22 Februari 2009
Ragukah, Kita Akan Keberadaan Tuhan ?
Posted by kweklina under Curhat, GORESAN, Kehidupan, Renungan[197] Comments
22 Februari 2009
* Benarkah Allah itu ADA ?
* Manusia ciptaan Tuhan yang sempurna atau tidak atau isi postingannya ringkasannya menurut saya adalah, “APAKAH TUHAN SEMPURNA ?”
Jujur membuat saya tergelitik untuk memberi komentar. Dan juga ingin tahu bagaimana komentar dari anda semua.
Sebenarnya siapapun berhak menganggap Tuhan itu ada atau tidak, sempurna atau tidak, benar-benar ada atau hanya pikiran kita yang menghadirkan keberadaanNYa.
Kita semua memiliki hak yang bebas untuk percaya ataupun tidak akan keberadaanNya ?
Dibanding anda semua, saya bukan apa-apa, apalagi ahli agama ataupun sejenisnya. Saya juga manusia yang lagi mencari sisi kebenaran dari jawaban, komentar ataupun pengalaman anda semua, dan kuharap anda semua mau berbagi.
Kalau menurut pemikiran saya, BAGAIMANA, saya percaya akan keberadaan Tuhan, yaitu kepercayaan dalam hati bahwa Dia ada titik, tanpa ba bi bu ataupun embel-embel.
Tapi, ada 2 pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada mereka yang bertanya, “Apakah Tuhan itu benar ada?”
2 pertanyaan itu adalah :
~”Apakah anda semua percaya saya (Aling / Kwek Lina) ada?”
Padahal rata-rata dari anda, tak pernah bertemu/bertatap muka dengan saya, berjabat tangan dengan saya ataupun melihat saya dengan nyata ?
kalian mengenalku dari komentar, dari sahabat blogger ataupun dari tulisanku.
Padahal apa yang Tuhan tunjukan untuk meyakinkan kita akan keberadaanNya lebih dari apa yang aku tunjukkan.
Semoga pertanyaan pendek ini, mampu membuka hati kita semua, bahwa Tuhan pun begitu, tak perlu kita bertemu kalau hati kita percaya Tuhan itu ada.
Ini adalah cara saya sebagai orang yang dangkal akan pengetahuan agama dalam mengambarkan kepercayaan saya akan keberadaan Tuhan.
~~”Bisahkah kita menjelaskan, rasa sakit dicubit atau rasa jatuh cinta ?
Begitu juga keberadaan Tuhan, saya rasa juga sulit untuk kita jelaskan, kita ungkapan bentuk, rupa dan apa dan siapa dia ?
Tapi kita dapat merasa sakit dicubit, sakit putus cinta tau bahagia karena cinta.
Semoga ada yang mau memberikanku gambaran dan penjelasan yang lebih detail, dan kita diskusi sama-sama.
Ada yang bilang ada.
Dan ada yang bilang tidak ada kerena Tuhan itu, menurut mereka adalah… hanya suatu zat yang MAHA yang diciptakan manusia sendiri. (ini aku lupa baca diblog mana, ntar aku cari lagi kalimat ini darimana asalnya)
Walaupun aku sering mendengar kalimat ini, “Tuhan ada, jika kita menganggapNya ada dan tidak ada jika kita menganggapNya tidak ada.
Ayo, bagaimana menurut anda semua? Penasaran nih
22 Februari 2009 at p02 03.18
Itulah kenapa percaya kepada Tuhan di sebut iman. Kalo saja Tuhan bisa begitu saja kita lihat, dengar, sentuh, atau terbayang dalam pikiran kita, mungkin orang akan menyebutnya logika, bukan iman.
Salah satu tantangan terbesar iman adalah karena tidak terjangkau dengan logika. Betapapun banyak pendeta, ustadz, atau brahmana mencoba menjelaskannya sedekat mungkin dengan logika kita, pada dasarnya iman memang tidak terjangkau dengan logika, terlalu jauh dari indera kita, dan tak terlintas bentuknya dalam imajinasi kita.
Kita hanya diharuskan untuk percaya. Beriman kepada Tuhan kita masing-masing.
Aling :
Thanks buat komentarmu, yang cukup bijaksana.
22 Februari 2009 at p02 03.18
kalau blue sih yakin Tuhan itu ada dalam segala apapun juga……..dan emang Dia ada kan,sahabat?
salam hangat selalu dari blue
Aling :
Ya..Blue.
Saya juga percaya Tuhan itu ada.
22 Februari 2009 at p02 03.18
Lha, kalau Tuhan tidak ada apakah alam semesta ini ada dengan sendirinya?:)
apakah alam semesta ini tiba-tiba langsung tercipta tanpa ada penyebab dan penciptanya? Apakah bisa terjadi dari sesuatu yang hampa/tidak ada menjadi ada?
Batin manusia merasakan bahwa di luar dirinya ada suatu kuasa yang lebih hebat dan lebih berkuasa dari dirinya sendiri. Itulah sebabnya mengapa timbul agama.
Ada orang yang percaya dengan teori darwin. Katanya manusia dari monyet, lalu monyet dari mana? lalu hewan yang menjadi monyet dari mana pula??? Bingungkan?? he..he..
Aling :
Setiap manusia memiliki pemikiran dan alasan yang berbeda-beda.
Itu juga yang membinggungkan saya hehehe…
22 Februari 2009 at p02 03.18
kalau bicara zat Tuhan keknya mang sulit banget buat di buktikan. tapi ada zat ada juga sifat. zat biasanya erat sekali hubungannya dengan rasa sedangkan sifat berhubungan dengan indera.
ringkasnya akan sulit sekali menjumpai api karna yang ketemu cuma cahaya dan panas nya api.
begitulah kira2 pendapat saya yang nggak begitu ngerti benar masalh ini, huhuhu baru ertama ke sini dah dapat postingan yang bikin kepala migren. huhuhuhu
Aling :
Huhuhu…komentarmu juga membuatkutambah migren…
komentmu boleh juga!…sambil kita tunggu komentar yang lain.
Thanks sudah mampir…senang bisa menjadi sahabatmu.
22 Februari 2009 at p02 03.18
Menurut saya bahwa ternyata keberadaan Tuhan itu ternyata hanya dalam imajinasi saja. Seperti halnya imajinasi saya mengenai keberadaan seorang Aling.
Aling :
Thanks buat komentarmu.
22 Februari 2009 at p02 03.18
bagi manusia yang ber iman tentulah tuhan ada.
Aling :
saya… percaya Tuhan itu ada.
22 Februari 2009 at p02 03.18
Tuhan ada di hati kita masing-masing, ruh-Nya bersemayam di dalam diri kita.
Kita lah wakil Tuhan di muka bumi. Kemampuan yang kita miliki adalah kemampuan Tuhan, meskipun tentu saja dalam batas-batas kita sebagai wakilnya.
Kalo saja Tuhan tidak ada, kemampuan apa yang akan kita miliki ?
Aling :
Thanks buat tambahan penjelasan yang kudapat dari komentarmu.
22 Februari 2009 at p02 03.18
Ada yang tau apa itu cinta?
Adakah yang sudah bertemu cinta?
Apakah anda merasakan keberadaan cinta?
Dimanakah cinta itu berada?
Maka Tuhan ada disana
Aling :
Oke…sambil nunggu penjelasan yang lain nih.
Makin bigung juga nih hehehe..
22 Februari 2009 at p02 03.18
Tuhan Ada.
22 Februari 2009 at p02 03.18
Membuktikan Tuhan itu Ada, tentu harus mengenalNYA…dan salah satu tekhnik untuk mengenalNYA adalah mengenal diri sendiri….
Siapakah Kita sebenarnya?….apakah rambut,mata,hidung…or complexs…
Maka jika ada rambut yang di potong,atau anggota tubuh yang terputus dari badan….
Maka yang terpisah dari tubuh adalah benda mati….Padahal semua yang nampak di tubuh kita adalah benda mati…berasal dan kembali ke tanah..
segitu dulu….ntar disambung..jika diperlukan…
22 Februari 2009 at p02 03.18
mbak aling, ikutan komen yah…. andai Tuhan ada dalam dimensi ruang dan waktu, maka Tuhan akan sama dengan makhluknya… maka Tuhan tidak ada dalam ruang dan waktu yang sama dengan ciptaanNya. (iman kepada hal ghaib). dalam Islam ada dua rukun yang menjadi dasar ajaran. rukun Islam dan rukun Imam. disalah satu rukun Iman adalah Iman kepada Allah. Iman kepada Allah didasari atas kenyataan adanya mukjizat berupa Al-Qur’an sebagai way of the life…. jadi kalau ingin mengenal siapa Tuhan yang sebenarnya, maka bagi umat Islam silahkan untuk mempelajari Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh…. (aduh, kepanjangan yah komen nya….??? nice post mbak..)
22 Februari 2009 at p02 03.18
Tuhan itu ada di dalam kehidupan (keimanan kita masing masing),percaya atau tidak Tuhan itu ada tergantung dari kapasitas keimanan kita,dan kalau saya pribadi Tuhan Yang Maha Esa itu ada dan saya menyakininya ssuai dengan agama saya (Islam) seperti komentar kenusi50 saya setuju dengan beliau.Keyakinan saya akan keimanan yang saya anut merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar tawar dan merupakan pedoman dalam menjalankan hidup dan berkehidupan dan nilainya lebih tinggi dari apapun juga…..,salam mbak Aling maaf dah lama gak kemari (karena keterbatasan saya).Kondisi Fauza Syahfitri keadaannya baik…………
22 Februari 2009 at p02 03.18
Simpel aja sih… Udah dijelasin di postingan mbak tuh… Aku sama sekali nggak ragu akan eksistensi Tuhan. Bahkan semakin yakin dari hari ke harinya, bahwa Dia ada dan sangat sempurna!
Nah, seperti itu juga keberadaan Tuhan. Tuhan juga sebenernya ngeblog lho, tapi blognya nggak kayak kebanyakan… Lihat aja di sekeliling kita, pemandangan alam yang indah, buah-buahan yang lezat, lautan, manusia, binatang dan lain-lain.
Itu semua postingan (ciptaan) siapa sih? Pemandangan indah yang sering dikomentarin orang setiap hari, makanan enak-enak yang sering disantap setiap hari, dll. Tentunya semua jawaban itu akan berujung pada Tuhan yang memposting (menciptakan) semua itu dalam realita sehari-hari.
Hehe… analogi yang membingungkan ya, mbak..
Ya begitulah kalo manusia mencoba mendeskripsikan keberadaan Tuhan, pasti rumit, muter-muter dan membingungkan. Karena, iman (kepercayaan) nggak akan sepenuhnya bisa dijelaskan oleh logika (akal sehat).
23 Februari 2009 at p02 03.18
kalau bicara Tuhan memang agak kurang pas mungkin kalo dibayangkan dengan logika manusia. tapi secara naluriah….naluri ketuhanan itu ada pada manusia, kepercayaan bahwa ada sesuatu yang lebih dari manusia, awal dari segalanya, yang memegang kehidupan ini,….semua sebenarnya adalah naluri yang telah ada sejak kita lahir.
semenolak-menolaknya orang akan keberadaan Tuhan, saya yakin pasti ada bagian kecil di hatinya yang meyakini keberadaan-Nya. cuma kecil sekali…
saya cuma bisa meyakinkan diri saya sendiri saja, bahwa Tuhan itu ada…
23 Februari 2009 at p02 03.18
kalau saya percaya akan ada nya tuhan
23 Februari 2009 at p02 03.18
Sebenarnya postingan saya temanya bukan menyangsikan keberadaan Tuhan, tapi menyangsikan klaim manusia bahwa ciptaan Tuhan yg bernama “manusia” tidak sempurna. Jadi, ga bisa dikategorikan meragukan…
Bisa sebutkan contoh apa-apa saja yg Tuhan tunjukkan tsb sehingga meyakinkan kita??
23 Februari 2009 at p02 03.18
hehehe …. ternyata seorang Aling tergelitik juga untuk mermbahas Dia …
menurutku Tuhan memang ada …. hanya saja Tuhan yang bagaimana yang kita yakini ada …. apakah yang pencemburu …, yang welas asih …. atau dewa perangnya kaum seberang ???, atau memang yang setia dan jadi pelindung kita …??? hehehe …. migruen
kalau aku percaya, salah satu angel nya adalah Aling …..
23 Februari 2009 at p02 03.18
Percaya kepada Allah termasuk didalam rukun iman bagi umat islam, nah jika tak percaya Allah, jangan ngaku beriman aja kali yaa dan jangan marah kalau dibilang tidak punya iman….
, bersyukurlah bagi kita yang percaya Allah (Tuhan), jadi kita termasuk orang yang beriman…
23 Februari 2009 at p02 03.18
Percaya dong, krn saya pernah di telepon hahaha…
23 Februari 2009 at p02 03.18
@Nelson Saragih
Nah, anggap saja saya ini org yg baru mau mengenal Tuhan, trus saya bertanya,”Apa buktinya alam semesta ini karya cipta dari Tuhan? Apakah ada ciri2nya atau tanda tanganNya di situ?”
Kalo hanya sekedar jawaban,”Siapa lagi yg punya kuasa sehebat itu utk menciptakan alam semesta kalo bukan Tuhan?” —> itu sih bukan jawaban tapi bertanya pada diri sendiri hehehe…
**Saya bertanya begitu krn pertanyaan aneh itu akan selalu muncul dari dasar hati, walaupun secara umum org mengabaikan krn takut dianggap murtad. Tapi kalau setiap pertanyaan diabaikan krn takut, maka umat manusia tak akan pernah berkembang se-modern sekarang ini. Jadi mari kita berdiskusi tanpa klaim murtad dan sebagainya **
23 Februari 2009 at p02 03.18
Ada dong… percaya 100%..
24 Februari 2009 at p02 03.18
ada ..titik
24 Februari 2009 at p02 03.18
Kalau Tuhan ada (bahkan memiliki atribut Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Baik, dll), kenapa di bumi ini masih ada kejahatan dan penderitaan?
24 Februari 2009 at p02 03.18
Frozen…
Tanpa negatif …positif takkan jalan…
Hitam dan putih….
Kita harus mengenal pencipta yang Maha berkehendak…….
Kalau tak bisa berkehendak semaunya terhadap ciptaannya…apakah masih dibilang Pencipta namanya…DIA yang Ciptakan(mengadakan) maka tentu saja berlaku Kuasa akan kehendaknya….oooo kejam….apakah kita mau bilang Harimau Kejam membunuh Kijang…jangankan pencipta…kita saja terhadap barang milik kita berlaku kehendak memakai semaunya…mobil mau diganti olinya apa kagak kek..mau dicuci apa kagak kek..malah pembikin Mobil ini di demo ama Ban ,kenapa diletakkan dibawah dan stir mengeluh kena bantingan tangan manusia…hhhhh
kejahatan…adalah satu jalan yang gelap…menempuh dunia ini…
Maka kebaikan dapat menghindari kejahatan….
dgn mengenal apa itu kejahatan …kita tahu apa itu kebaikan…
dgn mengenal kejahatan ..kita tahu apa resikonya…
segitu dulu kalau kurang jelas tanyakan lagi…
24 Februari 2009 at p02 03.18
jika tuhan ada . . .
maka manusia bagaikan budak atau pion catur,
jadi mengapa kita ada kalau kita tidak ada hak atas diri sendiri?
protes ke tuhan ya percuma,
dia maha mendengar, tapi ga mau dengerin protes kalo kita tuh pengen gerak ndiri
nah itu kalo tuhan ada . . .
emm—
emank bener, kalo kita tuh bole percaya bole ndak <== saya suka pendapat ni
tapi coba liat para pemuka agama yang muarah bangetz waktu ada orang bilang tuhan tu ga ada . . ..
emmmm . . . ni bisa jadi pertimbangan kalo :
tuhan tu ternyata bikinan manusia
nah, kalau orang-orang ga pecaya tuhan tu ada, mau makan apa para pemuka agama!?!
hehe . . . maaf ya kalo tulisan saya agak sembarangan
pendapat saya = tuhan tidak ada
24 Februari 2009 at p02 03.18
@Moglista
yap benar….Makhluk adalah Budak….ABDUN
Protes….bukan tak didengar…cuma kita tak mau mendengar jawabannya atau solusinya
hhhh…
Tak mengakui DIA ada ….Pencipta nggak rugi kok…
Berarti anda mengakui secara tak langsung Alam ini ada TIBA2
Sama dengan meja di depan anda datang sedetik itu juga secara tiba2…
Anda pesulap yach…cuma nanya…?
25 Februari 2009 at p02 03.18
Terima kasih atas kunjungan Anda yang hangat, Mbak. kita sahabatan, ya.
Salam
Sholahuddin
25 Februari 2009 at p02 03.18
Kalau menurut pemikiran saya, BAGAIMANA, saya percaya akan keberadaan Tuhan, yaitu kepercayaan dalam hati bahwa Dia ada titik, tanpa ba bi bu ataupun embel-embel.
=================================================
oke,..
adakah anda tidak menyadari, siapa yang menggerakkan anda untuk menulis itu?
anda ada,titik..
25 Februari 2009 at p02 03.18
Saya percaya adanya Allah, bahkan ketika saya berbuat dosa, saya teringat padanya
semoga saya bisa memperbaiki diri
@Moglista
26 Februari 2009 at p02 03.18
Kalau saya pribadi percaya seribu persen kalau tuhan itu ada….
Karena saya yakin dan percaya akan keberadaannya….
26 Februari 2009 at p02 03.18
keragu-raguan tentang adanya Allah menandakan seberapa tebal keimanan kita kepada Allah…
kalau ada yg mengatakan Tuhan itu adalah dzat yg dibuat oleh manusia, terus siapa yg menciptakan langit dan bumi ini..??
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman :
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” ( Surat Yunus ayat 3 )
Smoga dengan ayat ini lebih meyakinkan kalo Allah itu benar2 ada, tidak ada keragu-raguan lagi..
Salam kenal ya mbak…
27 Februari 2009 at p02 03.18
wach””plezetan mao nongol disini mau bikin kezutan.
Tuhan itu kejam nggak sich?seenaknya aja masukin orang ke neraka
Tuhan itu diktator kan?berkehendak semaunya.
wua.ha.ha.ha.
salam.
plesetan nggak memelesetin
27 Februari 2009 at p02 03.18
Setiap orang yg”berbudi luhur “seharusnya mempercayai bahwa Tuhan itu ada,kalau tidak namanya bohong……..
Hanya tataran pemahamannya yg sering berbeda,karena tingkat daya nalarnya tidak sama.
Untuk itulah diperlukan IMAN [inipun juga dipengaruhi background yg berbeda pula dari masing2 orang]
KOMUNIKASI ADALAH SESUATU YG SANGAT PENTING DALAM SETIAP HUBUNGAN,LEBIH2 HUBUNGAN ANTARA ALLAH DAN ORANG2 YANG MENGASIHINYA.
masing2 orang bisa merasakan keberadaan Tuhan/tidak ???hal itu tergantung dari iman mereka.
