Bunga Rindu Di Sandaran Bintang


Kata Pengantar dari Editor Kurniawan Junaedhie

Bunga Rindu di Sandaran Bintang
(Kumpulan Puisi Kwek Li Na)
118 hal + x
Cetakan Pertama, Agustus 2010

sudah beredar di beberapa Gramedia di Jabodetabek dan Taiwan
atau bisa di pesan melalui email saya : kwekliena@yahoo.co.id

Dalam blognya, ia menulis: “Saya bermarga Kwok (baca dalam bahasa Mandarin) atau Kwek (baca dalam bahasa Hokkien). Bernama Li Na. Dalam bahasa mandarin penulisannya 郭 莉 娜 . Yang berarti, sekuntum melati yang putih, indah, harum mewangi.” Kenapa bukan Mawar? Mengutip pepatah, ia mencoba menghibur diri bahwa, wanita tak perlu secantik mawar, cukuplah secantik melati yang tak berduri.

Dia lahir di Semitau, Kalimantan Barat, dengan nama panggilan, A Ling, nama kecil, sekaligus nama yang dikenal keluarga dan teman-teman dekatnya.

Dimanakah Semitau? Kalau kita menyimak literatur, maka daerah itu merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bahasa aslinya, adalah bahasa Dayak. Orangtuanya sendiri berbahasa Khek dan di rumah ia lebih banyak berbahasa Dayak Kapuas Hulu. Dengan demikian, ketika ia menulis puisi dalam bahasa Indonesia, bisa dipastikan ia menulis puisi tidak menggunakan bahasa ibunya.

Jadi darimana A Ling punya kecakapan menulis puisi, tak ada data yang jelas, misalnya apakah ia mewarisi bakat seni dari orangtuanya atau ada kerabatnya yang jadi seniman. Ia hanya mengatakan dalam blog itu, bahwa “saya suka membaca apa saja sebagai ilmu dan pengetahuan, membuat dan mendengar kata-kata mutiara, puisi, sangat menyenangi dan mengetahui, hal-hal tentang kesehatan, kecantikan, fashion dan juga perjalanan-perjalanan ataupun tempat wisata yang menarik…” Jadi, boro-boro kita bisa menemukan jawaban, kenapa ia bisa menulis puisi dalam bahasa Indonesia sementara ia juga saat ini tinggal bersama suaminya di Taiwan.

Apakah ini berarti ia menulis puisi dengan bermodalkan bakat alam? Yang pasti, bakat kepengarangannya, cocok dengan bunyi sebuah ramalan yang dibacanya (kemudian dicatat baik-baik di halaman FB-nya). Menurut ramalan itu, ia cocok di dalam pekerjaan sebagai pengarang, atlit, penerbit, serta dapat pula sebagai mubaliq. Perhatikan, kata ‘pengarang’ itu.

Tapi yang jelas menakjubkan, sebagai orang kelahiran Semitau, yang menyelesaikan D3 di ABA di Pontianak, sempat merantau ke Brunai Darusalam sebagai TKI (hanya sebentar) dan tinggal di Taiwan, bahasa Indonesianya memang terbilang cukup memadai, meski tentu saja vocabulary-nya tidak sekaya orang yang hidup dengan tradisi berbahasa Indonesia. Tapi justru di situlah keunggulan Kwek Li Na sebagai penyair berbahasa Indonesia. Kata, frasa, majas dan metafornya bersahaja. Tak ada kesan bermegah-megah dalam membangun imaji-imaji puitik dengan kata-kata arkaik atau sebaliknya kata-kata dahsyat yang melambung-lambung seperti halnya banyak dilakukan penyair modern masa kini. Pesannya lugas, tidak ruwet, dan kaya dengan perumpamaan-perumpamaan cerdas yang mengingatkan saya pada puisi-puisi Cina klasik.

Buku ini memuat sebanyak 107 puisi Kwek Li Na. Melalui buku ini diharapkan Anda bisa lebih dalam mengenali anak kelahiran Semitau itu secara lebih utuh sebagai penyair.

****

Endors dalam buku Bunga Rindu Di Sandaran Bintang :

Gerak gerik rindu seperti itulah yang menghiasi 107 puisi dalam naskah buku puisi penyair Kwek Li Na ini. Ada satu puisi di sana yang membuat saya terdiam, lama menatap tiga baris kata yang yang diberi judul dengan ketepatan isi puisi: paceklik. Tiga baris puisi yang memancarkan dengan jelas kerinduan untuk melihat manusia berbahagia. Tapi manusia tak juga berbahagia. dan ketakbahagiaan itu dengan sepenuh tenaga puisi dicatat oleh sang penyair ke dalam kata-kata yang begitu kuatnya.//Mata petani basah/Menghitung biji padi/ Gagal panen. Terhadap baris kata seperti itu, orang tak perlu lagi puisi dalam arti: membentukkan kata kata yang indah dalam bahasa – bahasa puisi. Tapi hidup itu sendiri sudah mengeluarkan dari dalam tanahnya sendiri keindahan itu – keindahan dari kata kata yang kita putar menjadi begitu berdetaknya kenyataan dalam hidup. Begitu mengharukan betapa nasib orang orang yang gagal. seperti nasib pak petani di sana:
gagal panen. gagal panen yang menyembunyikan serangkaian nasib pilu dari akibat kegagalan semacam itu.
(Hudan Hidayat, Pengamat Sastra)

