by  Aling

Dalam kehidupan manusia, yang dibutuhkan oleh manusia tidak hanya kenikmatan materi yang berada   diluar sana, manusia juga sangat membutuhkan hiburan ,perhatian yang berasal dari lubuk hati.

Tengah malam buta,rumahku digedor2 oleh orang.Dengan sedikit rasa malas aku terbangun.”Siapa yang  diluar?”itu kalimat yang keluar dari mulutku. Saya tetangga sebelah,nyonya Lim.Saya lalu membuka pintu.”Ada apa” tanya saya sedikit bingung melihat  ekspresi wajah nyonya Lim,yang tamapak tegang.”Maaf ditengah malam mengganggu tidur anda” ujar  Nyonya Lim.Saya bilang,”tidak apa2?” Saya mau tanya,”apa golongan darah kamu?”.Saya bilang golangan darah saya A.Wah maukah anda membatu  saya tanya nyonya Lim sedikit tegas.Saya bilang “knapa?” Anak perempuan saya yang pertama melahirkan,dan pendarahan,memerlukan darah.Dia golongan darah A.”Maukah kamu membantu kami?”ujarnya sedikit memelas. Tanpa pikir panjang,saya ganti baju dan mengikuti nyonya Lim kerumah sakit. Setelah diperiksa tidak ada masalah,darah saya diambil,krg lbh sekantong 500cc.Kemudian saya diberi  minum segelas susu.Perawat bilang jangan bergerak  banyak,duduklah sebentar,beristirahat. Lalu Nyonya Lim menghampiri saya.Memberikan saya sebuah amplop”Saya bilang apa ini?” Nyonya Lim bilang hanya sekedarnya” Nyonya Lim,saya membantu kalian bukan mengaharapakan imbalan,saya ikllas!Ngak semua  bisa dihargai dengan uang” Nyonya Lim terdiam.terima kasih banyak.Jika tidak anak saya tidak tertolong.karena rumah sakit tidak  mempunyai stok darah A.Karena darah saya tidak cukup. Sambil tersenyum saya tepuk2 pundaknya sambil berujar “Tuhan kasih saya darah cuma2,maka jika saya bisa ,saya akan membantu sesama.Apa yang telah saya lakukan orang lain juga dapat melakukan dalam kondisi seperti ini.” Saya bahagia bisa membantu keluarga Nyonya Lim.Nyonya Lim berbahagia sekali.Dan terus menerus mengucapkan  terimakasih.

Segala sesuatu hal yang kecil, asalkan kita memberikan kepada  orang lain dengan tulus, hal itu dapat  menjadi suatu kebahagiaan yang sangat besar.

Kebahagiaan yang sejati bersumber pada pengorbanan kita terhadap orang lain. Jika seseorang dapat berbuat sesuatu dalam batas kemampuannya, dengan sikap dan hati yang tulus memberikan perhatiannya pada orang lain, maka dengan mudah kita akan merasa dan mendapatkan kebahagiaan itu.