Allah itu berbicara melalui firmannya & tanda2 alam.Ambilah waktu untuk mendengarkan-Nya. Berkat Tuhan selalu.
27 Februari 2009 at p02 03.18
Saya setuju dengan Pendapatnya Mbak “kellyamareta”…
Tuh komentar yg paling atas…
27 Februari 2009 at p02 03.18
Salam Damai dan Cinta Kasih
Wah… Kasian betul Tuhan ya…Tarik sana Tarik sini
Akal manusia terbatas ntuk mengenal Sang Maha Pencipta
Didalam keterbatasan kita ditahan untuk tdk berlebih2an “berprasangka” kpdNya
Untuk menjaga agar jangan sampai kita mengaku Sang Maha Pencipta
Hati ataukah akal atau mungkin keduanya dasar pengakuan kita “percaya” Tuhan
“TUHAN itu tidak ADA”
didunia ini tuhan saya adalah EGO
didunia ini surga saya adalah harta yg berlimpah
didunia ini neraka saya adalah Sedih dan Susah
didunia ini syetan saya adalah penebar kebencian
didunia ini malaikat saya adalah Penebar Cinta Damai
didunia ini agama saya adalah berkarya dan berbuat dalam kebajikan
didunia ini keyakinan saya adalah……..(jwb sendiri2 yaa…….)
Selamat Mencari Jalan “PULANG”
Mohon dimaafkan atas kalimat yg kurang berkenan
Please….
27 Februari 2009 at p02 03.18
@Plesetan
Hmmm baca commentku : http://kweklina.wordpress.com/2009/02/22/ragukah-kita-akan-keberadaan-tuhan/#comment-2652
Atau Dialogku : http://jockerkosong.wordpress.com/tentang-aku/#comment-60
Saya coba ntuk menjelaskannya..
Kejam = jika ada 2,3,4.maksudnya.ada yang disakiti,direndahkan,dll
Kalau cuma ada 1 pencipta.dimana letak kejamnya.
Ciptaan punya DIA kok.mau diapaen kan terserah DIA.DIA yang punya.
Anda punya keyboarrd di depan computer anda.apakah anda tak kejam si keyboard merasakan pedihnya tonjokakkan jari anda.hhhhh..silahkan kembangkan.
Yang jelas masalah Neraka ataupun Surga.diciptakan atau disediakan untuk ciptaanya.woih….disediakan bro….tinggal milih…kehormatan tuch..coba nggak disediakan….mau kemana lu…di dunia aja kalo ada yang menyediakan buat kita suatu tempat entah berbentuk rumah,hotel dll.wach kehormatan tuch..cuma disuruh milih mau yang gampang tapi tak berbintang lima (or tak mewah or juga kelas melati yach dll).sama yang lengkap or complexs dech ada ac ada room servist dll dech,cuma usaha dikit ntuk menempuh kesana,jalannya berliku2 banyak rintangan dan godaan dll dech…
@SumEgo
Wah… Kasian betul Tuhan ya…Tarik sana Tarik sini
jawab :
Loch kok anda bisa tahu…….???hhhh..canda.
pencipta takkan rugi kok walau ciptaanya membangkang semuanya.wong DIA juga kok yang kasih program membangkang.Kalau bukan DIA,siapa lagi???memangnya ada pencipta selain DIA?lanjut :
Akal manusia terbatas ntuk mengenal Sang Maha Pencipta
Didalam keterbatasan kita ditahan untuk tdk berlebih2an “berprasangka” kpdNya
jawab :
Wach anda secara tak langsung mengakui pencipta yang tak sempurna.Keterbatasan…berarti penciptanya terbatas toch…nggak mampu menciptakan sempurna.apa pencipta tak sempurna?Ma’af bagi saya pencipta sempurna, bagi kita diberi kemampuan untuk mengenalNYA.mao dipake apa kagak …itu terserah pada pilihan kita.lanjut:
“TUHAN itu tidak ADA”
jawab : tapi pencipta adakan???hhhh…anda mau mengakui meja di depan anda ada secara tiba2 ?berarti sama dgn Alam ada tiba2?lanjut :
didunia ini tuhan saya adalah EGO
jawab:defenisikan donk apa itu EGO.
didunia ini surga saya adalah harta yg berlimpah
Jawab: benarkah itu…???harta tak pernah cukup loch…anda dituntut untuk selalu menambah dan menambah…itukah yang dinamakan surga?
didunia ini neraka saya adalah Sedih dan Susah
jawab:apa hanya itu saja?
didunia ini syetan saya adalah penebar kebencian
jawab:wach dach ketemu setan yach?kabuuuuuuuurrrrrrr.hhh canda.apakah ajakan memperkosa termasuk kebencian??dll masih banyak tuch
didunia ini malaikat saya adalah Penebar Cinta Damai
Jawab : wach dibuku2 banyak tulisan seperti penebar cinta damai .malaikat tetaplah malaikat.Buku tetaplah buku.manusia tetap manusia.
didunia ini agama saya adalah berkarya dan berbuat dalam kebajikan
jawab:semua agama begitu…berarti anda beragama semua agama di dunia.
hhhh…emangnya kita tak boleh dialog ya…kok mintak ma’ap
28 Februari 2009 at p02 03.18
Thanks buat semua komentar yang menjadi masukan buat saya pribadi…dan saya tidak akan menanggapi komentar satu persatu seperti postingan sebelumnya, karena keterbatasan waktu.
Kalau menurut saya…
~@buat semua
apapun yang terjadi, yang akan terjadi “kita pribadi” adalah yang memegang peranan terpenting untuk berpikir untuk melakukan ataupun tidak dan kita juga yang akan mempertanggung jawabakan semua yang kita lakukan, yang suatu saat akan dinilai dengan hukum karma atau Hukum sebab akibat.
Hukum Karma adalah hukum yang menetapkan hubungan sebab dan akibat, perbuatan dan hasil. Hukum Karma bukan hukum balas dendam. Hukum Karma menjamin berlakunya keadilan dalam kehidupan manusia. Tanpa keadilan semacam itu hidup didunia tidak ada gunanya.
Hukum Karma membuat orang harus mengambil tanggung jawab atas nasibnya sendiri. Karma membuat kita mengambil tanggung jawab aktif untuk merubah dan memperbaiki hidup kita sekalipun untuk itu kita harus menghadapi kesulitan.
seperti dalam ajaran kristen, “apa yang kita tanam itulah yang kita tuai”
~@Ayruel Chana
thank buat penjelesan-penjelsannya…jangan segan-segan ya untuk berbagi
~@moglista dan Frozen
andai saat kita menderita, sakit, ingin keinginan kita terpenuhi, semua menjerit memanggil Tuhan,wuh sedemikian banyak manusia dengan sedemikian banyak penderitaan, permintaan dan keinginan, gimana Tuhan menanganinya? .
dan kadang yang satu minta ini dan yang lain justru berlawanan, berbeda ataupun bertentangan. saya yang mikir aja migren
Tapi jika semua penderitaan dibantu Tuhan apakah manusia masih mau berusaha, apakah penderitaan akan lenyap dari muka bumi atau bahkan manusia malah meminta seenaknya, kayaknya dunia malah makin kacau
karena ngak suka dengan seseorang, minta Tuhan menghakiminya atau jika sakit, lalu meminta, “Tuhan segera sembuhkan saya!”, atau tiba-tiba jatuh miskin, “Tuhan, buat aku kaya! “… dan berbagi permintaan lainnya!
lah…ini berarti manusia yang memerintah Tuhan…aduh tambah bingung kan ?
~@ plesetan
“Tuhan diktator” …kejam..
*Memang lebih gampang mengatakan bahwa penderitaan kita disebabkan karena kehendak Tuhan. bahwa bencana alam adalah murka tuhan. ataupun penyakit dll adalah ujian dari Tuhan.
Jauh lebih berat rasanya untuk mengakui bahwa penderitaan kita merupakan akibat dari perbuatan kita. Namun dengan mengatakan bahwa Tuhanlah penyebab dari penderitaan kita, kita telah melemparkan tanggung jawab kita kepada Tuhan. Dengan kata lain kita sebenarnya menuduh Dia bekehendak sewenang-wenang dan tidak adil.
MANUSIA selalu ingin melihat atau melempar kesalahan yang dilakukannya pada sesuatu, ataupun orang lain bahkan Tuhan, Tapi tak pernah brani mengakui semua itu terjadi karena perbuatan dan kesalahan manusia.
misalnya contoh yang mudah, andai manusia, tak sembarang menebang hutan, tak membuang sampah sembarangan dan lain…bencana tak mungkin terjadi.
Keegoisan , sikap mementingkan diri sendiri yang membuat manusia melakukan hal-hal diatas, manusia sendiri yang kejam, yang mau menang dan enak sendiri lalu melempar tanggungjawab keorang lain
@ sum ego
Agama adalah suatu ajaran yang dibuat manusia untuk dijadikan suatu ajaran, supaya kita belajar tentang kebaikan, ketulusan cinta kasih. Agama hanya sebuah sarana kita untuk mengetahui kebaikan dan kebajikan, tetapi semua itu berbalik kekita sendiri mau atau tidak melakukan ajaran itu.
~@ buat semua
tetap terus berdiskusi…
pemilik blog …sambil menyiapkan minuman, kripik singkong, kacang tanah goreng atau rebus, kopi, teh…pokoknya jangan segan-segan ya…nikmati apa yang tersedia hehehehe…
kalau ada kekurangan dari komentarku ini, mohon petunjuk dari anda semua, yang baik hati
28 Februari 2009 at p02 03.18
Hehehe….. “Membaca tulisan” saya aja msh “diinterogasi”
Apalagi ntar ketemu TUHAN Sang Maha Pencipta sempet “interogasi” nggak yaa…Hayoooooo
P-E-A-C-E kabur dulu ah…..(cari frekuensi)….ntar lanjut lagi
28 Februari 2009 at p02 03.18
@ayruel chana
Jadi ingat..mengapa nggak diciptakan dunia yang damai aja ya?DIA kan bisa menciptakan sekehendaknya?apa DIA kurang ilmu ntuk menciptakan dunia yang damai?gue tunggu nich jawabannya.
trust Pencipta apaan nich maksudnya?pencipta lagu,lukisan dll?
@kweklina
Intinya kan tetap DIA yang menciptakan.entah negatif atau positif.lach emangnya DIA hanya pencipta Positif aja?Berarti ada pencipta yang lain dunk?
@smua
kita cuma diskusi bukan debat.
28 Februari 2009 at p02 03.18
Wuiiiiiiit ngerem dulu ternyata frekuensi dah sama…..Kalimat yang sangat bijaksana
Mohon izin minum plus makan hidangan cemilannya
eh sekalian buat bekel dijalan hehehe boleh to….hehehehe.
Continue “Flying” the Ego
PEACE
28 Februari 2009 at p02 03.18
Percaya kalo tuhan itu Ada walapun kita belum pernah melihatnya !! setuju ma mas p3ny0 ( coment 31)
28 Februari 2009 at p02 03.18
saya sangat percaya akan keberadaan tuhan, dan sangat setuju dengan pendapat kakak kellyamareta, salam kenal untuk semua….
28 Februari 2009 at p02 03.18
@Plesetan
Hhhh..kok loe yang ngatur pencipta.
Och…bukannya nggak bisa bro tan…Pencipta sanggup untuk membuat alam yang damai impian loe.tapi belum loe lalui tuch alam…loe mau…gampang kok..modalnya cuma Rp 1000, gini..loe mampir ke warung..trust loe beli yang bermerek gillete..berbentuk silet…hhhh…loe iris dach nadi loe…selesai.loe akan ketemu ama alam impian loe.atau loe mau yang nggak bermodal uang..gampang..loe tinggal naik ke gedung tinggi…loncat dech…ntar ketemu ama impian alam loe.hhhhh bercanda sich..walau bercanda seribu makna bro tan…
Pencipta ..ya pencipta Alam lach…
@sumego
Mana egonya???
apa itu ego???
ditunggu…..
28 Februari 2009 at p02 03.18
@Plesetan
sedikit menjawab pertanyaanmu :
~Sebenarnya dunia memang suatu tempat yang damai, yang enak dihuni…manusialah yang membuatnya menjadi tak damai…ada peperangan, ada kemiskinan, ada kesusahan …ada bencana alam dll….
semua itu adalah akibat “perbuatan” yang dilakukan manusia. manusia-manusialah yang merubah bumi tidak damai.
Untung didunia blog, kita masih bisa damai hihihi…
~sebenarnya manusia lahir…bersih…polos…seperti sehelai kertai.
Dengan berjalannya waktu, manusia melakukan banyak perbuatan dalam kehidupannya. ada perbuatan yang baik dan ada perbuatan yang tidak baik. sehinga sehelai kertai itu penuh warna.
Jadi pada awalnya semua baik,…. tapi pikiran, hati , tindakan, bicara…tak mungkin tinggal diam, kadang-kadang mereka (pikiran, hati, bicara) ingin mencari tahu, ingin meniliti…yang kadang kala malah berbuat kehal-hal yang negatif (perbuatan) .ini Kalau menurut saya.
“Berarti ada pencipta yang lain dunk?”
coba kamu sebutkan ?
~Benar disini diskusi…
semoga kita bisa sama-sama mengutarakan apa yang kita pikirkan…ingat tetap berkepala dingin…kalau sudah mulai panas…ntar saya ambil es batu…kompres dulu hehehe…
1 Maret 2009 at p03 03.18
Saya percaya Tuhan itu ada, sangat percaya. Tapi…
Diantara semua komentator disini ada ga yg bisa kasih bukti bahwa Alam semesta ini ciptaan Tuhan?? Apakah ada tanda tanganNya di situ??
Aling :
waduh…penciptaan alam semesta mesti ada bukti hitam diatas putih juga ?
kalau menurutku buktinya adalah seperti yang tertulis di kita-kitab, baik kitab agama Islam (alQuran), kitab agama Kristen (Alkitab), kalau di agama Budha dan Hindu serta kepercayaan, saya ngak tahu pasti …ada tidak…
Ntar jangan sampai nanya lagi…yakinkan dengan isi kitab-kitab ? *migren*
ayo …Yang lain …kok diam.
Bantu dong kasih masukan … aling, sambil sok sibuk mempersiapkan tambahan makanan dan minuman nih…
1 Maret 2009 at p03 03.18
Salam Damai dan Cinta Kasih
Saudara Ayruel Chana yg budiman dan smua….. klo ditanya apa itu EGO bakalan puaaaanjang klo dijelasin… Lebih cepet and gampangnya search aja by Google mulai dr psikolog spiritual filosof sampek metafisik nah tinggal atur deh “frekuensinya” mau dr Bu Tika Bisono, Freud, Eckhart Tolle, Cartesian, Guru, Ghozalian etc….mana yg pas buat anda. Tapi yg perlu digarisbawahi…sy bukanlah orang yg tidak percaya keberadaan “TUHAN” (huruf besar)
Dan klo ada pertanyaan…
Ragukah akan keberadaan “TUHAN”? sy Jawab alasan apa yg membuat RAGU klo “TUHAN” itu tidak ada?
apa hanya karena hidup susah, banyaknya kriminalitas, usaha macet, ditinggal orang yg dikasihi, musibah sana sini….
Udah ah…kepanjangan ntar dilempar Bu Kweklina bs berabe..soalnya ngabisin cemilannya…Makasih ya bu hidangannya jd betah and seneng bs berbagi pemikiran (hbs ramah tuan rmhnya)… silahkan dilanjut….
Mohon Maaf bila ada kalimat yg kurang berkenan
P-E-A-C-E
1 Maret 2009 at p03 03.18
@ayruel chana
jawabannya boleh juga”tapi kok suruh gua bunuh diri.nggak ada yang laen?
Berarti kita seperti robot yach?
@Kweklina
Kweklina :
~Sebenarnya dunia memang suatu tempat yang damai, yang enak dihuni…manusialah yang membuatnya menjadi tak damai…ada peperangan, ada kemiskinan, ada kesusahan …ada bencana alam dll….
Jawab : Jadi ingat juga yang ini :
Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Lukas 12:51Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
@Kweklina
Dengan berjalannya waktu, manusia melakukan banyak perbuatan dalam kehidupannya. ada perbuatan yang baik dan ada perbuatan yang tidak baik. sehinga sehelai kertai itu penuh warna.
Jadi pada awalnya semua baik,…. tapi pikiran, hati , tindakan, bicara…tak mungkin tinggal diam, kadang-kadang mereka (pikiran, hati, bicara) ingin mencari tahu, ingin meniliti…yang kadang kala malah berbuat kehal-hal yang negatif (perbuatan) .ini Kalau menurut saya.
“Berarti ada pencipta yang lain dunk?”
Jawab : saya ambil kesimpulannya
Tuhan menciptakan manusia.
Manusia menciptakan hal positif dan negatif.
Berarti ada 2 pencipta.atau begini
Tuhan menciptakan Manusia serta seluruh programnya(baik positif maupun negatif)
Manusia menjalani Programnya.
Benar begitu?
Aling :
Bagai dua sisi mata uang, setiap manusia akan memiliki kelebihan dan juga kekurangan, mungkin kelebihan yang anda bilang hal positif dan kekurangan anda bilang hal negatif.
Tapi sisi positif tak selamanya positif atau sebaliknya…tergantung siapa yang menilai dan dibandingkan dengan apa ?
Sisi positif juga bisa berubah menjadi sisi negatif, atau sebaliknya…bersama waktu berlalu, pengalaman, pelajaran, pengamatan yang saya bilang sebuah kertas mungkin akan menjadi penuh warna…warna yang menarik ataupun warna yang suram
Berarti maksud anda, ada 2 pencipta yaitu
~Tuhan menciptakan manusia
~Manusia menciptakan program/perbuatan/sisi positif dan negatif
benarkah begini maksud anda ?
2 Maret 2009 at p03 03.18
@plesetan
jawabannya bisa iya bisa tidak..tergantung dimana diletakkan jawabannya.
2 Maret 2009 at p03 03.18
Sy akan bilang ADA titik.
Teralami 2x terhidupi dalam agama yang berbeda.
Agama terdahulu terpaksa sy tinggalkan karena alasan penyelamatan jiwa dan dalam kondisi total mencintai agama terdahulu.
Agama yg sekarang, sy jalani dengan total juga. semoga hingga akhir hayat.
Maaf tadi itu intermezzo.
Sy pernah koma berulang kali, bahkan ‘mati’. Mungkin ini yang dinamakan mati suri.
Penyakit datang silih berganti, masalah besar nyaris tak henti.
Sy baru disembuhkan Allah dari kelumpuhan, dari penyakit aneh yang teralami selama 1th dst.nya. Meski ke 2anak sy dokter yg sedang mengambil spesialist, jika sy sakit separah apapun tidak berobat medis, kecuali untuk hal tertentu yang memang dibutuhkan.
