 50 tahun atau mendekat 60 tahun. Berjalan dengan gagahnya, disertai beberapa asistennya.Baju yang mewah yang dikenakannya,dengan mudah dapat membedakan bahwa dia orang kaya raya di daerah ini.Setiap penduduk mengenalnya,dan selalu menundukkan kepala memberi hormat.Tapi dia selalu berjalan dengan keanggkuhan yang dimilikinya,tanpa mengubris sapaan dari penduduk yang berlalu -lalang,dipasar itu.

Kubertanya dengan seorang penjaja makanan kecil ditepi jalan “Pak,numpang tanya ,ya!,Siapa orang itu,saya pendatang baru didaerah ini”.

“Orang itu konglomerat didaerah ini”,kata Pak Tua ini seraya membungkuskan makan buat pelanggannya.

“O,terima kasih Pak”,kataku seraya berjalan,mengikuti orang yang berpakaian mewah itu.

                                  ***                                  

Dari kejauhan kulihat orang ini berhenti.Disitu duduklah seorang penggemis.

“Pak,kasihanilah saya”,kata penggemis sambil menggangkat mangkok rezekinya dan menundukkan kepala tanda hormat.

Lalu kulihat orang kaya ini,memasukkan tangannya kedalam saku,dan megambil sesuatu dari sana.(“Orang kaya yang berhati emas”, kataku dalam hati).Bunyi cleng…tanda uang logam jatuh ke mangkok rezeki pengemis.

“Terima kasih Tuan,kata penggemis dengan hormat.

Setelah orang itu berlalu,penggemis itu melihat uang yang dilemparkan oleh orang kaya itu.Penggemis membolak-balik uang logam itu,mmm…1 sen.

“Hanya 1 sen” ,aku hampir berteriak setengah tak percaya melihat pemandangan ini.(Padahal orang kaya raya ,hanya menyumbangkan 1 sen. Hapus kata-kataku diatas “orang kaya berhati emas” jadi “orang kaya kikir”)

                                     ***

Lalu kulihat penggemis itu bangkit,kuikuti penggemis ini.Dia berjalan dan terus berjalan.sampai lah dia disisi kota.Disitu ada sebatang pohon yang rindang.Dan banyak anak-anak pinggir kota yang bermain-main dan bekejar-kejaran kian kemari.Lalu dilemparnya uang yang diberikan oleh orang kaya itu,ke tanah.

Lalu dia memejamkan mata,pura-pura tidur.Lalu seorang anak yang sedang berlari melihat uang itu, mengambilnya dan memasukkan kedalam sakunya.

Ternyata orang kaya itu melihat kejadiaan ini.Dengan marah dia berkata “Apa? Uang itu kamu buang begitu saja?Tuh sekarang sudah diambil orang?

Lalu pengemis itu berkata”Saat kita masih membuka mata(hidup) kita bekerja setengah mati,ngak berani memberi pertolonggan,serakah,kikir dan tidak pernah puas.Tapi,pernah kah  terpikir oleh Tuan,saat kita menutup mata(mati),semuanya adalah milik orang lain,kita tidak akan membawa satupun dari harta kita itu”.

Orang kaya itu terkejut mendengar penjelasan pengemis itu!Lalu pergi meninggalkan pengemis itu tanpa meninggalkan sepatah kata pun!

Mungkin malu dengan keadaan dirinya!

Atau mau merubah dirinya menjadi sosok yang berbeda?

                                    ***                        

Akupun meneruskan perjalananku.Sebuah pelajaran menarik telah aku petik.Sebuah pelajaran dari seorang pengemis.