Kita sering mengganggap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita adalah  “rencana Tuhan”

Kita tidak boleh menyerah pada takdir yang absolut.Kita tidak boleh duduk-duduk saat peristiwa-peristiwa buruk terjadi, saat usaha kita mengalami kegagalan, saat masa sukar menghampiri kita. Kita harus berjuang untuk memperbaiki situasi dengan melakukan tindakan supaya terjadi perubahan. Kita mesti berjuang!!!

Setiap kejadian akan mengalami peluang untuk berubah dengan segala resiko. antangan selalu ada. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita harus memahami bahwa kebahagian dan kemuraman adalah skenario kehidupan yang mesti kita alami. Kita adalah pemeran utama bagi nasib kita.

Setiap kejadian ada hikmah yang dapat kita petik. Setiap kejadian adalah guru terbaik. Orang harus lebih dulu merasa kelaparan sehingga bisa menghargai makanan, harus terlebih dahulu merasa kedinginan baru bisa memahami kehangatan, mencicipi yang pahit baru bisa membedakan yang manis, menderita baru tahu arti bahagia.

Disinilah kita belajar, kita diproses, kita ditempa, kita dilatih untuk  menjadi sosok yang kuat,s osok yang tegar sosok, yang lebih baik.

Misalnya kita mengalami 10 kali kegagalan. Setidaknya kita udah belajar 10 kali. Dan kita tidak akan melakukan kegagalan ini dikemudian hari.

Tapi ada orang baru gagal 2 kali, 3 kali menajadi putus asa, merasa diri tidak berguna, merasa diri kalah. Dan berkata inilah nasibku.Terlalu dangkal cara berpikirnya.

Coba kamu bayangkan, ada orang cacat,d engan segala keterbatasan fisik yang mereka miliki, mereka juga bisa sukses. Mereka juga belajar dari kegagalan-kegagalan yang ada. Mereka tekun dan punya semangat yang tinggi.

“Sukses adalah sebuah perjalan, karena itu TIDAK ADA orang yang GAGAL di dunia ini… yang ada hanyalah mereka yang memilih untuk BERHENTI lebih cepat”.

Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan kita. Ketahui dan pelajarilah kelebihan kita. Galilah potensi yang kita miliki.