Oleh kwek Li Na
Dalam puisi itu
Kurapal mantra hatimu
Kujadikan setiap kata pantulan jiwa
Sehingga bayangmu terlihat di sana
Cermin zaman bisa retak
Namun puisi akan tetap beranakpinak
Kata akan selalu disetubuhi…disemai bibit keyakinan diri
Sehingga puisi akan terus dan terus bertunas lagi
Manusia dan puisi
Ibarat dua sahabat sejati
Yang tak akan bisa terpisah lagi
Hingga sang energi mati
Dan kita menjadi bangkaibangkai
Yang tak berarti
Taiwan, awal Juli 09
terinspirasi oleh karya Yayan Rozaq Triyansyah yang berjudul “Nostradamus”
dapata dibaca juga di FaceBook
Kurapal mantra hatimu
Kujadikan setiap kata pantulan jiwa
Sehingga bayangmu terlihat di sana
Namun puisi akan tetap beranakpinak
Kata akan selalu disetubuhi…disemai bibit keyakinan diri
Sehingga puisi akan terus dan terus bertunas lagi
Ibarat dua sahabat sejati
Yang tak akan bisa terpisah lagi
Hingga sang energi mati
Dan kita menjadi bangkaibangkai
Yang tak berarti
dapata dibaca juga di FaceBook
2 Juli 2009 at p07 03.18
Puisi tentang puisi yg betul2 puitis
2 Juli 2009 at p07 03.18
percumbuanku dngan puisi kemarin belum sempat.karena gadis paras senja itu masih saja menggodaku
3 Juli 2009 at p07 03.18
sebuah puisi berjudul puisi?
wah baru ini…
berarti saya kurang bersahabat sama puisi ya, nggak bisa saya menjalin kata jadi indah seperti ini
3 Juli 2009 at p07 03.18
terkadang puisi dapat menjadi ruh bagi perjalanan kehidupan ini..
4 Juli 2009 at p07 03.18
Puisi bisa menyejukkan hati dan juga bisa mengiris hati,pedih,perih yang menyebabkan pembacanya merintih.
Maju terus dengan puisi-puisi yang sarat makna.
Salam dari pakde di Surabaya.
4 Juli 2009 at p07 03.18
yaya…
5 Juli 2009 at p07 03.18
Aku dan puisi
mungkin tiada lagi mengikat siri
karena dalam puisi
sering menyingkap rahasia hati
8 Juli 2009 at p07 03.18
Wow.. puisinya manis banget.. makasih buat keindahan ini..
13 Juli 2009 at p07 03.18
Wah..
Makin hari kata2mu makin bagus sahabatku Aling..
I like this poem..