Total sy serahkah pada sang Maha ADA hanya dengan menamatkan Al-Qur’an.
Bagi yang pertanyakan pertanyaan diatas (sy salut dengan penjelasan kweklina yg sangat bagus), mari kita renung sejenak …
ketika sedang alami tsunami, kebakaran, penyakit parah, keluarga berpulang, dst.nya … siapa yang kalian panggil namanya pertama kali?
Salam hangat semuanya
Aling :
Thanks, buat mbak berkenan memberi masukan buat kami…
saya juga percaya Tuhan Ada,
tahunlalu sekitar bulan 6 2008, mamaku kena stroke…dokter mengatakan mamaku akan duduk kursi roda seumur hidup, saat itu saya ada kenalan dari friendster…orang dari salah satu agama…
mamaku dibantu dalam doa, sekarang mamaku sudah sembuh, saat saya pulang ke indonesia bulan 7 kemarin mamaku sudah sehat seperti semula.
Benar, saat kita menderita, sakit, nama Tuhan atau Allah yang selalu kita sebut, seakan-akan kita percaya Dia akan datang menolong, menjamah, menyembuhkan dan bersama kita.
Memang banyak hal yang didunia ini, sulit kita mengerti, misteri dan akan tetap menjadi misteri salah satunya “KEBERADAAN TUHAN” .
banyak peritiwa yang sulit untuk kita terima, tapi percaya apapun ada hikmah yang bisa kita petik.
salah satunyam, dari pengalaman mbak dapat jadi masukan bagi kami, terimakasih.
salam hangat persahabatan dariku
2 Maret 2009 at p03 03.18
Koreksi …
(setelah menyimak ulang judul artikel)
Sy TIDAK ragu, bahwa Tuhan itu ADA.
2 Maret 2009 at p03 03.18
@ayruel chana
lach””gimana nich””gue butuh jawaban!!!!!!!!!!
@kweklina?????
Gimana?????
2 Maret 2009 at p03 03.18
@kweklina
e..udach ada jawaban ya.dibawahnya’pantesan dicari kagak ketemu.
Gini .saya nanya kok balik nanya dgn pertanyaan sama.
tapi kagak apa2.yang saya maksudkan adalah apakah kweklina beranggapan :
Tuhan menciptakan manusia.
Manusia menciptakan hal positif dan negatif.
Berarti ada 2 pencipta.atau begini
Tuhan menciptakan Manusia serta seluruh programnya(baik positif maupun negatif)
Manusia menjalani Programnya.
berarti hanya ada satu pencipta.
so yang mana yang benar?
oh ya Matius 10:34 dan Lukas 12:51 benar nggak kayak gitu?
soalnya saya nggak ada injil tuch.gimana penjelasannya?
Aling :
Kalau menurutku :
~Tuhan menciptakan manusia…sekaligus juga dengan programnya…sisi positif dan negatif ada dalam pikiran, otak dan perbuatan manusia. Keinginan tahu manusia, kadang yang menimbulkan sisi positif ataupun negatif. Tapi Tuhan tetap memberikan manusia kebebasan untuk berpikir dan bertindak. manusia bebas menentukan dirinya. Tapi dalam kehidupan manusia tetap akan dibatasi dengan tangungjawab atas apa yang dia lakukan. atau seperti penjelasanku diatas yaitu karma.
~saya tak membahas isi alkitab…ataupun kitab lainnya…
saya hanya berharap kita bisa diskusi bukan untuk memojokan satu agama.
semoga kita bisa berdiskusi, dengan cara pikir kita.
Semoga anda bisa memahami…apa yang saya maksud. Terimakasih juga karena anda berkenan menjelaskan semua yang aku tak mengerti.
jangan segan-segan berbagi…senang mendapat kunjungan dan berdiskusi dengan anda.
2 Maret 2009 at p03 03.18
@Kweklina
Kitab2 itu kan tulisan manusia. Kalau disebut kitab itu ditulis oleh manusia yg terinspirasi oleh Tuhan… nah, apa buktinya kalo itu Tuhan yg menginspirasi dan bukan entitas lain?? Hayooo…
Aling :
Banyak hal yang sulit kita jelaskan dengan logika dan fakta…
Semoga suatu hari….dengan iman, waktu, hati nurani dan peristiwa yang terjadi mampu menggungkapakan banyak dan semua hal yang saat ini masih misteri.
2 Maret 2009 at p03 03.18
kita mengenal Tuhan karena kitab2 ….. padahal kitab tersebut ditulis oleh manusia, apalagi kita mengenal kitab tersebut sudah tangan ke berapa ….
kadang artinya sendiri kita tidak paham betul …. sehingga kadang seperti dipas-paskan hanya dipakai untuk pembenaran seatu perkara, kadang juga untuk kepentingan sekelompok orang / bangsa …., tapi ada juga yang sangat percaya dengan kesahihan kitab.
adakah seseorang yang percaya, atau mengenal Tuhan tapi bukan dari katanya kitab… atau katanya suatu pemuka agama tertentu ???
bilamana ada yang mengatakan pernah bertemu Tuhan, apakah kita bisa mempercayainya ??? atau malah memaki / memvonis bahwa orang tersebut “pasti” utusan syaiton …, atau malah syaiton itu sendiri
bilamana pendapatnya diakhiri dengan kata “titik” berarti sudah tidak bisa diganggu gugat …. sudah paten, tidak ada kekuatan apapun yang bisa merubahnya…. sampai dibawa mati.
agama sendiri …. semakin terlihat seperti MLM, cari pengikut sebanyak-banyaknya, dengan segala cara, bahkan untuk masuk surga harus dipaksa-paksa (bahkan ada yang tega membunuh yang dianggap bukan seagama), sehingga aku berpikir MANUSIA untuk AGAMA, atau AGAMA untuk MANUSIA … ??? derajat kecintaan Tuhan kepada manusia dipertaruhkan dengan agama … (versi pemikiran manusia).
jadi …. yah semakin migren deh
2 Maret 2009 at p03 03.18
@sumego
yang saya tanya bukan google.tapi anda.karena anda yang mengatakan ego tuhan anda.tolong jelaskan apa itu ego.saya bukan bertanya sama google,jelas
2 Maret 2009 at p03 03.18
Kak, sebaiknya kita mesti bisa membedakan dulu Tuhan dengan Sang Pencipta.
Jadi tolong dipelajari lebih dalam,
Tuhan = Lord = tuan
Allah = GOD = Dewa
Yang saya pelajari tentang Tuhan dan GOD itu berbeda tugas dan kapasitasnya.
Nah bingung kan?
Pencipta Langit dan Bumi ini pasti ada.
Setiap Agama memiliki Tu(h)an-nya sendiri-sendiri yang datangnya dari Satu, yaitu Sang Pencipta Langit dan Bumi.
Aling :
waduh..tambah bingung lagi saya…
bisa kamu jelaskan dimana letak bedanya antara Tuhan dan Allah ?
lalu bukankah Tuhan itu satu, kok setiap agama memiliki Tu(h)an-nya sendiri-sendiri yang datangnya dari Satu, yaitu Sang Pencipta Langit dan Bumi.
Jadi Tuhan (yang menurut kamu setiap agama ada Tuhannya sendiri-sendiri) BEDA YA dengan Sang pencipta Langit dan Bumi beda?
Jadi Tuhan yang esa yaitu sang pencipta langit dan bumi begitu ya ?
Sekarang yang kita bahas Tuhan yang mana nih ? aduh benar-benar tambah berat nih migrenku
Semoga ada yang mau memberi masukan. Thanks!
2 Maret 2009 at p03 03.18
@kweklina
Kayaknya arah dialognya mengarah pada salah satu agama.saya takkan melayani kalau itu mengarah pada satu agama apapun juga.seperti plesetan,Cy dan Ke2.saya hanya menjelaskan secara logika pemikiran manusia.Saya ambil alih menjawab pertanyaan ,kenapa Kitab.izinin yach..
@Cy dan Ke2
Kenapa Pencipta berkomunikasi dengan makluknya melalui utusan elanjutnya tertulis dalam kitab? kira2 gitu model pertanyaan nya …
Saya jawab.
Alat komunikasi yang dimiliki manusia yang terbaik adalah bahasa.
Kalau pencipta berkomunikasi sama seperti manusia,maka tak ada bedanya pencipta dan manusia.berarti sama2 ciptaan.
Sesungguhnya ada alat komunikasi terbaik bagi manusia selain berbicara dengan bahasa.yaitu bahasa hati.kita pernah mendengar seorang ibu mengerti tingkah laku anaknya walau jauh disisinya.walau tak bisa diungkapkan 100% dalam bahasa lidah atau pena.
Dan tentu saja sebenarnya ,malah ada cara berkomunikasi dengan pencipta.dan ini biasanya dijawab dalam beberapa pemahaman.walau berbeda pemahamannya nampaknya ,padahal semuanya bertujuan satu.saya kasih contoh.jika kita ingin ke jakarta dari surabaya,tersedia jalan yang banyak,dan mempunyai cara atau kendaraan berbeda2.saya rasa semuanya mengerti.
Intinya : Bukan pencipta yang tak sanggup berkomunikasi dgn makluknya,tapi makhluknya yang tak sanggup atau lalai atau sibuk akan urusan dunia.
Ok kembali akan Kitab.yang sanggup akan komunikasi dgn sang pencipta dgn sempurna dan mampu menyampaikannya ke manusia atau umat ,tentu saja orang2 yang dipilhNYA.dipilih disini tentu sesuai kriteria dll.
Maka untuk menguji kemurnian kitab tersebut(karena diselewengkan sebagian manusia,dll).tentu saja isi kitab tersebut sesuai dengan kebenaran,entah itu kata2nya,atau tidak ada kata yang berlawanan,tidak menyalahi hukum alam(termasuk tiada paksaan memasuki agama),terbukti isi dan kata di kitab tersebut dll.Silahkan test sendiri.
saya kira segitu dulu..nanti dilanjutkan jika ada pertanyaan.
@Plesetan
Kalo ada pertanyaan lagi..silahkan langsung chat sama saya di YM,Id : ayruel_chana
Aling :
silahkan…disini siapa saja bisa menjawab…thanks!
Anggap aja kita berada disebuah ruang, ada meja bundar…kita semua disini, duduk mengitari meja bundar lagi berdiksusi…semua boleh bertanya…dan siapapun boleh memberi masukan.
2 Maret 2009 at p03 03.18
@ke2
Tambahan … pisah antara agama dan pemeluknya.
kalau pemeluk salah ,belum tentu agamanya salah.
kecuali kalau agamanya salah,sudah jelas pengikutnya salah.tapi nggak 100%
pemeluk agama,belum tentu melaksanakan agamanya 100%.
atau pemahaman pemeluk beragama.skillnya berbeda2.
jadi kalau ada agama memaksakan manusia memasuki agama tersebut.itu perlu dikoreksi agamanya apa pemeluknya.
gitu aja
2 Maret 2009 at p03 03.18
He….he…ternyata Tuhan itu ada ?
3 Maret 2009 at p03 03.18
Wakakak…..AC yg rajin
EGO menurut sy = Keinginan mau jadi apa untuk apa dan bagaimana mau kemana milih apa…dengan apa yang sudah tersedia yg bisa sy pakai meraihnya.puas
3 Maret 2009 at p03 03.18
P-E-A-C-E
3 Maret 2009 at p03 03.18
ikutan nimbrung juga ahhh…
menurut aku kita gag perlu ragu lagi deh yang namanya Tuhan…
jujur ajah, orang yang bedebat dengan ada tidaknya Tuhan itu sendiri menurutku orang yang sedang mencari Tuhan…
percaya deh gag akan ada habisnya yang namanya ngomongin Tuhan Allah kita, karena memang dia gag tercapai oleh apapun juga.apalagi oleh logika kita yang dusah terbatasi oleh agama kita masing2…(sebenarnya ini koment buat koment di atass) hehe,,
jadi kalo pertanyaannya ragukah kita akan keberadaanNya? aku gag pernah ragu sedikitpun,dan kuyakin saat ini juga Dia sedang berada disampingku melihatku dan memelukku hangat. karena Dia begitu menyayangiku…
LOVE U MY LORD…
3 Maret 2009 at p03 03.18
@Sumego..
Kalau gitu :Ego berarti Keinginan : bukan Tuhan ,gitu
soalnya Ego anda yang ngatur.Masa’ Tuhan diatur..
3 Maret 2009 at p03 03.18
ayruel chana:
@ke2
Tambahan … pisah antara agama dan pemeluknya.
kalau pemeluk salah ,belum tentu agamanya salah.
kecuali kalau agamanya salah,sudah jelas pengikutnya salah.tapi nggak 100%
pemeluk agama,belum tentu melaksanakan agamanya 100%.
atau pemahaman pemeluk beragama.skillnya berbeda2.
jadi kalau ada agama memaksakan manusia memasuki agama tersebut.itu perlu dikoreksi agamanya apa pemeluknya.
gitu aja
—————
yups setuju ….. makanya kalau aku berpendapat bahwa untuk mengenal Tuhan tidak harus melalui “agama” yang sekarang ini ada …. apa anda setuju juga dengan pendapatku (bukan berarti anda juga setuju untuk mengikutiku, tidak …. hanya mau mengerti ajah….)
Aling :
wah jadi ingat nih tentang komentar-komentar sahabat-sahabatku ditulisan lamaku, salah satu koment yang sangat berkesan buat aku pribadi salah satunya adalah komentar :
@marlist
Iyah kadang aku malah berpikir lebih mulia orang yang tidak punya agama tapi percaya dengan adanya Tuhan, hidupnya baik, penuh kasih, saling membantu, toleransi, menghormati orang lain dan berkawan dengan siapapun tanpa melihat latar belakang, agama dan perbedaan yang ada.
Justru yang disebut kafir malah mereka yang fanatik agamanya secara berlebihan, membikin keonaran, menganiaya orang yang berbeda paham…..karena sebenarnya mereka menyembah agama dan nabinya bukan menyembah Tuhan.”
yang mau lihat diskusi kamu yang lama…click aja disini
http://kweklina.wordpress.com/2008/10/01/knapa-agama-menjadi-perdebatan
3 Maret 2009 at p03 03.18
@ sumego
apakah berarti ego yang berjibun ???
memang sih aku setuju dengan pendapat kamu mengenai ego
aku percaya Tuhan itu ada (sangat percaya) …., tapi
kitab suci yang ada sekarang adalah … EGO dari suatu bangsa tertentu, demi kepentingan tertentu ….. bahkan sangat pantang untuk dikritisi ….. murtad dan kafir adalah pedang yang mengerikan …. seperti virus yang menyerang langsung ke pusat otak manusia ….. sangat mudah untuk mencuci otak dan menumpahkan darah.
aku melihatnya sekarang ini agama sudah seperti politis dan selebritis …. seremonial, bahkan bisa dijadikan komoditas untuk manaikkan maupun menjatuhkan orang / golongan / suku / ras / budaya dll …… secara pelan, tapi pasti …. tanpa disadari oleh orang yang bersangkutan.
bilapun ada yang sadar …. tinggal tunjuk dan vonis sebagai kafir … syirik … musyrik maka orang tersebut akan segera dihabisi … atau paling tidak dikucilkan dari pergaulan masyarakat.
maka akupun sudah siap menerima hal itu …. bila saudaraku juga akan memvonisku, tapi mudah2an justru kita segera menyadari bersama ….
4 Maret 2009 at p03 03.18
@ Ayruel Chana
Sepertinya sy sedikit kesulitan menyesuaikan dgn “Frekuensi” berfikir saudara, jadi yang terlintas dipikiran saya hanya prasangka tebak menebak terhadap anda. Dan sy manusia yang masih merasakan sakit apabila terjatuh. Mohon maaf apabila sy tidak bisa melanjutkan diskusi dengan saudara demi untuk menjaga agar tidak terjadi ketersinggungan perasaan khususnya saya. Dan terima kasih atas segala kritik dan pertanyaanya yg membangun.
@ Ke2
Yaps betul..apa yg ada didalam “EGO” (dengan segala macam bagiannya) memang berjibun, Dalam ruang lingkup pribadi walaupun berjibun tetep saja SATU, satu dalam arti ada pada diri pribadi apakah itu nafsu, sifat, sikap kemampuan, pemahaman, ilmu dll. Selanjutnya “EGO” tersebut mau dibawa kemana dan diberdayakan untuk apa.
Menghamba kepada manusia, menghamba kepada harta, menghamba kepada perut atau menghamba kepada TUHAN SANG MAHA PENCIPTA atau bahkan semuanya, yang pasti tiap pribadi mempunyai kecenderunngan untuk mengarah kemana walaupun kadang labil.
Dan selanjutnya anda dapat mengembangkan penilaian sendiri mana EGO dalam pribadi, EGO dalam Masyarakat, EGO dalam Bangsa, EGO dalam beragama dan berkeyakinan sesuai proses hidup saudara.
Mohon maaf atas keterbatasan saya dalam berkata dan berkalimat yang kurang berkenan.
SALAM DAMAI DAN CINTA KASIH
4 Maret 2009 at p03 03.18
Ups lupa..ksh nama…
Aling :
Ngak apa-apa
*ketahuan nulis komentnya…dalam konsentrasi tingkat tinggi…sehingga lupa nulis nama hehehe…bercanda ya…
Thanks ya selama ini, anda berkenan, diskusi bersama kami, terimakasih buat semua masukan dari anda.
saya senang anda bersedia singgah disini…dan semoga anda tetap selalu berkenan mampir .
salam hangat persahabatan dariku.
4 Maret 2009 at p03 03.18
Pembahasan yang unik,…
Jika membicarakan exsistensi tertarik juga yach memberi komentar,,..
Menurutku Jika ada pertanyaan tentang existensi Tuhan mungkin lebih tepatnya adalah bertanya tentang “IMAN” sipemberi pertanyaan tanpa ba,.. bi,..bu,.. setiap orang percaya adalah orang yang beriman, hanya karna iman maka orang itu akan mengetahuinya, Tuhan adalah sesuatu causa yang prima penyebab dari segala yang ada, jadi saya, anda, kalian, mereka, ini dan itu dan bahkan si pemberi pertanyaan bisa melontarkan pertanyaan itu adalah karena causa yang prima tadi, jadi jelas Tuhan itu ada
syalom
Aling :
Thanks anda berkenan singgah…duduk bersama kami …mengeliling meja bundar diberanda rumah mayaku…
Tentang Apapun, setiap orang memiliki persepsi, begitu juga untuk menjelaskan about Tuhan…
saya cuma ingin tahu, bagaimana persepsi mereka…secara manusia…buka berdasarkan agama tertentu.
Dan masukan dari mereka , merupakan masukan buat saya secara pribadi.
saya bersyukur diblog, memang kita dapat berdiskusi dengan sangat bijaksana…dengan kepala dingin dan dari berbagai lapisan masyarakat.
Terimakasih juga buat masukan dari anda!
