By Aling

Besok hari minggu,libur.Wah paling senang.Jika hari minggu atau hari libur kami selalu merencanakan jalan-jalan bersama.Kami punya teman sekitar 16 orang.8 orang laki-laki dan 8 orang perempuan.Kami bukan sepasang-seapasang tapi  hanya teman.Kami paling kompak baik disekolah maupun diluar.

“Besok mau kemana nih?”, kata Sendi memecahkan  keheningan.

Semua saling berpandangan dan angkat bahu,tanda tak ada ide.

Saya bilang ,”gimana jika besok ke pantai kakap,Ke klenteng tengah laut”.

Hampir 80% mengangguk setuju dan sisanya diam tak ada komentar.

                                         ***

Hari ini , pukul 9.00 wiba kami sudah siap-siap mau berangkat ke pantai kakap.Ada 2 orang yang blom datang.Rini dan Leo.Saya bilang,perjalanan kita searah,coba kita sekalian jalan langsung kerumah Leo,jadi kita ngak buang-buang waktu.
Akhirnya kami jemput Leo.Sesampai didepan rumahnya kami turun.

“Loh,… kok blom siap sih” kata saya setengah heran,sambil menunjukan baju yang dikenakannya.

“Aku ngak bisa pergi karena motorku dipakai abangku”,katanya memberi alasan.

“Kamu ngonceng saya,kebetulan Rini ngak bisa pergi karena mesti jaga toko mamanya”,kataku menawarkan diri

Ditengah perjalanan banyak yang kami ceritakan.

Saya bilang,”biasanya kamu dikelas diam,kok bisa banyak bicara kayak gini?”.

Dia hanya senyum-senyum yang aku sendiri tak tahu apa artinya.Gara-gara kami berboncengan hari ini ,kemudian kami jadi bahan olokan dikelas

                                       ***

Hari ini hari selasa,pas pelajaran olah raga.Kami ganti pakaian olahraga.Kelas kami buat baju khusus untuk olahraga.Pas menggenakan kaos olahraga saya sedikit heran,kok baju saya sedikit besar.

“Mungkin agak kurus kali”,kata saya dalam hati,setengah heran.

Kami latihan basket,karena satu bulan lagi akan diadakan lomba basket antar kelas.Seperti biasa saya  menuju tempat olah raga.tapi aneh tiba-tiba dapat saya rasakan,apalagi mereka seraya berbisik-bisik ,sambil senyum-senyum melihat kedatangan saya.

Karena heran saya tanya,”knapa,kok pada senyum-senyum ? Ngak pernah lihat orang cantik ya?”

Agus yang paling gila tertawanya.”Jika kalian ngak mau bilang,saya ngak mau ikut latihan basket”,kata saya pura-pura ngambek.

Tapi tak satupun dari mereka  yang mau bicara.Akhirnya,saya berjalan dan duduk dibawah pohon,kesal dengan tingkah mereka.

Tony mendekati saya,”Ton,knapa mereka tertawa sih?”kata saya hampir mau menangis.

“Ton,kamu teman paling baik saya,please bilang dong?”kataku memelas,dengan gaya mirip orang minta sedekah.

Kulihat Agus diari kejauhan menggelengkan kepala , dan menempelkan telunjuknya dibibirnya,seakan tahu apa yang aku tanya ke Tony.

Tony bilang,”Ngak ada apa-apa?”.

Tapi saya tahu ada yang tersimpan dalam hatinya,karena sahabat saya yang satu ini ngak biasa membohongi saya.

Akhirnya kucuekin semuanya,tatapan aneh mereka,cekikikan mereka.Kami mulai latihan olahraga.

Ditengah latihan  Agus tiba-tiba berkata dengan suara lantang,”eh Fany pakai baju olah raga Leo,Fany pakai baju olah raga Leo”.

Saya tersentak.(Rupanya baju olah raga kami ditukar mereka waktu saya kekantin sekolah).

“Kok bisa?”,tanyaku setengah mau nangis karena menahan malu.

Leo juga akhirnya memandang baju olah raganya.Ya inilah kejadian konyol yang dilakukan teman-teman sekelasku.Kenangan yang memalukan ,dan juga kenangan yang tak akan aku lupakan seumur hidupku.

                                          ***

Hari ini,pertukaran tempat duduk.Pak Karim mulai berkata,Tony sama Rini duduknya.Agus sama Ratna.

Lalu terdengar suara dari belakang mirip suara Rony,”Pak,Fany duduk sama Leo”.

