KAU DAN HUJAN
/1/ HUJAN RINDU
sisa hujan semalam
mengenangi jalan
namun kerinduanku padamu tak pernah tenggelam
ia abadi sepanjang kenangan
/2/ BAHASA HATI
selalu kuingat hadirmu
saat hujan menguyuri tubuhku
dengan bahasa hati
kau hangatkan kembali jiwaku yang kuyup
/3/ SAKSI SEBUAH PERTEMUAN
aku senang hujan
mengingatkan sebuah pertemuan
saat air mata berguguran
awal kita bejumpa direkat takdir kehidupan
/4/ KAU DAN HUJAN
kau laksana hujan
menyembunyikan airmataku
supaya tak terlihat orang
di dadamu
haru ku tumpah ruah
/5/ RAHASIA
rahasiamu
senilai hidupku
janjiku padamu
saat untuk kesekian kali
kau menemani
aku menerobos hujan kenyataan
Taiwan, 6 April 2011
****
WANGI LANGIT
37 tahun silam
kau kertas kosong
lahir dari rahim semesta
ber-ayah seni
ber-ibu cinta
menjadi manusia
Sang pemberi nafas memberimu multi talenta
lewat suara
dengan puisi
serta cintamu yang beraroma laut tak bertepi
dan wangi langit yang tak ternoda
kini hidupmu penuh makna
menjadi cahaya orang-orang di sekitarmu
Di hari jadimu, kusaring doa dari mentari, cahaya bulan, kasih dunia, semoga semua mimpi-mimpimu digenapiNya.”SELAMAT ULANG TAHUN JULIA!”
Seisi dunia bahagia karena kehadiranmu
Taiwan, 8 April 2011
****
BUNGA KATA UNTUK SAUDARAKU ARDI NUGROHO
aku berjam-jam hanya merenung
memohon angin meminjamkan aksaranya
berharap musim-musim menjadi patuh
tuk’ kupintal menjadi rangkaian bunga kata
yang mengisahkan kelahiran dan kehidupan
di hari mengulang kehadiranmu
aku berjam-jam hanya merenung
menggeluti bait-bait puisi
membariskan senyum, perhatian dan kerinduan
di hari yang senantiasa membawa luka menyelinap pergi
berganti wajah hari yang berbalut doa dan bahagia
sehingga seisi dunia mengarahkan satu pandangan
memancarkan satu ucapan “SELAMAT ULANG TAHUN”
hanya ke satu tempat
hanya ke satu hati
:untukmu
Taiwan, 12 April 2011
****
MALAM PECAH
di luar jendela
suara begitu gaduh
entah bunyi apa
bukan angin, bukan pula hujan
teriak, tuduh dan maki
berterbangan memenuhi bumi
hati tak lagi terkendali
logika terbakar emosi
saat kuhampiri
suara-suara itu lari
tiba-tiba ruang menjadi senyap
meninggalkan amis yang pekat
aku hanya mengangkat bahu
tak mengerti
senyum yang kutebar apakah mirip bayangan hantu?
mereka buru-buru pergi menembus malam yang pecah
Taiwan, 17 April 2011
****
NAFAS MALAM
/1/ malam tak lagi bernafas dengan paru-paru
tak pula dengan insang
ia bernafas dengan puisi-puisi cintaku
/2/ malam dalam diam
memantulkan bayang-bayang
cinta kasih manusia semoga tak terbelah-belah
oleh emosi, iri, dan perang
/3/ kau bagai malam
merangkul kesedihanku
yang malu terlihat siang dan orang
/4/ aku cinta malam
seperti aku nyaman di hatimu
rasaku tak takut hangus dibakar siang
/5/ kau memang bukan malam
karena kau yang membuat duniaku
senantiasa terang
Taiwan, 17 April 2011
*****
JALAN PATAH
Jalan di depanku tiba-tiba patah
entah karena waktu menua
atau angin tak berjiwa
tak sadar aku terhentak
melihat tanah meretak
dan merasa asing di antara jiwa-jiwa yang saling berteriak
aku menangis tanpa airmata
rinainya mengaburkan pandangan
pedih menusuk dada
seakan-akan terlempar ke sebuah jurang
aku kehilangan daya
logika lumpuh seketika
di lelap malam kulihat jembatan dari surga
sahabat-sahabatku melalui doa-doa mereka
meminta padaNya mengirimku semangat langit menyala
hingga saat aku terjaga
luka telah menepi dari jalan hidupku
dengan langkah pasti dan senyum di hati
kumulai kembali menganyam mimpi
Taiwan, 19 April 2011
****
AKU BUKAN KARTINI
aku bukan Kartini
bukan pula Cut Nyak Dhien
namun aku sama dengan mereka
cinta Indonesia meski jauh dari persada
aku tak perlu diam-diam menulis dan sekolah
juga tak perlu berperang melawan penjajah
aku dengan rasa dan cara-cara sederhana menjadi perempuan biasa
berharap api semangat mereka menyala di dada
aku hanya setetes air
menyatu dengan luka yang mengalir di atas takdir
merangkum senyum sekali pun di lingkaran getir
karena ku tahu dunia tak seindah anyelir
Taiwan, 20 April 2011
*****
LAGU ANAK NEGERI
ada lagu panjang
suara anak-anak bimbang
kemana doa-doa berumah
kenapa mimpi-mimpi mereka dijarah?