4 Maret 2009 at p03 03.18
@sum_ego
waahhh … sayang sekali anda tidak mau melanjutkan diskusi ini, karena saya baru mulai tertarik untuk diskusi …., anda adalah teman diskusi yang baik disini. apalagi si tuan rumah yang cantik ini juga mempersilahkan rumahnya dipakai untuk diskusi …
saya ingin mengambil hikmah dalam diskusi ini … bahwa saya ingin berdiskusi dengan etika yang santun, tidak menyerang perorangan, mengendalikan diri dan ego saya untuk tidak asal ingin kelihatan benar, arogan, mengalahkan atau cari menangnya sendiri dengan mengabaikan kebenaran dan tata sosial di masyarakat.
saya juga ingin mengendalikan ketersinggungan, keter”sakit”an hati, dendam, ingin memusuhi, atau bahkan pembunuhan karakter …. inilah yang sedang coba kendalikan dalam diri saya ini ….
dan syukur2 bilamana jawaban yang selama ini saya cari justru mendapatkannya dari diskusi kita ini….
buat si empunya rumah yang cantik dan ramah ini, terima kasih atas waktunya … dan jangan sungkan untuk “menyerang” pendapat saya yang dinilai kurang pas ….
salam untuk semua teman diskusi.
Aling :
tenang aja…saya akan usahakan juga berdiskusi dengan anda-semua…
waktu dan tempat selalu tersedia buat anda semua…
Thanks…
Mari terusin diskusi
5 Maret 2009 at p03 03.18
@Aling
Maaf yach bu,.. kayaknya aku sangat bersemangat nech,:) tapi ini kan hanya topik diskusi untuk renungan aja jadi gppkan, kita samua ba’sudara toch?… heheh
Jika ada orang yang bertanya tentang Tuhan artinya beliau sedang merasakan sesuatu tentang dirinya sendiri, bicara tentang Tuhan tidak terlepas dari Agama karena agamalah yang membicarakan Tuhan dan menjelaskan tentang keberadaannya. karena tidak ada teori humanism yang berbicara tentang Tuhan teori kemanusian hanya bebicara tentang manusia sebagai mahluk sosial “gregariousness”
saya tertarik jika anda katakan “persepsi manusia terhadap Tuhan” saya hanya ingin katakan, “percayalah manusia tidak bisa mempersepsikan “Tuhan” jadi Tuhan tidak bisa dipersepsikan atau ditafsirkan menurut sudut pandang manusia, memang benar hak setiap orang untuk mengungkapkan pendapatnya, dan justru dari pendapat2 setiap orang itulah kita mulai bisa memandang diri kita, jadi benar seperti yang ibu bilang diatas, and for me that’s no problem
Saya tidak ingin mengatakan menurut agama anu, agama ini atau agama siapa, sesuatu yang menjadi persepsi itu bukankah hal yang berwujud, berdalil, atau memiliki rasa?, jadi jika bukan hanya karena iman adakah manusia diantara kita yang pernah bisa melihat, merasakan, atau merumuskan Tuhan itu?, atau adakah diantara kita yang pernah merasa bahwa dialah yang memilih Tuhan Bukan Sebaliknya?,…
Maka jika masih diijinkan saya memberi pendapat “jangan pikirkan Tuhan menurut persepsi manusia” atau “jangan berusaha menafsirkan Tuhan”, sebab jika Tuhan melakukan hal sebaliknya,…. ???….
eh satu lagi boleh nambah yach,….
Menurutku tidak ada satu orangpun mahluk beragama yang benar jika ia hanya mencintai ego dan komunitasnya dan melemparkan amarah dan kebencian diluar dirinya, jadi sebaiknya mari kita sama2 membangun hidup damai berdampingan tanpa melihat bungkus komunitasnya,…. heheheh dilihat dari gayanya sepertinya gw orang baek nech,… tapi,… baik gak sih gw???, doain yach supaya aku baik2 saja!
thank’s for all participant
Aling :
Thanks buat masukannya.
Saya tak ingin membahas dari agama ini atau agama itu, karena saya tak ingin akhirnya malah berdebat tentang agama.
Boleh diambil dari sudut pandang agama yang anda yakini…tapi saya harap tak menyudutkan salah satu agamapun.
Benar, kata anda…dengan “Iman”…kita mengenal Tuhan.
Semoga anda berkenan menyamarkan arti iman itu sendiri ?
tapi saya sekarang tinggal disebuah negara yang agama bukan hal yang sangat mutlak bagi warga negaranya. Negara tidak mengatur agama masyarakatnya dan masyarakat bebas untuk beragama atau tidak.
kebahayakan masyarakat percaya dengan suatu kepercayaan yang disebut Tao (kalau ngak salah dalam bahasa Indonesia)
Mereka percaya adanya Tuhan dan dewa.
Ayo…kalau menurut anda hanya dengan agama dan iman , orang bisa merasakan keberadaan dan merasa Tuhan ada. Bagaimana dengan negera yang tidak memiliki agama, tapi mereka percaya dengan Tuhan.
Kalau menurut saya, hanya “Hati kita” yang mampu untuk merasakan keberadaan Tuhan itu.
Merasakan hubungan yang teristimewa antara kita dengan Tuhan, dan tak seorangpun bisa menghalang kita untuk memperdalam dan mempererat rasa ini, kecuali diri kita pribadi, kebanyakan dari kita adalah melakukannya melalui salah satu agama yang kita pilih
Agama hanya merupakan salah satu media perantara untuk kita belajar tentang Tuhan…tapi semua itu berbalik lagi ke “hati kita” masing-masing.
semoga ada tambahan yang lain…kalau ada kesalahan mohon koreksi ya !
6 Maret 2009 at p03 03.18
@tanpa nama
Kayaknya kita belum pernah berdiskusi…saya hanya menjawab pertanyaan saudara2 kita..dan juga sekedar bertanya kepada saudara2 disini.jari saya iseng nich meninju keyboard comp ku.hhhhh
@Ke2
kayaknya duluan setujunya saya daripada anda…hhhhh coba baca keatas.
Aling :
@Ayruel Chana
Yang tanpa nama itu Sum Ego…kan ada dibilang komentar dibawahnya, “ups lupa kasih nama”…hehehe..
sakit iseng meninju keyboar…ngak lihat kan?
8 Maret 2009 at p03 03.18
eh,
komen nya kok bisa banyak gitu sihh???
oea,
berhubung blog beta lagi sepi komen…
jadi tolong komenin blog beta ya…….(yg bnyk)
biar,
BETA SONDET TERLAMBAT LAGI BANTU MAMAK AMBIL AIR BUAT MANDI ADEK………
Aling :
segera meluncur keblogmu
8 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Ah hahaha… sungguh simpel anda mengetikkan kalimat seperti itu, tanpa menyadari kalau di kitab2 suci bertebaran ayat2 yg intinya “kalau tidak percaya/melaksanakan…” maka masuk neraka (pernah baca kan ttg bangsa yg tidak memeluk agamaNya di genosida/bumi hanguskan??). Bukankah itu pemaksaan terselubung?? Yang menyerang langsung secara psikologis dgn anak panah menuju titik ketakutan paling rawan dlm diri manusia?? Kalau gitu, kitab2 agama langit harus dikoreksi total dong (kan menurut anda harus dikoreksi)?? hehehe…
Saya percaya 100% Tuhan/Allah/atau apapun namaNya itu ada. Sayangnya dari hampir semua kitab suci, beberapa tindakan2Nya kontradiktif dan berlawanan dgn gelarNya sendiri (tidak usah saya sebutkan detil, anda pasti tau). Kita tidak bisa mengatakan “Dia kan Pencipta, ya suka2nya dong” karena seorang pemimpin harus memberikan contoh yg baik pada pengikutnya, dan bukan dgn model “suka-suka tergantung mood dan golongan”. Kalau bertindak seenak jidat nanti ada yg nyelutuk “Dia saja yg begitu sakti tak sanggup mengendalikan amarahNya, kok mau memaksakan kita2 ini (yg notabene kalah secara spiritual) utk melaksanakan hal yg sama”.
Apakah nasehat seorang ayah yg berjudul “jgn korupsi” akan didengar oleh anaknya sementara si bapak sendiri malang melintang “ngompasi” orang2 ???
Nah, hal-hal ini mengisyaratkan bahwa kitab2 suci (yg berisi genosida dan pembenaran golongan) itu adalah hasil karya manusia sendiri kalau kita mau menyebut Tuhan itu “Maha” dan sang Pencipta…
Apakah sebuah entitas pencipta boleh suka2?? Tentu saja boleh, tapi copot dulu itu gelar “Maha”nya.
** Hayoo, bantah pendapat saya…**
8 Maret 2009 at p03 03.18
@CY
lach..anda kok bingung…malach takut akan apa yang namanya NERAKA.
anda ini gimana…udach disediakan tempat kok malach nolak.
gini simple pemahaman..
disediakan tempat buat nginap di hotel.
tersedia 2 fasilitas yang berbeda tergantung selera.
yang satu ada room sevist ,ac..dll…
yang satu lagi …yach yang namanya klas ekonomi…
tinggal milih…
8 Maret 2009 at p03 03.18
lucu…maha itu adanya cuma di bahasa indonesia…hhh
8 Maret 2009 at p03 03.18
@cy
lach …lbih lucu lagi …
Pencipta disamakan dgn ciptaan
sadari aja bahwa anda…adalah ciptaan..bukan pencipta…so jgn bertingkah seperti pencipta…contoh anda mencontoh pencipta….hhhhh…nggak bakalan man ..nich yg loe tulis :
Saya percaya 100% Tuhan/Allah/atau apapun namaNya itu ada. Sayangnya dari hampir semua kitab suci, beberapa tindakan2Nya kontradiktif dan berlawanan dgn gelarNya sendiri (tidak usah saya sebutkan detil, anda pasti tau). Kita tidak bisa mengatakan “Dia kan Pencipta, ya suka2nya dong” karena seorang pemimpin harus memberikan contoh yg baik pada pengikutnya, dan bukan dgn model “suka-suka tergantung mood dan golongan”. Kalau bertindak seenak jidat nanti ada yg nyelutuk “Dia saja yg begitu sakti tak sanggup mengendalikan amarahNya, kok mau memaksakan kita2 ini (yg notabene kalah secara spiritual) utk melaksanakan hal yg sama”.
Apakah nasehat seorang ayah yg berjudul “jgn korupsi” akan didengar oleh anaknya sementara si bapak sendiri malang melintang “ngompasi” orang2 ???
Nah, hal-hal ini mengisyaratkan bahwa kitab2 suci (yg berisi genosida dan pembenaran golongan) itu adalah hasil karya manusia sendiri kalau kita mau menyebut Tuhan itu “Maha” dan sang Pencipta…
Apakah sebuah entitas pencipta boleh suka2?? Tentu saja boleh, tapi copot dulu itu gelar “Maha”nya.
8 Maret 2009 at p03 03.18
@Cy
** Hayoo, bantah pendapat saya…**
saya takkan membantah pendapat anda….
buat apa…nggak ada untungnya bagi saya.
9 Maret 2009 at p03 03.18
Susah dipahami ya?
Karena susah dipahami makanya DIA disebut Tuhan.
Kalo DIA masuk akal dan logika saya, maka saya akan berhenti menyebut DIA Tuhan.
(Kok malahhh ga nyambung ama yg lain yak?? biarin ahhh. hehe… Kaburrrrrrrrrrrrrrrr)
Aling :
ya…karena susah dipahami…maka saya jadiin postingan…sehingga bisa dapat masukan dari yang lain…
Nyambung atau tidak, tidak masalah…masukan darimu, akan jadi masukan buat saya pribadi…
thanks
kaburnya jangan lama,,, kapan-kapan balik lagi kesini ya
11 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Hmm.. dari komentar anda yg spt diatas ini terlihat anda sudah Adhominem dan fallacy. Memang susah kalau diskusi dgn tipe org yg fanatik dan suka fallacy.
Saya ulangi ya.., anda bilang tidak memaksa tapi kenyataannya manusia ditakut2i dgn neraka dan sebagainya. Jadi org akan dipaksa secara psikologis. Malah diancam dengan Genosida. Point itu yg saya pertanyakan
Dalam diskusi ini tak ada hubungannya antara saya takut atau tidak dgn neraka. Jadi jgn dibelokkan jadi debat kusir… Kalo anda tak sanggup jawab ya jgn fallacy
Nah, kata2 tak mencerahkan seperti itulah yg sering saya dapatkan dari agamawan2 yg level puncak sekalipun. Kental sekali kadar fallacynya, kalo tak bisa menjawab lsg menghujat. Tipikal sekali hehehe…
11 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Lucu ya?? hehe… justru itu bukankah lebih lucu kalo sang pencipta yg demikian hebat saja masih bisa emosional dan pukul rata dalam memberikan hukuman (genosida), tapi meminta agar ciptaannya bisa lebih sabar dan pengasih.
Kalo ciptaannya bisa lebih sabar dan pengasih, bukankah jadi lebih tinggi spiritualitasnya dari sang pencipta???
**Kalo ga bisa jawab jgn fallacy ya, malu dong dibaca sama yg muda2…**
11 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Saya tak mau nginap di hotel, yg namanya hotel.. kalo waktunya habis terpaksa harus keluar. Yang bintang lima dan kelas platinum sekalipun.
Saya lebih suka punya rumah sendiri. Bisa tinggal selamanya dan suka-suka gue… Rumahku istanaku…
11 Maret 2009 at p03 03.18
@cy
whhhh….intinya itu …DISEDIAKAN.
11 Maret 2009 at p03 03.18
@cy
Bisa saja saya perlebar ke arah dua kapal yang patut di naiki di tengah lautan.dan tak ada pilihan lain selain menaikinya.
atau 2 planet layak huni….
atau….
atau…
udach dech…saya bukan berdebat.buat apa perdebatan.nggak ada gunanya.
biasanya saya tak melayani kalau ntuk berdebat atau seseorang yang berpahamkan pencipta sama dgn yang dicipta .
Kalau anda mau silahkan kesini : http://suakahati.wordpress.com
11 Maret 2009 at p03 03.18
@cy
Rupanya masih ada komen di atas..
Diancam dgn psikiologis=
siapa yang terancam….
saya nggak terancam dgn psikiologis.
saya nggak terancam tuch ama neraka.
Andai ada perintah Dari sang pencipta buat saya untuk memasuki Neraka.akan saya laksanakan.apa salah mengikuti perintah komandan.
Saya tanya sama anda apa itu terancam.
Begini…..jurang itu dalam dan yang jatuh ke sana bisa mati atau luka2.lach ini secara tak langsung adalah ancaman psikiologis.jadi ngeri tuch ama jurang.jurang itu tergambar di otak saya seperti sadis tak terbayangkan.
ya …dasarnya saya yang sok hebat…nempuh juga tuch jurang…
tapi patut anda ketahui..pencipta menempatkan sesuatu pada tempatnya.
ban tak mengeluh walau di bawah dan melindas aspal.begitu juga stir tak repot ama tangan manusia.dll
Cy says:
Lucu ya?? hehe… justru itu bukankah lebih lucu kalo sang pencipta yg demikian hebat saja masih bisa emosional dan pukul rata dalam memberikan hukuman (genosida), tapi meminta agar ciptaannya bisa lebih sabar dan pengasih.
jawab:
anda ini gimana …mobil anda sendiri aja seenak jidat anda membanting stir,atau tak mengganti olinya hingga setahun dll.Mobil,,,mobil,,,gue.
lach ciptaan kan milik pencipta.
yach emang kata saya tak ada yang mencerahkan…kata anda nampaknya lebih mencerahkan,anda kan prof…mungkin juga seorang yang terhebat di dunia.
dari dulu udach saya ketik…saya hanya bisa meninju keyboard saya…wong keybord gue…nich keyboard nggak mengeluh…walau seribu kali kena tonjokkan jari saya.
11 Maret 2009 at p03 03.18
@CY
Gini aja masalah Surga dan Neraka
Penghuni surga tak cocok untuk menghuni Neraka.
Penghuni Neraka tak cocok untuk di Surga
atau begini
Penghuni surga tempatnya di surga
Penghuni Neraka tempatnya di neraka.
atau begini:
Preman cocok ama lingkungannya.
begitu juga sebaliknya
atau juga begini:
Anak Kecil berteman dgn anak kecil
Yang dewasa berteman dgn yang dewasa.
wach masih kurang tepat begini gimana:
Saya cocok disini
Anda cocok disana
wach blom juga yg ini gimana:
Pak guru mengajar muridnya
Murid belajar ke gurunya.
Wach salah sambung,mungkin yang ini:
1+1=2
1-1=0
wach lari kemana nich begini kali:
Burung terbang di udara
Ikan berenang di lautan
walach..kok nggak nyanbung sich…nanti dech saya pikirin dulu,maklum IQ saya cuma 5
i
11 Maret 2009 at p03 03.18
@ ayruel chana :
dari dulu udach saya ketik…saya hanya bisa meninju keyboard saya…wong keybord gue…nich keyboard nggak mengeluh…walau seribu kali kena tonjokkan jari saya.
jangan main tinju bro sama keyboard, ntar jarimu ga bisa mengetik buat berdebat ohya barangnya kasih gue aja. Ok ?
11 Maret 2009 at p03 03.18
AC :
“anda ini gimana …mobil anda sendiri aja seenak jidat anda membanting stir,atau tak mengganti olinya hingga setahun dll.Mobil,,,mobil,,,gue.
lach ciptaan kan milik pencipta.”
—
yah nasib … ya nasib, ternyata kita ini (manusia) hanya dijadikan objek oleh sang Pencipta, ternyata dia bukan maha pengasih dan maha penyayang …. tetapi ternyata maha seenaknya … maha semaunya
padahal kita ini makhluk bernyawa … sementara mobil kan tidak bernyawa ya ????
kok saya jadi enggak sependapat dengan kiasan tersebut ya ???
Tuhan pasti lebih dari itu, pasti sangat -sangat lebih baik dari manusia … percaya deh …hehehe
11 Maret 2009 at p03 03.18
@ semua
kalau menurutku …mudah-mudahan ngak ditonjok atau ditinju anda semua seperti keyboard hahaha.. kalau salah bantu koreksi ya!
*Tuhan adalah sebuah sosok yang kita sadari atau tidak… mampu melakukan segala sesuatu tapi tetap kadang kala, mesti melalui sebuah media yaitu manusia.
~Bencana terjadi karena ulah manusia bukan hukuman Tuhan akibat perbuatan manusia.
~Orang sakit memerlukan pengobatan …misalnya kedokter
~seseorang mau kesuatu tempat memerlukan perantara misalnya mobil, pesawat, dll yang semua itu dibuat manusia.
*Surga dan neraka
Surga dan neraka…yang kita percaya dikehidupan nanti adalah 2 tempat yang salah satunya akan kita huni.
Tuhan menyediakan 2 tempat ini, bagaimana perbuatan kita didunia, adalah karcis untuk kita membuka salah satu pintu kedua ruangan ini (saya bilang ruangan karena saya tidak tahu bagaimana sebagusnya menjelaskan).