Uh.. mukaku,tiba-tiba terasa panas dan aku yakin pasti memerah .Sialnya ,Pak Karim mengiyakan,karena menurut Pak Karim , aku adalah tukang ribut sedangkan Leo pendiam jika disatukan kemungkinan kelas agak tenang.Akhirnya saya duduk satu meja dengan leo.Setiap hari kami jadi bahan ledekan orang sekelas.Aku sih cuek aza dengan mereka,malah aku sengaja memperlihatkan tingkah bahwa aku memperhatikan Leo.Yang akhirnya membuat mereka terbiasa dan menghentikan olokan-olokan buat aku dan Leo. 

                                      ***

Hari ini Leo ngak masuk kelas.Ada rasa aneh kelas tanpa orang ini.

Sore hari saya dapat telepon dari Leo,katanya  neneknya meninggal,sehingga dia hari ini ngak masuk sekolah.

“Oh… saya turut berduka cita”,kata saya mengakhiri percakapan.

Sebulan berlalu.saya dan Leo makin dekat.Kadang jika hari minggu dia temani saya kegereja.Sepulang dari gereja kami pergi makan di sebuah cafe kesukaan kami.

                                        ***

“Hari ini ada pertandingan Tae Kwon Do, se-Kalimantan Barat.Walaupun aku sudah lama tidak ikut latihan olah raga beladiri ini,tapi olah raga ini tetap menjadi olah raga kegemaranku.

Kamu mau pergi lihat ,pertandinga Tae Kwon Do,ngak?”, kata saya memecahkan keheningan.

“Itu semua teman-teman kamu,aku tak mengenal mereka”,katanya sambil menghirup minuman kaleng ditangannya.

“Kamu kan,

 temanku,kalau saya mengajakmu, disana aku tak mungkin meninggalkanmu,dan bergabung dengan mereka,aku tetap bersamamu”,kata saya sedikit menyakinkannya.

“OOO..bagi kamu, aku hanya temanmu”,ujar Leo sambil meremas kaleng bekas minuman itu.

“Ya kamu teman saya,emang musuh saya”, ujar saya setengah bercanda.

“Bagi saya,kamu lebih dan bukan hanya sekedar dari teman?”,katanya dengan tampang serius.

“mmmm………………”,saya diam,karena kalimatnya, yang barusan,membuat aku melonggo.

“Apa kamu ngak tahu ,ngak ngerasa ,perhatianku  kekamu berbeda dengan yang lain?”tanya Leo sambil memandang ku.

Akhirnya dia pegang tangan saya,dengan serius dia menatap saya,seraya berkata”Fany, saya mencintai kamu!”

Saya diam,ngak tahu mau jawab apa.Walaupun saya juga tahu, api cinta itu juga sudah mulai tumbuh dihatiku.

“Mau kah kamu menerima cinta saya ?”,katanya mengulang pertanyaannya,aku tersentak dari lamunan.

Hanya anggukan kepala yang mampu  aku lakukan,karena ngak satu katapun dapat keluar dari mulut saya.Mulutku seakan-akan tertutup rapat-rapat.Pelan-pelan segurat senyum terlihat dirawut wajahnya.

“Jangan bilang teman-teman “,kataku kemudian.

“Saya belum siap,menghadapi reaksi mereka,bisa-bisa terjadi gempa disekolahan,kalau mereka tahu”,kataku menjelaskannya.

Dia menggangguk,seraya tersenyum.

                                    ***

Sepulang nonton pertandingan Tae kwon do.Kami makan di sebuah cafe untuk merayakan hari jadi kami.

“Cinta pertama yang kualami dalam hidupku dan kuharap juga yang terakhir”,kata Leo seraya mengunyah makanan.

Hanya seulas senyum,yang aku berikan sebagai jawaban atas perkataannya itu.Padahal biasanya saya orang paling banyak bicara .

Dalam hati saya pun berkata ,”akhirnya kutemukan dan kulabuhakn cinta pertamaku pada armada Leo,dan kuharap separuh hatiku yang kutitip padanya,dapat dia jaga baik-baik”.

Setelah kami selesai makan,Leo mengantarkan saya pulang,saya menawarkannya masuk,tapi dia bilang udah larut malam,lalu dia permisi pulang.

“Hati-hati dijalan”, ujar saya serasa engan berpisah.

Malam ini terasa susah tidur,kata-kata yang diucapkan leo terasa tergiang terus ditelinga saya.Inikah rasanya orang jatuh cinta?Inikah gaya orang kena penyakit asmara?

Tapi ,karena capek akhirnya aku tertidur pulas.Kubawa kedalam  mimpi,CINTA PERTAMA ini.

Catatan :Ada aku ubah sedikit,setelah aku dapat koment dari sahabatku Mbak Wyd..thanks komentnya!