ada lagu panjang
melolong di malam yang garang
ketika was-was menjadi nafas
kemerdekaan dirampas
ada lagu panjang
tirani kian tegak dan jalang
nurani mati mendadak
setan terbahak-bahak
: masihkah semua diam tak berontak?
Taiwan, 23 April 2011
******
AIRMATA ILALANG
panjang jalan kutempuh
kaki pun hampir melepuh
seribu cerita kuseduh
pintu takdir angkuh
nasib baik terasa jauh
di tepi jalan anak-anak kelaparan mengaduh
di tengah kota seorang pelacur dibunuh
di sunyi malam nyawa janin luruh
nurani bergemuruh
airmata satu-satu jatuh
bunga musim setia menemani aku menua
kawan satu-satu datang dan pergi entah kemana
suka dan duka menjadi kenangan yang terpahat di jiwa
hujan panas dan angin dengan caranya berbicara
di selembar kehidupan dengan ilalang kutulis kisah-kisah manusia
Taiwan, 28 April 2011
*****
NASIB TKI
TKI mengetuk langit
pintu takdir pongah
seakan tak punya tempat bagi mereka
TKI mengadu ke agency
bukannya diberi jalan
disuruh sabar atau diacam dipulangkan
TKI memohon ke majikan
perlakukan mereka seperti manusia
uang bukankah tak bisa membeli hak-hak mereka?
TKI mengadu ke negara
sampai jasad kaku
masalah mereka belum dijamah juga
kemana mereka mesti pergi?
ketika semua sudah anti peduli
ah! kaburkah pilihan terakhir menyelamatkan diri?
Taiwan, 29 April 2011
*terinspirasi dari berita 11000 orang TKI “kaburan” di Taiwan
*****
BURUH KEHIDUPAN
Dengan segala hormatku kupersembahkan kepada semua buruh di dunia dalam rangka menyambut hari buruh (1 Mei) :
ketika di negeri sendiri
tak bisa mengais rezeki
bukan berarti kami mati
bermodal keyakinan penuh di hati
pergi belayar ke sebuah negeri
menerjang badai yang tak berhati
melawan angin yang tak bernurani
untuk mengantongi pengalaman dan buah mimpi
kaki mulai diayunkan
dengan mengucap “Bismillah!”
atau “Dalam namaMu!”
kata spirit yang menjadi kekuatan
semoga dalam perjalanan
cahayaNya tak lelah menuntun
dalam pekerjaan dibukanya pintu kemudahan
berharap butir-butir kepedihan menjadi bulir-bulir kesuksesan
kami menukar tenaga dan kemampuan
untuk sebuah sebutan ” buruh kehidupan”
kami TKI
memiliki semangat tak pernah mati
dengan berasas kejujuran
menantang segala rintangan
karena kami yakin suatu hari
panji pemenang sejati di tangan kami
Taiwan, 30 April 2011
di hari mengulang kehadiranmu
berganti wajah hari yang berbalut doa dan bahagia
:untukmu
bukan pula Cut Nyak Dhien
namun aku sama dengan mereka
cinta Indonesia meski jauh dari persada
juga tak perlu berperang melawan penjajah
aku dengan rasa dan cara-cara sederhana menjadi perempuan biasa
berharap api semangat mereka menyala di dada
menyatu dengan luka yang mengalir di atas takdir
merangkum senyum sekali pun di lingkaran getir
karena ku tahu dunia tak seindah anyelir
20 November 2011 at p11 03.18
Yaa…… Inilah bahasa Hati yang takkan pernah habis di makan api… Bahkan semangkin menjadi jadi…..