*Tuhan kok…bertidak semena-mena ataupun seeenaknya?
Tuhan…ibarat orang tua…Dia memberi kita kebebasan untuk bertindak, dan selalu memberi kita kesempatan untuk bertobat jika kita melakukan kesalahan…
saat kita melakukan kesalahanpun, Tuhan sebenarnya ingin sekali membela kita…tapi ingat HUKUM KARMA berlaku.
seperti seseorang melakukan kejahatan…seharusnya dihukum…tapi orangtuanya malah membayar pengacara dan orang tersebut bebas dari hukuman…
tapi ingat didunia dia tidak menerima hukuman…dialam sana akan dia terima ganjaran…sesuai dengan perbuatannya…
Hukum karma, bukan hukum yang bisa ditolak atau ditoleransi…hukum ini akan terjadi sesuai nilai perbuatan kita. ataupun munkin bisa disebut hukum pasti 1+1 = 2, bukan seperti cuci foto 3X4 = 8 lembar
*Lalu ada lagi yang bertanya…saat seseorang didunia berbuat kesalahan,,,kok mesti menerima ganjaran dibumi dan alam sana…
Kalau menurutku…dunia ada hukumnya sendiri dan alam sana ada hukumnya sendiri…
Tapi…dasar manusia…ada yang yang bandel…salah…dan terus berbuat kesalahan…malah kesalahan dianggap sebuah hal yang biasa dan menjadi kebiasaan.
Contohnya :
satu kelas ada 20 murid …kalau misalnya 20 murid dalam kelas itu bodoh semua, atau nakal semua berati yang salah adalah guru yang mengajar.
tapi jika diantara 20 orang murid, 5 diantaranya adalah bodoh atau bandel …yang salah adalah murid-murid itu.
Begitu juga Tuhan dengan manusia…seperti antara guru dan murid.
Kesempatan selalu diberikan…tapi manusia malah selalu memanfaatkan kesempatan itu.
Sehingga perang terjadi…itu semua adalah akibat perbuatan manusia. Api perang yang manusia nyalakan sendiri.
Bukan Tuhan tidak mampu menghentikan…tapi manusia keluar dari apa yang seharusnya manusia lakukan ataupun berontak…
* Lalu ada yang bertanya…
“Tuhan kan Maha..sehingga mampu melakukan apapun dan segala hal”
~disini mungkin gambaran Tuhan seperti seorang Presiden…Presiden mesti mengurus begitu banyak manusia dalam suatu negara…tidak mungkin semua kebutuhan…keinginan setiap masayarakat dinegara tersebut bisa dia turuti.
Ada yang senang, Presiden memperlakukan nya begini…tapi yang lain malah tidak bisa terima.
Yang jelas, Tuhan akan mengirim banyak cara melalui orang lain untuk membantu kita…misalnya saat terjadi perang…Tuhan akan kirim negara lain untuk membantu dan mendamaiakan. saat kita lelah dan berbeban berat…Tuhan akan kirim sahabat untuk mebantu kita.
kalau menurut saya…Tuhan tak bekerja secara langsung…tapi Tuhan akan melakukan sesuatu lewat perantara mungkin melalui manusia-manusia lain.
*Apa hubungannya agama dengan Tuhan
dari agama kita mengenal Tuhan…sehingga Tuhan akan menjadi seperti sahabat buat manusia…
Contohnya : Kita semua diperkenalkan dalam wadah disini (utk contoh WordPress) untuk saling mengenal…lalu saling peduli dan saling membantu, karena misalnya setelah kita kenal , jika kita ada masalah kita bisa curhatan…lalu berbagi saran..berdiskusi…
Tapi yakinkan kamu semua saran..semua perkataan sahabatmu, cocok untuk kamu jadikan keputusan/ pilihan itu semua tergantung kemasalah kita masing-masing dan bagaimana cara kita menjalankan saran itu…ada yang sukses…. ada yang gagal…ada yang baik…ada juga yang jahat. Semua keputusan dan pilihan…kembali kediri kita sendiri.
Begitu juga hubungan Tuhan, manusia dan agama…
Tidak semua manusia cocok kan…untuk menjadi sahabat kita…begitupulah agama…
Kita berhak memilih sahabat yang cocok, yang kita senangi…seperti kita berhak untuk menentukan agama mana yang akan kita yakini.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
Mudah-mudahan ada koreksi dari yang lain…
saya benar-benar ingin berdiskusi dengan sehat… dan mendapat masukan yang berguna….tanpa kekerasan..tanpa angkat senjata… ataupun….tanpa menjelek-jelekan agama atau seseorang secara berlebihan…
Disinilah kita belajar…yang kurang bisa…belajar sama yang bisa…yang bisa menganjarakan kepada yang kurang, betul ngak?
SEmua memiliki…kesempatan yang sama…untuk berdiskusi…berbagi pendapat
***Es buah segar… aling sediakan…semoga mampu menyegarkan yang mampir kesini:lol: ***
11 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Mau pake analogi mobil lagi ya?? hehehe… ntar kalo seenak jidat banting stir trus stirnya lepas atau mobilnya ngadat krn ga ganti oli yg jgn salahkan mobilnya dong, salah penciptanya yg seenak jidat ga ngerawat tuh mobil. Anda bilang ga bisa menyamakan pencipta dgn manusia dari contoh saya yg ttg bapak koruptor nasehati anaknya itu, lha anda sendiri pake analogi mobil dan penciptanya yg notabene manusia juga… hahahah… piye toh nduk…??
Segala sesuatu tak lepas dari sebab-akibat, walaupun yg berbuat itu entitas yg punya gelar “Maha”.
Kalo anda tinju keyboard anda memang ga mengeluh, tapi suatu saat bakal rusak, rusak itu ya sama dgn protes krn terlalu kasar diperlakukan. Itulah “sebab akibat” seperti kata Aling, bukan hukuman dari Tuhan tapi akibat perbuatan manusia sendiri.
Mengenai manusia yg terlahir menderita sekali di kehidupan ini (yg anda istilahkan dgn ban mobil) itu bukan kehendak Tuhan yg seenaknya tapi akibat perbuatan buruk si manusia dikehidupan sebelumnya. Ini saya koreksi spy tak terkesan Tuhan itu seenak jidatnya.
12 Maret 2009 at p03 03.18
Aling berkata :
Apa hubungannya agama dengan Tuhan
dari agama kita mengenal Tuhan…sehingga Tuhan akan menjadi seperti sahabat buat manusia…
begitu juga hubungan Tuhan, manusia dan agama…
Tidak semua manusia cocok kan…untuk menjadi sahabat kita…begitupulah agama…
Kita berhak memilih sahabat yang cocok, yang kita senangi…seperti kita berhak untuk menentukan agama mana yang akan kita yakini.
———-
maaf Ling … komentmu kuambil sebagian untuk kutanggapi ….
iya aku setuju … bahwa agama yang memperkenalkan manusia dengan Tuhan … tapi itu dulu sekali …. saat itu pemuka agama langsung yang berhubungan dengan orang kepercayaan (nabi) sang big boss tersebut, sehingga segala sesuatu tentang big boss “mungkin” masih tidak ada distorsi.
tapi bila kita mau jujur pada hati (nurani) dan mau membebaskan pikiran kita untuk mencari-cari jawaban kenapa begini dan kenapa begitu (jangan dikekang dengan dalih ke”iman”an saja)…. maka kita akan mendapati kata-kata / ayat / sabda / hukum agama ….. yang “rasanya” sudah tidak segar lagi …. mengunggulkan bangsa dan bahasa tertentu… sama saja mengkerdilkan sang Pencipta … menunjukkan Sang Pencipta pilih kasih atas ciptaannya….. jadi inilah yang meragukan, bahwa agama / agensi sang big boss tersebut telah memelintir ayat tersebut untuk kepentingannya sendiri, agar dia (bangsa) diunggulkan.
Bila Tuhan eh Allah adalah sang Pencipta alam semesta ini …. Dia tidak akan alergi dengan bahasa jawa, cina, inggris, dayak …. dst, bahkan tanpa berkatapun Dia sudah mengerti maksudnya kita ….
akhirnya kalau aku sih bila memang bisa mengenal sang big boss tersebut tanpa melalui calo …. kenapa harus pakai jasa calo ???
kita bisa mencitai big boss dengan memelihara ciptaannya, merawatnya dengan segenap hati, menunaikan kewajiban kita dengan suka cita … dan membuat dunia ini damai dan sejahtera …. biar serasa hidup di surga ….
bila agama yang ada hanya menjadikan kita terkotak2 / tersekat2 …. karena sudah penuh dengan kepentingan …. lebih baik kulepaskan saja kurungan tersebut …. biar aku bisa merdeka dengan kebebasan yang bertanggung jawab pada sang big boss tersebut.
maka (dalam hatiku berharap) sang big boss akan berkata …. kamulah dombaku yang hilang (karena terperosok/tersesat) … telah kembali ke jalan yang benar, jangan hiraukan kotak2 yang membelenggu jiwamu, aku membebaskanmu bermain di ladangku, makanlah dan kenyangkanlah … karena dunia ini kuciptakan memang untukmu yang mau tetap tinggal di hamparan nan luas ini ….
btw … maaf Ling, aku tidak menggunakan referensi dari agama manapun, dan ngelantur terlalu panjang ya ???
salam,
13 Maret 2009 at p03 03.18
hhhh..
Lebih baik simpan aja keyboardnya dlm kulkas…och gitu..
eit..pasti salah lagi…
oooo…
simpan di lemari aja….
wach masih salah….
simpan di bank saja…
wach pasti pada nyalahin..
dach lach…aneh2 aja nich…
Aling :
Disini bukan mempermasalah…”takut disalahkan”…atau “merasa salah”…nama juga diskusi hehehe…
semua kita memiliki ide yang berbeda…atau mungkin ide yang bertentangan…satu sama lain
is oke…nama juga diskusi…kalau ide sudah sama semua..itu namanya sudah “KEPUTUSAN”
13 Maret 2009 at p03 03.18
@ayruel chana
anda ini gimana…ayruel chana
anda itu gampang disalahin kok…yach namanya juga manusia..pasti mengambil sisi kesalahan saja….
ech salah yach…ada juga kok yang sisi kebaikan contohnya CY dan kawan2…
Manusia terbaik kayaknya…
hhhhh…
lach kok mengomenin diri sendiiri…
lagian…mau mengomenin siapa?
13 Maret 2009 at p03 03.18
@ayruel chana
begini nich…..
kalau pencipta nggak bisa berbuat sekehendaknya terhadap ciptaannya….lach apa masih dibilang pencipta???
Kehendaknya pasti kehendak yang cocok alias pas alias sesuia dgn skill,kemampuan de el el…ciptaannya…
lach masih ada juga kasus kok…..
ciptaan yg ingin naik kelas ….lach lulus ujian dulu lach…
tanpa ada pengalaman dll bagaimana bisa naik kelas…
biasanya itu atas permintaan ciptaan juga…
udach lach..agak rada ngantuk nich…
13 Maret 2009 at p03 03.18
@CY
Anda sudah dapat jawabannya…
Tinggal dipahami
@Nano
oooo..diplototin aja tuch keyboard
@Ke2
Sayang itu dimana???Sayang dgn anak dgn memberi belanja 1jt sehari.bisa2bukan sayang namanya…
13 Maret 2009 at p03 03.18
@ke2
Ngak apa-apa…anda berkenan mengoreksi, komentarku…akan saya baca dengan senang hati…saya memang butuh…koreksi..tambahan dan masukan
Saya tak membantah komentar anda…karena apa yang menjadi alasannya…cukup masuk akal.
Banyak orang terlalu fanatik dengan agamanya…lalu tak mau …tak bisa bahkan tak siap untuk dikoreksi orang lain…menjadi berang…marah…sehinga justru menunjukkan keburukan yang seharusnya tak mesti terjadi.
saya orang terbuka untuk menerima saran…masukan asal memiliki alasan yang tepat…bukan koment asal-asalan tanpa pertanggungjawaban.
Disini kita belajar menjadi manusia…yang mampu mengendali diri…mampu untuk diam sejenak mendengarkan pembicaraan orang lain…menelaah dan menilai lalu memutuskan…apakah ide orang itu bisa kita terima atau tidak…semua kembali kekita pribadi untuk menentukan pilihan…diam atau membalas koment.
Contoh yang anda sebutkan…setidaknya terjadi dan berlaku dinegara yang telah saya huni 6 tahun.
Taiwan adalah suatu negara yang pemerintahnya tak mengatur masalah agama (disini tak ada menteri agama) dan KTP tak dicantumkan agama apa?
Disini setiap orang bebas untuk beragama…atau tidak…walau rata-rata dari penduduk sini…ikut TAO (ngak tahu benar ngak penulisannya dan saya rasa ini sejebis kepercayaan bukan agama). Nyatanya masayrakat sini, lebih damai dan aman dari negara-negara yang berpahamkan agama yang cukup baik.
Tapi mungkinkah hal ini terjadi diIndonesia atau negara-negara lain …karena bagi sebagian orang agama sudah seperti darah dalam nadi…atau seperti nafas dalam kehidupannya?
Memang benar kata anda…sekarang agama malah membuat manusia menjadi sekelompok2…dan yang paling parah…pembesar agama malah diperlakukan seperti TUHAN..padahal dia manusia juga kan…jika ada orang yang mengoreksi pembesar agama…wah malah terjadi perang…ataupun hujat menghujat.
Benar-benar mengbinggungkan ?
Agama…justru malah seperti UU atau rambu-rambu…harus begini…harus begitu…kalau tidak neraka jaminanmu (miripkan…kena tilang melanggar lampu merah atau rambu2 jalan…deh akhirnya)
…padahal orang yang ngomong begitu…apakah benar hidupnya sudah baik dan bijaksana ?…
Agama hanya sebagai salah satu media.. (yang belum tentu seratus persen benar ya?…) untuk mengontrol diri kita, perbutan kita…
tapi “Hati Nurani kita” lah penentu segalanya, penilai apa yang ingin kita lakukan atau tidak…menilai apa yang kita dengar , kita baca..sesuai dengan kita atau tidak ?
halah…kok jadi nyasar bahas agama…heheheh…balik lagi keawal…
“Ragukah, Kita Akan Keberadaan Tuhan ?”
Aku tetap jawab…”saya tidak ragu”…tapi apa yag ada didunia…baik agama…imam…perbuatan…semua berbalik kembali kekita sendiri untuk menelaah dan memahami lalu memutuskan langkah perbuatan yang akan kita jalani.
*makin bingung nih…hahahaha…bantu aku dong…memelas minta dikoreksi komentar bingung Aling ini
*
13 Maret 2009 at p03 03.18
@Aling,,,,,,(contoh saya ambil sisi salah saja)
aling says:
*Tuhan adalah sebuah sosok yang kita sadari atau tidak… mampu melakukan segala sesuatu tapi tetap kadang kala, mesti melalui sebuah media yaitu manusia.
Jawab : wach berarti manusia saja yach.lach berarti tuhan nggak mampu donk..kok kadangkala.sharusnya Mampu mutlak.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling : contoh-contoh dibawah ini…adalah contoh bahwa Tuhan … melakukan pertolongan melalui perantara…misalya orang sakit kita mesti kedokter…
Bukan seperti jaman dulu…orang buta disembuhkan langsung…orang mati dihidupkan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
~Bencana terjadi karena ulah manusia bukan hukuman Tuhan akibat perbuatan manusia.
jawab:
wach yang bikin manusia siapa?
aling says:
~Orang sakit memerlukan pengobatan …misalnya kedokter
jawab:
kalo memerlukan..brarti bisa jadi tak perlu..Kalau mutlaknya PERLU.
aling says :
~seseorang mau kesuatu tempat memerlukan perantara misalnya mobil, pesawat, dll yang semua itu dibuat manusia.
jawab:
ada juga kok yang nggak perlu atau mau,malach ikut juga ke tempat tersebut.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
terbang ya…kayak supermen…atau pakai ilmu supernatural ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
*Surga dan neraka
Surga dan neraka…yang kita percaya dikehidupan nanti adalah 2 tempat yang salah satunya akan kita huni.
jawab:
malach ada yang dua2nya.
aling says:
Tuhan menyediakan 2 tempat ini, bagaimana perbuatan kita didunia, adalah karcis untuk kita membuka salah satu pintu kedua ruangan ini (saya bilang ruangan karena saya tidak tahu bagaimana sebagusnya menjelaskan).
jawab:
menyediakan bagi ciptaanya,ciptaan dia yg bikin brarti dia donk penyebab awal.dgn kata lain yang memasukkan atau memberi karcis tersebut kalau ditelusuri lebih lanjut akan dapat penyebab awal.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
SAYA TULIS…TUHAN MENYEDIAKAN 2 TEMPAT…kok malah kamu bilang, “ciptaannya dia yang bikin brarti dia donk penyebab awal?”
Bingung juga neh ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
*Tuhan kok…bertidak semena-mena ataupun seeenaknya?
jawab:
kalau tak bisa apa masih dibilang Tuhan?nggak bisa berbuat akan keinginannya.wach lebih parah dari manusia.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
Wah…kok kesannya Tuhan itu kejam…sadis…banget sih ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says :
Tuhan…ibarat orang tua…Dia memberi kita kebebasan untuk bertindak, dan selalu memberi kita kesempatan untuk bertobat jika kita melakukan kesalahan…
Jawab :
yang namanya orang tua itu 2 .bapak dan ibu.
kalau terjadi kasus pada manusia.keinginan mereka terhadap kita :bapak begini ibu begitu.diberi kebebasan..berarti ada 2 yg bebas.Tuhan dan ciptaanya.
berarti ada 2 Tuhan.manusia Tuhan juga donk.seperti manusia bebas menciptakan alam lain,bebas apa saja dech.kembangkan sendiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
ibarat…kamu tahu arti kata “ibarat “? , ” misalnya”, ..karena pakai kata ibarat berati perumpamaan yang artinya “Tidak persis”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
saat kita melakukan kesalahanpun, Tuhan sebenarnya ingin sekali membela kita…tapi ingat HUKUM KARMA berlaku.
jawab:
Wach… Hukum karma itu kalau ditelusuri akan mengarah Pada Tuhan.
semua sebab disebabkan yg pertama oleh Tuhan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
Siapa yang berbuat, siapa yang bertanggungjawab…manusia yang melakukan…manusialah yang akan bertanggungjawab.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
seperti seseorang melakukan kejahatan…seharusnya dihukum…tapi orangtuanya malah membayar pengacara dan orang tersebut bebas dari hukuman…
jawab:
adilkah itu…keadilan bisa dibeli.
aling says:
tapi ingat didunia dia tidak menerima hukuman…dialam sana akan dia terima ganjaran…sesuai dengan perbuatannya…
jawab:
seharusnya hukuman di dunia donk kalau tidak,berarti DIA Tak adil.
sedangkan hukuman di sana…itu efeeck berkelanjutan donk
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
Apakah hal ini tidak ada didunia ?
