Oleh kwek Li Na
Cintaku
Terselip di kantong bajumu
Tat kala mata kita, tak segaja beradu
Saat api cinta membakar jiwa
Tradisi, membelenggunya
Di antara gulungan ombak
Rinduku terhempas dan retak
Saat tubuh dan janinku, kau nilai seperak
Seikat rasa
Kutitip pada dunia
Seuntai kenangan
Kubawa ke khayangan
Aku mati
Ditemani rasa sunyi
Dibalut syair-syair dzikir
Yang menghantarku pergi
Taiwan, 080609
ps = Terinspirasi dari nasib TKW .
Terselip di kantong bajumu
Tat kala mata kita, tak segaja beradu
Saat api cinta membakar jiwa
Tradisi, membelenggunya
Rinduku terhempas dan retak
Saat tubuh dan janinku, kau nilai seperak
Kutitip pada dunia
Seuntai kenangan
Kubawa ke khayangan
Ditemani rasa sunyi
Dibalut syair-syair dzikir
Yang menghantarku pergi
10 Juni 2009 at p06 03.18
terhempas sepi juga
10 Juni 2009 at p06 03.18
apakah rasa itu akan tetap ada? akankah kenangan itu hilang di telan waktu?
demi masa yang lebih indah.
nb: cuma itu yang aku bisa maklum ga gitu ngerti puisi ^^. Btw karya2 sejati yang indah, salut buat senior nih heheheh…
10 Juni 2009 at p06 03.18
terpana
dalam untaian katamu
di selimut kabut khayalmu
10 Juni 2009 at p06 03.18
masgul hatiku
diribaan marcapada
tunduk hening gulana
10 Juni 2009 at p06 03.18
ada award mbak.. hehe
http://hanjaya839.wordpress.com/2009/06/04/arrggghhh/
11 Juni 2009 at p06 03.18
aduh…..,jangan sampai terhempas nyawaku !
Relasi dan rasa saling percaya hanya mungkin terjadi kalau kita :MEMBUKA DIRI,MENDENGARKAN DAN MENGHARGAI PERBEDAAN.
ayo sahabatku Lina,mulailah dari hal2 kecil seperti memberi senyuman,menegur,berkunjung,berdialog.Dibalik selubung iman hanya ada sinar kesatuan antara manusia dengan Tuhan.
doaku selalu”jangan terhempas”.amien.
11 Juni 2009 at p06 03.18
Salam..
Puisi ini benar-benar menggugah.
12 Juni 2009 at p06 03.18
waduhhh ce…
sedih banget sich…
13 Juni 2009 at p06 03.18
lama gak kesini
gimana kbrnya