Karya-karya puisi Kwek Li Na merupakan karya yang dilahirkan dari: sentuhan akan keindahan kata, pengalaman oleh sensasi rasa, kecerdasan di antara kekayaan filosofi, dan imajinasi yang sarat dengan
selera terbaik. Buku ini sangat layak untuk diapresiasi oleh berbagai kalangan sastrawan, budayawan, dan masyarakat luas umumnya.
(Leonowens SP, Esais dan Sastrawan Dunia)

Sejak mengenal Li Na di Facebook, aku sudah merasakan bahwa aku telah bertemu dengan penyair yang nekat. Keranjingannya menulis puisi, dan sekali-sekali prosa, setiap hari, dan membaginya kepada teman-teman lain, benar-benar menunjukkan bahwa Li Na memang berbakat dalam penulisan. Produktivitas dalam menulis puisi telah menghasilkan ciri tersendiri, baik tema maupun diksi yang khas. “Tak habis cinta Kau urai dengan kata.Tak kering rindu Kau deret dengan bahasa.” Aku pun terpaut hati dengan puisi-puisi alit Li Na yang sangat liat dan imaji yang dalam. Terkadang Li Na takpeduli pada irama puisi, tapi di sinilah kenekatannya. Puisinya mengalir lepas dan menyentuh.
(Zulfaisal Putera, Pengamat sastra, Guru di
Banjarmasin)

Selain tentang cinta dan kerinduan yang kental, puisi-puisi Kwek Li Na juga peka terhadap lanskap sosiologis. Demikian juga imaji yang disajikannya mengerubung dan mengalir lancar sehingga makna puisi sampai pada muara dengan solid. Seringkali puisi Kwek Li Na membuat kita terkejut hanya dengan sebarisan kata yang sederhana.
(Susy Ayu, penyair)

Buku yang telah terbit :

~Antologi Puisi Merah Yang Meremah (bersama 10 penyair)
~Antologi Perempuan Dalam Sajak (bersama 9 penyair)
~Himpunan Puisi Padang 7,6 SR bersama Solidaritas 25 sastrawan
~JEJAK PARA KAUL I bersama 16 penulis dari Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk gempa Padang.
~ Buku Puisi Tunggal, Bunga Rindu Di Sandaran Bintang

11 Tanggapan ke “Karyaku ( BUKU)”

  1. Hotma di Hita L. Tobing Berkata:

    Hebat ya. Selamat atas bakat dan berkat yang berlipat-lipat

    @ makasih sobatku, suport dan doa2nya.

  2. nucreativa Berkata:

    wah udah lama ga mampir ke sini. eh tau-taunya mbak udah ngeluarin buku aja. selamat y mbak

    @ A Ling : Makasih. saya juga sudah jarang buka blog.

    salam persahabatan selalu.

  3. agust hutabarat Berkata:

    kmarin saya pengen beli buku ini di gramedia, tapi stok lagi kosong,,
    sekarang blum sempat ke gramedia lagi…
    ternyata mbak Li Na yang nulis ya…
    salut…
    salam kenal…

    @ A Ling : kemarin di Gramedia mana? kalau memang susah boleh pesan lewat saya via email. makasih.

    salam persahabatan.

  4. hudan hidayat Berkata:

    halo aling saya senang ketemu blogmu ini yo. salam kawankyu hehe hh

  5. hudan hidayat Berkata:

    tumben kyomenkyu masuk hehe puluhan tahun tak pernah masuk tapi kali ini masuk karena cantumkan email rupa na hehe

  6. Togar Lubis Berkata:

    selamat ya mbak atas terbitnya buku kumpulan puisi mbak. saya salut dengan Mbak Lina yang sama sekali tdk melupakan NKRI. salam

  7. acheng Berkata:

    wah…cece Li na, adik akan mencari buku ini^^
    penasaran kali mau membacanya…
    ckckckc
    jia you^^

  8. Ferry Berkata:

    aku harus menyisihkan uang jajanku untuk membeli buku ini, nanti.

  9. Gerry Berkata:

    Hebat…sebagai orang kapuas hulu, aq jadi ga sabar mau beli bukunya. (Kwek Lina _ bintang di atas kapaus_sempurna)… selamat ya..

  10. Subhan Zein Berkata:

    Salut! Saya sedang mencoba membuat Antologi Pantun dan Antologi Puisi. Sepertinya saya perlu belajar banyak dari Kwek Lina.. :-)

    Subhan Zein

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.