Hukum dapat dibeli…kekuasaan mampu melakukan banyak hal ?
yang korupsi..bisa santai-santai…hidup bebas dan menikmati ? Ini salah satu contoh lain .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
Hukum karma, bukan hukum yang bisa ditolak atau ditoleransi…hukum ini akan terjadi sesuai nilai perbuatan kita. ataupun munkin bisa disebut hukum pasti 1+1 = 2, bukan seperti cuci foto 3X4 = 8 lembar
jawab:lach kok perbuatan kita?bukankan atas perbuatan sang pencipta yang menciptakan manusia.itu kan penyebab awalnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
maksudnya ?
tak paham saya disini ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says: (dijawab keseluruhan aja dech,kalo td satu2)
**Lalu ada lagi yang bertanya…saat seseorang didunia berbuat kesalahan,,,kok mesti menerima ganjaran dibumi dan alam sana…
Kalau menurutku…dunia ada hukumnya sendiri dan alam sana ada hukumnya sendiri…
Tapi…dasar manusia…ada yang yang bandel…salah…dan terus berbuat kesalahan…malah kesalahan dianggap sebuah hal yang biasa dan menjadi kebiasaan.
Contohnya :
satu kelas ada 20 murid …kalau misalnya 20 murid dalam kelas itu bodoh semua, atau nakal semua berati yang salah adalah guru yang mengajar.
tapi jika diantara 20 orang murid, 5 diantaranya adalah bodoh atau bandel …yang salah adalah murid-murid itu.
Begitu juga Tuhan dengan manusia…seperti antara guru dan murid.
Kesempatan selalu diberikan…tapi manusia malah selalu memanfaatkan kesempatan itu.
Sehingga perang terjadi…itu semua adalah akibat perbuatan manusia. Api perang yang manusia nyalakan sendiri.
Bukan Tuhan tidak mampu menghentikan…tapi manusia keluar dari apa yang seharusnya manusia lakukan ataupun berontak…
jawab:
seharusnya begini Tuhan tak mau menghentikan walau DIA mampu untuk menghentikan.kalau DIA mau ???apa yg nggak mungkin.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
mmm…
kalau begitu…mengapa jeritan dan tangis orang2 Palestina begitu lama ?
knapa orang baik…malah sakit…menderita yang berkepanjangan?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aling says:
*Apa hubungannya agama dengan Tuhan
dari agama kita mengenal Tuhan…sehingga Tuhan akan menjadi seperti sahabat buat manusia…
Contohnya : Kita semua diperkenalkan dalam wadah disini (utk contoh WordPress) untuk saling mengenal…lalu saling peduli dan saling membantu, karena misalnya setelah kita kenal , jika kita ada masalah kita bisa curhatan…lalu berbagi saran..berdiskusi…
Tapi yakinkan kamu semua saran..semua perkataan sahabatmu, cocok untuk kamu jadikan keputusan/ pilihan itu semua tergantung kemasalah kita masing-masing dan bagaimana cara kita menjalankan saran itu…ada yang sukses…. ada yang gagal…ada yang baik…ada juga yang jahat. Semua keputusan dan pilihan…kembali kediri kita sendiri.
Begitu juga hubungan Tuhan, manusia dan agama…
Tidak semua manusia cocok kan…untuk menjadi sahabat kita…begitupulah agama…
Kita berhak memilih sahabat yang cocok, yang kita senangi…seperti kita berhak untuk menentukan agama mana yang akan kita yakini.
Jawab:
Berarti TUHAN Tak mampu menciptakan satu agama saja donk.
Berarti ..DIA sengaja membuat pertentangan untuk manusia melalui berbagai agama.
Berarti juga agama adalah sarana untuk membeda2kan manusia donk
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
Nyatanya…sampai hari ini…agama lebih dari satu kan ?
——————————————————————–
Itu cuma contoh doank kok.nggak usah di respond …semuanya bisa dilihat sisi kesalahan kalau mau.padahal belum tentu salah atau tidak salah sama sekali
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
mmm….diskusi teap diskusi…semoga kita tetap bisa diskusi sampai menmukan titik yang lebih bijaksana dipandang dari segala segi…
yang jelas tetap berkepala dingin…anggap semua yang disini adalah sahabat bukan musuh, lawan ataupun kelompok yang berlawan.
Thanks anda berkenan memberi gambaran buat saya dari sudut pandang anda!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gitu dech
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling :
Thanks…buat anda yang sabar untuk menjelasin..kalimat2 saya…yang saya sendiri bingung
Penjelasan-penjelasannya selalu ditunggu…semoga titik yang lebih bijaksana segera kita semua temukan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
13 Maret 2009 at p03 03.18
@aling
Kalau bingung,giini aja
Tuhan itu ada
DIA Maha.
Kalo Maha berarti tak ada yang bisa bantah.
Kalau ada agama yang dikatakannya melalui kitabnya secara berani,pasti,tanpa keraguan bahwa: itu lach agama yang diridhoinya dan DIA beri sendiri nama agamanya itu.
Berarti DIA TUHAN.
Begitu juga seharusnya TUHAN sanggup menjamin Kitabnya TERJAMIN Tak berobah.tak ada kontradiksi(maksudnya ayat2nya berlawanan)dan takkkan ada yang mampu membikin Kitab seperti itu selain DIA.kenapa Kitab ?karena kitab lach pegangan manusia untuk memahamiNYA.
segitu dulu ach….
13 Maret 2009 at p03 03.18
Bahkan seorang atheist yang paling atheist pun pasti pernah berkata kepada orang lain atau kepada dirinya sendiri, “Semoga selamat di jalan.” Hal itu menunjukkan bahwa ada pengakuan terhadap ketidakmampuan manusia untuk mengetahui masa depan secara pasti. Ada pengakuan secara tersirat bahwa ada Kekuatan Maha Dahsyat yang menentukan keselamatan dirinya dan orang lain. Sang atheist sendiri tak bisa menentukan dirinya secara pasti bahwa ia akan selamat di masa depan.
Salam kenal Aling.
Aling :
Ya…betul kata anda
Salam kenalnya saya terima dengan senang hati
Terimakasih anda berkenan singgah dan duduk bersama kami untuk diskusi …semoga anda selalu berkenan mmeberi saran dan masukan buat kami
13 Maret 2009 at p03 03.18
@ Aling …
maaf ya … kenapa kok kita (aku) lebih banyak membahas mengenai agama … karena mayoritas di sini (Indonesia / pembaca) akan mengartikan bahwa bila orang tidak beragama … maka dia tidak mengenal / percaya adanya Tuhan, padahal pengertian saya adalah saya percaya (bahkan sangat percaya) akan keberaadaan Tuhan …. tetapi kurang sreg dengan doktrin / dogma yang sekarang ini ada di agama.
kalau kita mau mengkritisi …. hampir disetiap kitab … masih saja ada ayat yang bertentangan atau tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi akan selalu dicarikan pembenaran …. dipas-paskan oleh pemeluknya, sehingga kelihatan up to date sepanjang jaman, padahal kita semua tahu bahwa agama terbesar didunia ini (islam dan kristen) sampai menjadi bermacam2 mahzab / sekte yang notabene antar mereka sendiri saling bertentangan merasa paling benar, juga menghalalkan darahnya ditumpahkan oleh pengikut lainnya.
seperti pola pikir kita … bahwa pendapatku lah yang paling benar ….
agama yang dulunya adalah media untuk mengenal ke Tuhan an, yang semula dan bertujuan demi kebaikan telah berubah (baca : diubah oleh sekelompok orang / golongan) menjadi media yang bisa menguntungkan golongannya sendiri. seperti yang sudah saya utarakan diatas … mereka bisa “merasa” mewakili Tuhan untuk memvonis atau menghukum … bahkan mengakiri hidup orang lain yang tidak sepaham dengannya.
saya juga percaya Tuhan akan membersihkan dan memurnikan kembali agama yang telah dikotori oleh ulah manusia2 yang tidak bertanggung jawab tersebut … sehingga akan kembali terjadi seleksi alam seperti jaman dulu … mungkin kondisinya saja yang berbeda ….
Aling :
Ngak apa-apa kok…dari segi apapun kan bisa dibahas…nyerempet sana-nyerempet sini…dan jadi tambah masukan..tambah ilmu ya kan?
Untuk sebagian orang ( indonesia/pembaca)…memang sulit rasanya membahas tentang Tuhan lepas dari sudut pandang agama…
Boleh aja…asalkan tak menjelek-jelekan…salah satu agamapun… agama kita jadikan sebagai bahan perbandingan ataupun sebagai materi penelaah…bagiku… oke. MUdah-mudahan yang lain tidak keberatan!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
…..padahal pengertian saya adalah saya percaya (bahkan sangat percaya) akan keberaadaan Tuhan …. tetapi kurang sreg dengan doktrin / dogma yang sekarang ini ada di agama.~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jadi kalau menurutmu…
tanpa doktrin / dogma yang sekarang ada dia agama…kita mencari dan mengenal Tuhan…kira-kira bagaimana caranya?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“agama yang dulunya adalah media untuk mengenal ke Tuhan an, yang semula dan bertujuan demi kebaikan telah berubah (baca : diubah oleh sekelompok orang / golongan) menjadi media yang bisa menguntungkan golongannya sendiri. “
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
kalau menurutku…
Berati yang salah bukan agama… tapi manusia-manusia sebagai pelaku !
Gimana menurutmu atau menurut yang lain ?
14 Maret 2009 at p03 03.18
Hmmm
kalau saya nggak mau menanggapi.kalau saya tanggapi akan lain pemahaman bagi ke2.saran saya buat ke2 cuma =pelajari dulu sampai tuntas dan paham serta mendalam baru buat keputusan.
saya setuju ama pendapat aling yang terakhir,sepengetahuan saya , pengikut agama lach kebanyakan yang melencengkan agama tersebut disebabkan pemahaman mereka yang berbeda(nggak semuanya melencengkan)Makanya KITAB nya harus asli tak berubah.
Makanya kemurnian agama yang mesti di ikuti hanyalah agama yang di restuinya dan dipastikan DIA yang memberi namanya dgn jaminan KitabNYA takkkan berubah.yang mana membuktikan bahwa DIA sanggup.kalo tak sanggup bukan tuhan namanya.
Sedangkan masalah pemahaman terkadang terkesan berbeda,padahal tidak.saya kasih contoh mudah:untuk pergi ke jakarta dari surabaya tersedia jalan yang banyak .tinggal pilih rute apa yang sesuai atau cocok dgn kita.semuanya punya satu tujuan yaitu jakarta.lain halnya kalau rute jalan tersebut tak lagi menuju jakarta.itu bisa disebut melencengkan atau menyesatkan.kalau rute yang tak bertujuan lagi ke jakarta,apa mesti kita biarkan saja.kalau kita biarkan,maka lambat laun kemurnian agama akan ternoda.makanya perintah untuk mengingatkan itu wajib.mungkin lebih jahat yang membiarkan karena dia tahu ketimbang yang sesat dikarenakan ketidak tahuan mereka.
Untuk patokan kebenaran,Tetap Kitab agama tersebut.selagi tak bertentangan dgn kitab,entah dia pakai jalur pantura atau jalur pansela.sah2 saja.entah dia make mercy,bmw.ford dll.selagi tak bertetangan dgn Kitab (Patokan ke kitab tak kan melencengkan tujuan) sah2 saja.siapa yang cepat sampai di tujuan,itu tergantung individunya melaksanakannya.
segitu dulu…
17 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Tenang dikit dong kalo menjawab diskusi itu, masa gitu saja ditanyakan. Contohnya gini : Kalo kamu tebang hutan sembarangan sampe gundul trus banjir atau erosi ya jgn bilang Tuhan yg mengirim hukuman. Kalo kamu tinju keyboard sembarangan trus key-nya ada yg pecah masa kamu bilang Tuhan yg menghukum… aneh2 aja Ayruel ini hahaha…
Kata siapa tak melenceng?? Banyak bukti nyata sudah terpampang di depan mata ( kecuali kamu mau tutup sebelah mata mengabaikan bukti). Satu agama saja ada bbrp aliran pemahaman. Itu pertanda tingkat pemahaman manusia berbeda2. Nah, segitu banyaknya patokan… yg mana satu yg mau kamu pakai utk mematok hehehe…
18 Maret 2009 at p03 03.18
ooooo
18 Maret 2009 at p03 03.18
@CY,
ya …. memang begitulah, ayatnya memang satu dan berbunyi seperti itu apa adanya, tetapi ada yang menafsirkan sebagai apa adanya …. tetapi juga bisa ditafsirkan sebagai kiasan ….. sehingga hasil tafsirnya bermacam2 …. bahkan oleh setingkat “ahli kitab” yang sudah terkenal sekalipun.
tidak usah diingkari bahwa kita sudah sering disuguhi perbedaan pendapat antar ahli kitab, bahkan dalam satu aliran bisa berbeda.
bahkan juga ada yang menafsirkan dengan luwes sesuai kemajuan dan kebutuhan jaman juga malah dianggap sesat juga ….
memang di agama juga diajarkan kebaikan2 pokok, tetapi bila beragama kan harus total dari a -z harus diimani, tidak boleh sepotong2 yang baik2 aja, sementara yang kita tidak sreg boleh ditinggalkan … kan bukan seperti itu toh ???
saya juga bukan berarti menganggap orang yang beragama itu jelek … bukan, saya juga salut dan hormat pada mereka yang beragama kok …. sepanjang bisa memberikan berkah pada sesama, alam dan lingkungan, memberikan pesan damai kepada semua makhluk Tuhan …. (malaikat, jin, setan juga makhluk Tuhan, maka sebaiknya juga tidak usah melaknat syaiton yang belum tentu mengganggu kita), rahmatan lil alamin …. juga katanya cintailah musuhmu … betul saya hormat pada mereka yang bisa menjalankan kedamaian di bumi ini…
saya hanya berkesimpulan bahwa Tuhan adalah Allah segala agama, Allah segala bangsa, juga Allah segala makhluk …… Tuhan adalah Allah dengan segala ke”maha”annya ….
juga Allah bagi makhluk yang beragama maupun yang tidak beragama …. bahkan bagi yang percaya maupun yang tidak percaya sekalipun ….
makanya saya juga kurang setuju …. bila ada anggapan bahwa untuk menuju Tuhan hanya disediakan satu jalan saja, satu agama saja ….. sementara jalan dan agama yang lain dianggap tidak benar …. maaf seribu maaf, saya tidak setuju !!!!
sehingga saya berkesimpulan bahwa ada banyak kebenaran yang bisa memimbing kita ke padaNya, walaupun kita berbeda jalan … kita berbeda agama, berbeda suku bangsa ……., kita sama-sama benar … jangan dibalik satu yang benar … tapi yang lainnya salah …. plisss deh
seperti kata Ayruel Chana … ibarat mau ke Jakarta dari surabaya …. bisa lewat pantura … atau pansela, ….
(raga sukma)
berarti juga bisa lewat udara … laut dan darat …. ataupun jalan kaki. tapi bagi yang sudah sakti … bisa terbang tanpa pesawat
baiklah … mungkin baru setaraf ini pemahaman saya …. silahkan dikoreksi bila ada saudara atau sahabat yang mau berbaik hati memberikan saran kepada saya.
salam,
19 Maret 2009 at p03 03.18
@ Aling
ke2 said :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
…..padahal pengertian saya adalah saya percaya (bahkan sangat percaya) akan keberaadaan Tuhan …. tetapi kurang sreg dengan doktrin / dogma yang sekarang ini ada di agama.~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aling said :
Jadi kalau menurutmu…
tanpa doktrin / dogma yang sekarang ada dia agama…kita mencari dan mengenal Tuhan…kira-kira bagaimana caranya?
———–
waduh …. maaf Aling, baru bisa memberi tanggapan sekarang ….
pengertianku bahwa tidak beragama … bukan berarti membenci atau anti agama, tetapi kembali pada prinsip saya bahwa jiwa harus punya bebas untuk menilai dan memilih mana yang dianggap bagus … ya jalankan.
yahh… seperti yang pernah saya bilang, kita mengenal Tuhan dari Agama, sehingga kita bisa mengangankan Tuhan bagaimana, seperti apa sesuai dengan pengertian kita tersebut… tapi pengertianku saat ini, Tuhan itu ada dimana2, bahkan dia tidak lebih jauh dari urat leher kita, ada dibalik dinding hati …. jadi kalau berdoa … ya tidak usah kemana2 …. tidak usah menghadap mana …. cukup dalam hati saja … dengan bahasa hati sendiri
saya juga memaknai para pendiri bangsa ini yang akhirnya memutuskan untuk sila pertama dalam Pancasila adalah “Ketuhanan yang maha esa”, tentunya bukan dari hasil sekedar ketidak tahuan mereka dalam beragama …. tetapi aku meyakini bahwa mereka telah jauh melampaui apa yang belum kita pikirkan saat ini …. demi persatuan dan keutuhan negara ini.
begitu Aling tanggapan saya.
salam,
19 Maret 2009 at p03 03.18
@ Ayruel Chana
“o” nya…hemat-hemat pakai, stok terbatas!
*bercanda mode on*
@ Ke2
saya kutip komentarmu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“seperti kata Ayruel Chana … ibarat mau ke Jakarta dari surabaya …. bisa lewat pantura … atau pansela, ….
berarti juga bisa lewat udara … laut dan darat …. ataupun jalan kaki. tapi bagi yang sudah sakti … bisa terbang tanpa pesawat (raga sukma) ”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Masalahnya dari star sampai tujuan, “liku, kesalahan, kecerobohan akan terjadi.”
Bisa saja, sampai setengah perjalan, berhenti dulu…lalu lihat-lihat, lalu pindah kendaraan dll yang sulit kita terka.
Jadi intinya, bagaimana dalam perjalanan kita menjaga diri, hati bicara, yang sesuai aturan, jangan tidak sesuai lalu dicampakan ketengah laut, ataupun dilempar kegunung karena dianggap perusak..dan bagi penumpang lainnya…untuk saling mengingatkan, dan memahami bukan menghakimi.
…agama hanya sebuah media, walau (mesti atau tidak) tanpa mediapun suatu hari kita semua akan sampai kefinish…tapi dalam perjalanan mesti beradaptasi dengan manusia lain, linkungang dll…supaya kita yakin arah kapal kita tak salah, kapal tidak karam dilautan, ataupun rusak, ataupun terdampar….yang hasilnya akan dinilai Tuhan, bukan manusia. Yang menghakimi Tuhan, bukan sesama.
Jadi manusia, tidak berhak menilai orang lain benar atau salah (karena dia sendiri belum tentu sudah benar), tapi boleh menengur…memberi saran …keputusan tetap di yang besangkutan.
Karena akhir dari semua perjalanan, hanya antara Tuhan dan manusia itu sendiri yang akan menyelesaikan, orang lain tak mungkin membantu, ataupun ambil bagian.
nyambung ngak sih ?
salam…
20 Maret 2009 at p03 03.18
hhh…lagi seneng becanda skrng ini…
oya….tujuan jakarta…kalo nyasar diingetin ama teman2 yg tahu jalan,,,persoalannya udach dikasih tahu dia salah jalan…malach ngotot dia yang tahu jalan…
wach patokin ama peta bantu kompas baru ketahuan mana jalan yg benar..hhh
yach mau lewat darat apa laut dan udara…..Tujuan Jakarta…
soal yg dulu sampai….Its ???
kalo pesawat resikonya ..sekian..sekian
kalo kapal….beresiko ….begini begitu…
kalo darat ..beresiko…tapi ada nilai plus…tamasya at wisata…hhhhh
wach bisa2 aja/….
21 Maret 2009 at p03 03.18
waduch kok pakai kompas ngawur…dan peta butut
21 Maret 2009 at p03 03.18
@ ac
“waduch kok pakai kompas ngawur…dan peta butut”
——
SETUJU SEKALI …. MASA ALAT YANG SUDAH UMUR RIBUAN TAHUN MASIH DIBAWA2 DAN DIPAKAI TERUS YA
21 Maret 2009 at p03 03.18
waduch…balik lagi ke SD nich…
Ngawur = tak tepat ..mana selatan mana utara…kebenaran dan kesalahan.
butut = lapuk oleh zaman…
makanya cari kompas yang tepat.dan peta yang tak lekang alias tak lapuk oleh zaman…walau sedari dulu(brapa sich ukuran lama?) tak goyah dan tak bertentangan…dan cocok or fitrah di pake manusia…hingga saat kehancuran dunia..
24 Maret 2009 at p03 03.18
Tuhan = raja
bagaimana seorang raja tercipta?
raja tercipta dari sesuatu yang disebut “kekuatan” POWER
dan Tuhan ato tuhan juga tercipta dari kekuatan
jadi apabila manusia telah mendapatkan kekuatan, tidak ada lagi tuhan
tapi–
jika tuhan memang ada–
maka tuhan hanya ada dalam pikiran–
tidak dalam realita–
agama ada untuk mengarahkan manusia menjadi lebih baik
bukan untuk diperbudak tuhan
350 th indonesia dijajah
diperbudak
kita ingin merdeka
bebas dari perbedaan ras-golongan-martabat
apakah kita tidak ingin terbebas dari belenggu kekuatan tuhan
kita bunuh tuhan
tiadakan eksistensinya
musnahkan dia
usir dari seluruh alam semesta
tiada lagi ancaman neraka surga dosa
selama ini kita dibodohi pemuka agama dengan agamanya
tuhan betul-betul fana
setitik air di kubangan hina
melebar tuk menggapai daratan
dalam pikiran manusia yang rentan
sang pencipta tidak ada
tidak ada yang digariskan sejak lahir
semua melalui suatu siklus yang berputar tanpa henti
semua agama abrahamik dan islam mengenal eksistensi besar
seperti allah, yhwh
koq sepertinya supremasif banget
manusia adalah “supreme beings”
manusia semakin berkembang-tanpa henti
jikalau tuhan ada
dan kiamat ada
berarti tuhan takut akan perkembangan manusia
yang dapat membunuhnya suatu saat
Atheis adalah masa depan
25 Maret 2009 at p03 03.18
Tuhan = raja
bagaimana seorang raja tercipta?
raja tercipta dari sesuatu yang disebut “kekuatan” POWER
Maksudnya pemilik semesta alam?
Sudah jelas bahwa Tuhan itu Pencipta.kok pencipta tercipta.dari bahasanya saja sudah jauh maknanya berbeda.kalo yg tercipta bukan pencipta namanya.Pencipta beda donk ama Ciptaan
dan Tuhan ato tuhan juga tercipta dari kekuatan
jadi apabila manusia telah mendapatkan kekuatan, tidak ada lagi tuhan
The power itu DIA.Manusia at the makhluk or ciptaan mendapatkan kekuatan alias menjadi pencipta.
apa nggak ngawur ciptaan menjadi pencipta.
tapi–
jika tuhan memang ada–
maka tuhan hanya ada dalam pikiran–
tidak dalam realita–
Pencipta alias Pengada….cuma DIA donk yg ada
Ciptaan alias yg diadakan….tak ada awalnya…malach tak ada sebenarnya.seperti anda bermain game.anda didalam game.
agama ada untuk mengarahkan manusia menjadi lebih baik
bukan untuk diperbudak tuhan
ngerti apa itu budak…budak mengerjakan perintah tuannya.anda saja yg punya mata .memperbudak mata anda sejenak jidat anda.
350 th indonesia dijajah
diperbudak
kita ingin merdeka
bebas dari perbedaan
makanya cari agama yang bebas dari perbedaan ras-golongan-martabat
apakah kita tidak ingin terbebas dari belenggu kekuatan tuhan
kita bunuh tuhan
tiadakan eksistensinya
musnahkan dia
usir dari seluruh alam semesta
Bisakah….kalau begitu coba bebaskan diri anda dari maut.atau yg kecil saja,bebaskan diri anda dari kerikil yg menggelincirkan ban sepeda motor anda.ooo atau bebaskan diri anda dari keterikatan SANG WAKTU.
tiada lagi ancaman neraka surga dosa
selama ini kita dibodohi pemuka agama dengan agamanya
o.o…ancaman siapa?kalau yg namanya pemilik terserah dia lah mau mengapakan miliknya.oww..terlalu jauh..kok neraka dibilang ancaman…neraka kan tempat yang cocok bagi penghuninya….lagian penghuninya tak cocok di surga.preman saja tak cocok dgn lingkungan mahasiswa…kembangkan..
tuhan betul-betul fana
setitik air di kubangan hina
melebar tuk menggapai daratan
dalam pikiran manusia yang rentan
seharusnya gini :
Manusia betul-betul fana(yap suatu saat akan mati)
setitik air di kubangan hina(air mani)
melebar tuk menggapai daratan(manusia kebanyakan hidup didaratan)
dalam kehidupan manusia yang sebanarnya.(itulah hidupnya manusia)
sang pencipta tidak ada
tidak ada yang digariskan sejak lahir
semua melalui suatu siklus yang berputar tanpa henti
wach berarti Kopi minum pagi ku juga ada tiba2 dalam detik ini juga.seperti alam ini ada tiba2 yach.
semua agama abrahamik dan islam mengenal eksistensi besar
seperti allah, yhwh
koq sepertinya supremasif banget
Pencipta itu satu…dipanggil makhluknya dalam berbagai bahasa yg dimengerti makhluk.dan nama itu pemberian dari DIA,dan namaNYA tentu saja banyak karena sebagian makhlukNYA terkadang memanggilNYA dgn nama yg sesuai sifatNYA.ma’af saya nggak ngerti apa itu supremasif
manusia adalah “supreme beings”
manusia semakin berkembang-tanpa henti
ya iyalah ..manusia itu separoh secuil copian Tuhan alias wakil tuhan di bumi its pengelolah bumi.makanya terkadang manusia mengaku dirinya tuhan.tapi ada saatnya manusia akan berhenti ,yaitu mati.
jikalau tuhan ada
dan kiamat ada
berarti tuhan takut akan perkembangan manusia
yang dapat membunuhnya suatu saat
hhhh…kiamat adalah ketentuanNYA….mau alam yg tak ada kiamatnya..ada donk…Tuhan sanggup kok bikin alam seperti itu.kalo mau coba naik ke gedung tinggi 100 tingkat, trus loncat dech…
Kiamat akan terjadi karena bumi sudah tak sanggup lagi akan ulah manusia.contohnya efek rumah kaca,menipisnya ozon,amerika keparat membom hiroshima dan nagasaki at nuklirnya.apa yach yg baru2 ini ,,global…global apa yach..dan nantinya entah apa lagi ulah manusia.yg jelas ulach manusia yg membuat bumi dan lainnya ..tak imbang…keseimbangan itu diracuni tangan manusia.hhhh… kalo mau tau itu adalah ketentuan Tuhan.
Atheis adalah masa depan
wach ..saya boleh juga donk berpendapat….
Atheis jalan kehancuran.
25 Maret 2009 at p03 03.18
saya kok masih meragukan kalau Adam adalah manusia pertama …. mata rantainya masih gak nyambung …..
apakah kitab yang menyatakan hal tersebut masih dianggap up to date hingga kini ?
dulu juga waktu dunia dianggap terhampar seperti tikar … ada yang bilang bulat, kok malah dibunuh ???
juga pernyataan bahwa matahari mengelilingi bumi … dan langit punya sudut dan penyangganya adalah gunung ???
juga adanya dewa matahari …. dewa perang …. dewi keberuntungan, hehehe toh semakin lama manusia semakin menyadari bahwa mitos aja toh ….
Tuhan itu maha segalanya …. kenapa kita kok cari kemana2 ???
Bimbo aja ngomong aku jauh Engkau jauh … aku dekat Ia dekat …. yah tergantung kita ajah lah … tapi gak usah percaya dengan apa kata orang lain … apalagi kata bangsa yang unggul …. itu kan katanya dia sendiri euy …
25 Maret 2009 at p03 03.18
Dear All Brothers and Sisters… ,
Tuhan ADA, atau Tidak Ada, tidak mempengaruhi apapun di alam semesta ini… .
Yang percaya adanya Tuhan, juga akan tetap hidup sengsara, baik di kehidupan ini, maupun di kehidupan selanjutnya, bila ia tidak menjaga setiap bentuk pikiran, ucapan dan perbuatannya dan hanya mengandalkan, “Cukup percaya kepada”Ku” maka kamu akan dibangkitkan dari kematian menuju kehidupan kekal abadi yang penuh kebahagiaan”.
Yang tidak percaya akan adanya Tuhan, bisa hidup bahagia, baik di kehidupan saat ini maupun di kehidupan selanjutnya, asal ia menjaga setiap bentuk pikiran, ucapan dan perbuatannya.
Apakah Tuhan yang mendatangkan setiap rejeki, jodoh, dan keselamata ? Tidak, diri kita sendirilah yang mendatangkan itu semua. Kita sendirilah yang menciptakan surga kita sendiri, kita sendiri pulalah yang menciptakan neraka kita sendiri. Dengan kebijaksanaan, keuletan, kebajikan, maka rejeki, jodoh, dan keselamatan akan tercipta untuk kita.
Apakah orang-orang yang ber-Tuhan adalah orang-orang yang selamat ? Tidak, banyak orang2 ber-Tuhan namun tidak selamat dalam kehidupannya, mengalami penderitaan, kehancuran, yang semua disebabkan oleh ulahnya sendiri, oleh perbuatannya sendiri, yang tidak baik dan tidak benar.
Apakah orang-orang yang tidak ber-Tuhan adalah orang2 yang tidak-selamat dan berjalan di jalan kehancuran ? Tidak, karena teramat sangat banyak orang2 tidak ber-TUhan yang hidup selamat, hidup penuh WELAS-ASIH, KEDAMAIAN, KETENTRAMAN, menjaga dirinya dalam perbuatan-perbuatan yang baik, yang benar, yang lurus.
Baik, benar, lurus, patokannya bukan pada TUHAN. Tapi pada, apakah setiap perbuatan itu merugikan makhluk2 lain ataukah tidak. Jika merugikan makhluk2 lain dan semesta alam, maka itu tidak baik, tidak benar, tidak lurus. Jika bermanfaat, maka itu Baik, benar , lurus. Dan, perbuatan yang baik, benar dan lurus, tidak harus didahului dengan iman kepada Tuhan. Coba anda lihat sekeliling, tentunya ada orang yang NON-THEIS tapi hidup dengan SELAMAT, berbahagia, bisa memupuk sifat2 bajik, dan lain2.
@A-LING :
Apakah A-LING => ADA ??
ADA, adalah NYATA, KEKAL, ABADI.
Jika TIDAK-KEKAL, berarti TIDAK-ADA. Mengapa disebut demikian ? Karena, itu berarti hanya proses MENG-ADA, sebuah FLUKS, CONTINUUM-DYNAMIS.
Kita harus tahu, apa itu ADA, dan apa itu meng-ADA.
Sekarang, coba , tunjukkan, yang manakah yang disebut A-LING ?
Apakah rambut itu ? Apakah kulit itu ? Apakah mata itu ? Apakah air liur itu ? Apakah gigi itu ? Apakah Jigong ( Kotoran gigi ) itu ? Apakah amandel itu ? Apakah kerongkongan itu ? Apakah buah jakun itu ? Apakah paru-paru itu ? Apakah usus itu ? Apakah lambung itu ? Apakah limpa itu ? Apakah ginjal itu ? Apakah kandung kemih itu ? Apakah saluran kencing itu ? Apakah (maaf) alat-kelamin itu ? Apakah pusar itu ? Apakah timbunan daging itu ? Apakah TINJA itu ? Apakah AIR-SENI itu ? Apakah DAHAK itu ? Apakah INGUS itu ? Apakah DARAH itu ?,
APAKAH TUBUH ITU A-LING ?
ATAU,
Apakah setiap bentuk pikiran A-Ling yang A-ling tuangkan dalam setiap media, itukah A-LIng ? Ataukah, tangisan itu ? Ataukah, luapan kegembiraan itu ? Ataukah, kesedihan itu ? Ataukah , setiap perasaan2 itu ?
YANG MANAKAH, YANG DISEBUT ” A – LING ” ??
Sesungguhnya, Tidak ada sesuatu apapun yang bisa disebut ADA.
SEGALA SESUATU, BAIK YANG TERCIPTA ( terdiri dari paduan unsur2 ) ATAUPUN TIDAK TERCIPTA ( tidak terdiri dari gabungan unsur2 ), SEJATINYA : TIDAK-ADA.
@MOGLISTA ERNESTIA ;
Sebenarnya pola berpikir anda ada benarnya, tapi ada juga keliru2nya… ,
Baiklah kiranya begitu saja dari saya… ,
Sebaiknya , daripada kita berdiskusi yang sifatnya SPEKULATIF, sebaiknya, kita menempuh spiritualitas dengan benar2, lalu membuktikan apakah TUHAN ADA atau TIDAK. Kalau ADA, buktikan, Kalau TIDAK-ADA, terima kenyataan itu… .
Hanya Hukum-Alam yang ada, tanpa ada Seorang HAKIM-AGUNG yang duduk di SINGGASANA di atas AWAN dan memainkan setiap INSAN seakan-akan layaknya sebuah WAYANG
Salam Damai dan Cinta Kasih,
“Semoga Semua Makhluk HIdup Berbahagia!”
http://ratnakumara.wordpress.com
25 Maret 2009 at p03 03.18
Dear A-Ling,
A-Ling, aku tadi kirim komentar, kok gak nampil disini yah ?
Peace and Love
25 Maret 2009 at p03 03.18
Dear all brothers and sisters,
Salam Damai dan Cinta Kasih…
Brothers, and sisters… ,
Tuhan ada , atau, tidak ada,
tidaklah penting… .
Yang percaya Tuhan, belum tentu selamat,
Yang tidak percaya Tuhan, tidak juga ‘tersesat’.
Yang beriman pada Tuhan, tetap bisa terjerembab dalam kenistaan, selama ia mempunyai pikiran, ucapan, perbuatan yang tidak baik dan tidak benar.
Yang tidak percaya akan adanya TUhan Yang “MAHA…dst”, tetap bisa SELAMAT, asalkan ia mempunyai pikiran, ucapan, perbuatan yang baik dan benar.
BAIK dan BENAR, tolok ukurnya bukan TUHAN… ,
BAIK dan BENAR, ialah jika, tidak merugikan makhluk2 lain dan alam semesta.
Membunuh, tidaklah BAIK dan TIDAK BENAR, karena merugikan makhluk lain, yaitu yang dibunuhnya.
Seberapa banyak ummat yang beriman pada Tuhan membunuh makhluk2 lainnya ( misalnya menyembelih hewan2 untuk dijadikan korban sesembahan ) ?
Ini merupakan perbuatan yang TIDAK BAIK dan TIDAK BENAR.
Seberapa banyak manusia yang menolak KONSEP – IDE tentang adanya TUHAN YANG “MAHA…dst” bisa hidup dengan BAIK dan BENAR ? Banyak sekali, bahkan mereka menjaga moralitasnya sedemikian rupa sehingga menjadi perwujudan dari CINTA-KASIH, KASIH-SAYANG, SIMPATI-PADA-MAKHLUK LAIN. Karena mereka merupakan manifestasi kualitas2 tersebut, maka mereka hidup dengan bahagia, tidak pernah membunuh makhluk hidup apapun juga, tidak pernah menyakiti makhluk hidup apapun juga… Komunitas masyarakat seperti ini, contoh konkritnya adalah , u m m a t B U D D H A .
Diri Sendirilah Juru Selamat bagi diri sendiri dan lingkungan.
Oleh pikiran dan perbuatannya sendirilah seseorang menjadi suci, mulia bagi makhluk2 lainnya di alam semesta… .
Pikiran jahat, perbuatan jahat, ucapan jahat, meskipun beriman pada TUHAN, tetap terjerumus dalam kubang kenistaan.
Pikiran baik, perbuatan baik, ucapan baik, meskipun tidak beriman pada Tuhan, tetap akan hidup mulia , bahagia, dan bermanfaat bagi sesama.
Jadi, ukurannya bukan ber-TUHAN atau tidak ber-TUHAN,
Tapi, ber-MORAL apa tidak ber-MORAL.
Sang Buddha mengajarkan LIMA-MORAL ( PANCASILA ) yang wajib dipertahankan ( ini lima moralitas yang minimal harus dipegang, bagi yang ingin meningkatkan kehidupannya lebih khusyuk lagi, bisa menjaga moralitasnya lewat SILA-SILA yang lebih kualitatif dan kuantitatif lagi ( misal, 227 Sila Pattimokha, Sila para Bhikkhu ).
PANCASILA itu adalah :
1. TIDAK MEMBUNUH MAKHLUK HIDUP APAPUN.
2. TIDAK MENGAMBIL BARANG YANG TIDAK DIBERIKAN.
3. TIDAK BERBUAT SEX YANG TIDAK BENAR.
4. TIDAK BERUCAP DUSTA.
5. TIDAK MEMINUM MINUMAN KERAS, BARANG MADAT YANG MENYEBABKAN LEMAHNYA KESADARAN.
Nah, ummat Buddha yang tidak ber-Tuhan pun, bisa menjaga dan merawat moralitasnya , minimum seperti hal diatas. Bahkan, tak jarang, manusia yang ber-Tuhan malah selalu melanggar salah satu atau bahkan ke-lima sila tersebut dalam seluruh hidupnya, dan ini namanya, mereka tidak berjalan di jalan yang BENAR dan BAIK.
Sadarkah anda, bahwa pembelaan2 melalui perdebatan2 yang anda lakukan ini, termasuk ‘RASA-SEMU’ akan keberadaan Tuhan itu, hanya produk kegelapan-batin anda sehingga anda semua ber-SPEKULASI , ber-IMAJINASI, bahwa seolah-olah, ada SATU SOSOK sebagai AKTOR INTELEKTUAL dibalik ini semua ??
Jika anda memang ingin membuktikan keberadaan TUHAN, maka, jangan lewat SPEKULASI seperti ini, tapi, :
1. JAGALAH MORALITAS ANDA, lalu,
2. MASUKLAH KEDALAM SAMADHI… ,
Setelah itu, bila samadhi anda telah sangat dalam, buktikanlah sendiri, apakah TUHAN itu ADA atau TIDAK-ADA. Jangan pernah berandai-andai, mengada-ada, atau spekulatif semata… Spekulasi hanya menimbulkan perdebatan
Kira2 , sekian dulu, meskipun sebenarnya, penjelasannya tidak akan cukup dibahas dalam satu buku. Masuki samadhi, terus menerus, lebih dalam lagi, dan buktikan sendiri… Jika TIDAK-ADA, terimalah kenyataan itu ( bahwa anda selama ini dibohongi guru2 “spiritual” anda, dibohongi “kitab2″ yang anda yakini ), dan tidak perlu menjadi frustasi, namun justru arahkanlah anda kepada hidup yang lebih BAIK, BENAR, LURUS… .
Salam Damai dan Cinta Kasih,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahaiga!”
25 Maret 2009 at p03 03.18
Eits, ternyata udah keluar koment saya diatas, jadi double
Salam Damai dan Cinta Kasih… ,
http://ratnakumara.wordpress.com
25 Maret 2009 at p03 03.18
@ AYRUEL CHANA :
Makanya kemurnian agama yang mesti di ikuti hanyalah agama yang di restuinya dan dipastikan DIA yang memberi namanya dgn jaminan KitabNYA takkkan berubah.yang mana membuktikan bahwa DIA sanggup.kalo tak sanggup bukan tuhan namanya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Darimana anda bisa memastikan suatu agama DIRESTUINYA ??
Apakah kamu tau sendiri bahwa DIA memberi NAMA AGAMANYA ??
Apakah KITAB yang kamu maksud itu BENAR2 TIDAK BERUBAH SEJALAN TANTANGAN JAMAN ??
Bahkan, kitab dan agama yang katanya WAHYU dari “DIA” pun telah mengalami BANYAK PERUBAHAN, baik dari segi ajarannya, hingga TAFSIR AYAT2 KITABnya.
Coba deh , buka mata buka telinga, buka pikiran buka hati… ,
Masak gak tau sih ?? Kan banyak sekali tuh, kisah2nya, entah yang berubah karena tantangan ilmu pengetahuan lah , dan alasan lain2 ;
misal bumi dinyatakan oleh Tuhan dan kitabnya DATAR , ternyata BULAT. Misal, Tuhan dan Kitabnya bilang, bumi mengelilingi matahari, ternyata justru kebalikannya. Misal, TUHAN menyuruh ummatnya untuk melakukan HUKUM PANCUNG, PEPERANGAN SUCI, dan lain2, tapi karena manusia jadi semakin PINTER jadi tidak diberlakukan, karena bisa kena sangsi pelanggaran HAM
;P
Ini bukan suatu wujud permusuhan dari saya loh
;P
Tapi ini wujud cinta-kasih saya, supaya kita tidak jadi manusia bodoh yang hanya beriman membuta saja.
Salam Persahabatan Selalu dari saya ya Ayruel Chana !
Salam Damai dan Cinta Kasih ,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia!”
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/03/19/tamasya-ke-palembang/
25 Maret 2009 at p03 03.18
Eits, RALAT :
Misal, Tuhan dan Kitabnya bilang, bumi mengelilingi matahari, ternyata justru kebalikannya
SEHARUSNYA :
Misal, Tuhan dan Kitabnya bilang, MATAHARI MENGELILINGI BUMI, ternyat justru kebalikannya, BUMI BESERTA PLANET2 LAINNYA, MENGELILINGI MATAHARI SESUAI GARIS ORBIT
Salam Damai dan Cinta Kasih…,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia!”
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/03/19/tamasya-ke-palembang/
25 Maret 2009 at p03 03.18
@ratna kumara
seperti biasa saya udach bilang ..berdiskusi tak mematok agama apapun juga.
masalah anda bilang bumi mengelilingi matahari sebaiknya anda diskusikan di tempat saya.buka dalilnya.
25 Maret 2009 at p03 03.18
o..ya
Tafsir bukan kitab.camkan itu.baca lagi ke atas..
direstuinya dan diberi nama ..yach jelas ada di kitabnya.
YANG NAMANYA TUHAN PASTI BERANI MENJAMIN.
KALAU TIDAK BUKAN TUHAN NAMANYA.
Aling :
Kalau menurut kamu, kira-kira kitab mana yang direstuiNya dan diberi nama? dan apa buktinya Tuhan brani menjamin?
salam…
25 Maret 2009 at p03 03.18
Mas Ayruel… ,
Itulah yang saya maksudkan..,
Anda baca di kitabnya, atau anda sudah membuktikan sendiri memang demikian halnya ?
Oke deh…, saya harap tidak jadi perdebatan
Karena, hal seperti ini percuma diperdebatkan kok
Semoga suatu saat anda mengerti
25 Maret 2009 at p03 03.18
“direstuinya dan diberi nama ..yach jelas ada di kitabnya.
YANG NAMANYA TUHAN PASTI BERANI MENJAMIN.
KALAU TIDAK BUKAN TUHAN NAMANYA.”
———
tapi ini katanya loh ya ….
25 Maret 2009 at p03 03.18
Ke2
Terbuktikah teori darwin???
Kalau iya…seharusnya bukan manusia yg pintar.ada banyak binatang yg lebih duluan hidup di dunia.malach banyak binantang yang otaknya lebih besar dari manusia.
Begitu juga seharusnya ada makluk lain di planet lain donk….yg mempunyai hukum alam yg berbeda dgn di bumi.bisa jadi kita butuh oksigen,tapi bagi mereka oksigen adalah racun,sesuai dgn kondisi planet tersebut.adaptasi….kayaknya anda bisa mengembangkannya.
atau juga seharusnya ….Kera dach punah lach…mereka berevolusi donk.
o..iya…SELAMAT ya…kalau anda ingin mendekatkan diri padaNYA.entah dgn teori apapun yg anda pakai.semoga yg anda tuju tepat sasaran.apapun proses melalui tekhnik anda mendekatiNYA,apakah dgn ingat padaNYA,atau bersimpuh padaNYA,atau juga berserah diri padaNYA.semoga bisa dilalui dgn selamat.
25 Maret 2009 at p03 03.18
Silahkan cari kitabNYA…
anda akan menemui sendiri kok…
25 Maret 2009 at p03 03.18
@ ayruel chana ….
maaf bukan berarti juga aku mempercayai teori darwin …. tapi bila dirunut dengan silsilah yang ada di kitab …. maka Adam akan bisa diperkirakan hidup pada berapa ribu tahun yang lalu …..
bisakah dibuktikan bahwa bangsa jawa .. china …. afrika negro … indian, aborigin, suku maya, adalah turunan dari Adam sang manusia pertama tersebut ??? begitu cepatkah perubahan suku, DNA dan warna kulit serta beranak pinak menjadi seperti ini ????
atau Adam adalah manusia pertama untuk bangsa Arab / Yahudi saja ???, sehingga anda dan saya juga bukan keturunannya Adam ???
itu yang aku tanyakan …. syukur bila bisa dijawab tanpa emosi, berarti pengendalian diri kita sudah huebat ….
siapa tahu aku jadi ikut percaya…
salam,
25 Maret 2009 at p03 03.18
Mas Ayruel Chana…,
Anda mau gak , misal saya ajak membuktikan, Tuhan Yang “MAHA…dst” itu, ADA , atau TIDAK-ADA ??
Hhmm
Ini cuma tawaran loh… .
Tapi, misalkan anda mau, anda harus meninggalkan dulu konsepsi yang sudah terpaku kuat dalam pikiran mas tentang adanya Tuhan yang bicara lewat seseorang itu lalu dituliskan dalam kitab yang mas yakini tersebut ( omong2, kitab apa sih mas, dari tadi saya diskusi sama anda, tapi saya malah gak tau kitab apa yang mas maksud telah di “Stempel” dan di”sebul” sama Tuhan itu ?? Kalau boleh tau, kami diberi tau ya ??
)
Misalkan mau, ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Karena, otak kita harus melepas dulu semua dogma yang dulu kita terima.
Baru, masuk ke kehidupan spiritualitas yang sebenarnya.
Masuk ke “Jalan” yang sebenarnya, dijalani detik demi detik, melalui latihan2 moralitas yang baik dulu ( misal, kalau tadinya suka membunuh makhluk hidup apapun, janganlah sekarang membunuh dengan dalih apapun, dan lain2 hal ).
Ah, tapi Jalan ini juga belum tentu mas tertarik kok… Masalahnya, JALAN ini, tidak bisa ditempuh lewat diskusi dan berspekulasi tentang teori dan AYAT2 Kitab Suci tertentu
Kalau seperti ini, jadinya hanya debat-kusir, spekulasiiii melulu sifatnya
Bagaikan seorang ILMUWAN meneliti bakteri, dan lain2 sebagainya, sesungguhnya, JALAN inilah yang bisa digunakan untuk membuktikan, “Tuhan” yang seperti itu tuh, ada apa tidak, atau cuma REKAAN, dan selama ini kita telah dibohongi sama orang yang mengajarkan kepada kita ?
Ya sudahlah, semoga suatu saat, A-LING, mas AYRUEL CHANA, dll, sudah tiba waktunya untuk mengerti itu semua
Salam Damai dan Cinta Kasih…. ,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia!”
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/03/19/tamasya-ke-palembang/#comment-505
25 Maret 2009 at p03 03.18
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kiamat akan terjadi karena bumi sudah tak sanggup lagi akan ulah manusia.contohnya efek rumah kaca,menipisnya ozon,amerika keparat membom hiroshima dan nagasaki at nuklirnya.apa yach yg baru2 ini ,,global…global apa yach..dan nantinya entah apa lagi ulah manusia.yg jelas ulach manusia yg membuat bumi dan lainnya ..tak imbang…keseimbangan itu diracuni tangan manusia.hhhh… kalo mau tau itu adalah ketentuan Tuhan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mas AYRUEL CHANA…,
Sadarkah anda telah menulis sesuatu hal yang KONTRADIKTIF ?
Kira2 kalau dirumuskan dalam sebuah rumus LOGIKA, kalimat itu begini bunyinya =
Term I : ULAH MANUSIA YANG MEMBUAT BUMI TAK SEIMBANG DAN RUSAK
Term II : ULAH MANUSIA MEMBUAT BUMI AKHIRNYA KIAMAT
Konkulsi : JADI, KIAMAT ADALAH KARENA KETENTUAN TUHAN ( !!!!!!?????? )
Ini, dalam bahasa LOGIKA, namanya “CONTRADICTIO IN TERMINIS” Mas Ayruel Chana…
Mas, anda belajarlah HUKUM KARMA, HUKUM ENERGI ( Utu-Niyama ), HUKUM HEREDITAS ( Bija Niyama ), HUKUM KETERATURAN ALAM BATINIAH ( Citta Niyama ), HUKUM SIFAT DASAR SEGALA FENOMENA ( Dhamma-Niyama ).
Kelima HUKUM-ALAM itulah, yang mengatur seluruh tatanan-kosmos. Dan kelima hukum alam ini, hanya ada di alam kehidupan makhluk2 yang semua sifatnya ilusif, delusif… .;)
Tapi, ngomongin hal ini kepada rekan2 yang terlanjur DOGMATIS akan konsep adanya AKTOR-INTELEKTUAL yang disebut TUHAN juga gak nyambung. Paling2, anda hanya akan ngomong, “Nah, lalu siapa yang membuat hukum itu?? ”
Lha kalau yang mencipta SINGGAT itu siapa ?? Coba anda biarkan nasi membusuk, dan anda tunggu tanpa tidur siang dan malam, anda pelototi terus, apa MUNCUL MAKHLUK TUHAN itu buat NGETHEK-NGETHEK LEMPUNG ( Tanah Liat ) untuk MENCETAK makhluk yang namanya SINGGAT dan lalu meniupkan NAFAS-nya ke LOBANG-HIDUNGNYA ?? Ini contoh paling dekat saja…
Ya sudahlah, saya hanya mencoba memberikan WACANA, sudut pandang yang lain
Salam Damai dan Cinta Kasih… ,
“Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia!”
Oiya, rekan2 mampir dong ke blog saya
http://ratnakumara.wordpress.com/2008/11/13/bencana-alam-dan-wabah-penyakit-m-buddhisme/
25 Maret 2009 at p03 03.18
hhhh..bukan nggak mau memberitahu..tapi percuma…kalau anda ingin takkan sulit mencarinya
25 Maret 2009 at p03 03.18
oo..ada coment lagi…
begini :
Manusia bikin ulah
yg bikin manusia….Pencipta
25 Maret 2009 at p03 03.18
ow ada coment ke2
baguslah anda tak mempercayai teori darwin.
gini:
saya nggak tau anda pake kitab apaan…
baca disini : http://www.geografiana.com/dunia/pelajar/manusia-menyebar-melalui-pesisir
tinggal anda kembangkan
26 Maret 2009 at p03 03.18
bagi umat islam sudah suatu kewajiban untuk meyakini Allah itu ada. kalau dia tidak yakin apa bedanya dengan komunis.
Bukankah Allah dalam Al-Qur’an telah menjelaskan
“Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih) itu beristiwa’ di atas Arsy-Nya.” (QS. Thoha:5)
26 Maret 2009 at p03 03.18
Dear All…,
Semua kembali kepada keyakinannya sendiri2 kok
27 Maret 2009 at p03 03.18
@ mas ayruel chana,
terima kasih telah memberikan petunjuk mengenai penyebaran manusia ……
tetapi justru keraguanku semakin bertambah …., karena dengan tahun seperti itu saya rasa nabi Adam belum lahir .. (ini bila dikaitkan dengan silsilah yang digambarkan di salah satu kitab), sehingga konsep dia sebagai manusia pertamanya bisa gugur
padahal dalam konteks tersebut manusia sudah berupa masyarakat (banyak) bukan sekedar beberapa biji aja.
saya menginginkan bahwa mengimani sesuatu bukan berarti percaya membabi buta terhadapa sesuatu dengan asal percaya dengan apa katanya saja …. maaf ya, ini murni pendapatku pribadi ….
@ mbak Ratna Kumara,
ada baiknya mas Ayruel Chana dan teman lain bisa diajak bertemu dengan Tuhan yang panjenengan katakan itu ….
salam,
27 Maret 2009 at p03 03.18
ada tulisan menarik sahabatku, Wira Setiawan yang membahas agama dan Tuhan.
~Trilogi Agama dimataku (trilogy ilusi)
http://dunianyawira.wordpress.com/2008/09/30/agama-dimataku/
menurutnya agama ada karena ilusi, agama hanya dipakai sebagai pelarian oleh manusia dari kebodohannya sendiri karena belum bisa menjawab fenomena alam yang terjadi (trilogy ilusi)
~Trilogy Agama dimataku (evolusi)
http://dunianyawira.wordpress.com/2008/10/12/trilogy-agama-dimataku-evolusi/
Pada hakekatnya agama merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan hasil produksi manusia maka agama juga mengalami evolusi dalam penerapannya pada kehidupan manusia. Dulunya hanya sebagai trilogy ilusi..kemudian agama mulai dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu cenderung ingin membentuk suatu kelompok.
~Trilogi Agama dimataku (solusi)
http://dunianyawira.wordpress.com/2008/10/18/trilogi-agama-dimataku-solusi/
Satu sosok super, sosok maha, sosok penolong (Tuhan) di butuhkan, saat manusia sudah merasa tidak kuat lagi untuk menghadapi masalahnya karena dengan keyakinan adanya pihak lain yang akan selalu menolongnya maka mereka bisa melanjutkan hidupnya terus dan berusaha menjadi lebih baik.
Jadi kalau menurutku…”perbuatan”, kita sendirilah penyelamat diri kita
Salam…
27 Maret 2009 at p03 03.18
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jadi kalau menurutku…”perbuatan”, kita sendirilah penyelamat diri kita
Salam…
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
YUP…, Semua makhluk terlahir karena karmanya sendiri,
Berhubungan dengan karmanya sendiri,
Mewarisi karmanya sendiri… ,
That’s Buddha said… .
http://ratnakmuara.wordpress.com
Aling :
Thanks buat pencerahanmu, Sobat!
27 Maret 2009 at p03 03.18
@ kweklina
Trims telah menunjukkan blognya wira …. ya, aku sependapat dengan uraian anda dan semakin percaya bahwa agama bukan satu2nya jalan
kebenaranlah yang harus dicari dan diamalkan. …..
Aling :
Sama-sama.
Aku hanya merangkum apa yang ada di postingannya…supaya lebih mudah di baca.
Walaupun masih muda, tapi menurutku cara dia (wira) berpikir, pembahasan topik cukup dewasa, cukup bijaksana dan mudah kita pahami.
semoga berguna!
28 Maret 2009 at p03 03.18
Bukan agama saja yg ilusi…
hidup,alam,dll…adalah ilusi.
yag nggak ilusi cuma DIA
selamat mencari kebenaran….semuanya
Aling :
Dari komentarmu ini bahwa anda mengakui kalau agama, hidup , alam dll adalah ilusi ?
28 Maret 2009 at p03 03.18
Ilusi itu diciptakan…diadakan…
28 Maret 2009 at p03 03.18
@Ke2
tetapi justru keraguanku semakin bertambah …., karena dengan tahun seperti itu saya rasa nabi Adam belum lahir .. (ini bila dikaitkan dengan silsilah yang digambarkan di salah satu kitab), sehingga konsep dia sebagai manusia pertamanya bisa gugur
jawab:
sebaiknya anda diskusikan sama pemeluk agama yg mengerti akan kitab tersebut.
yg jelas…di kitab yg aku imani ..nggak seperti itu..
29 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Sepertinya di setiap kitab agama isinya ada menjelaskan bahwa Tuhan merestui masing kitab agama tersebut, nah yg mana satu yg benar hehehe…
Walaupun saya ga “nge-fans” sama teori Darwin tapi saya mau tanya juga sama A-C, Apakah teori Adam lebih valid buktinya?? Bukankah teori Adam lebih parah pembuktiannya krn hanya berupa tulisan, sdgkan teori Darwin sedikit banyak masih didukung oleh penemuan fosil2. Hehehe…
Dengan kata2 itu maka maksud anda Tuhan (yg anda sebut pencipta) hanya menciptakan Ilusi (utk diriNya sendiri) ?? Wah, anda sungguh tidak konsisten dengan komentar anda yg sebelumnya
Nah…, ini lebih parah lagi. Kan kedua kitab itu punya basis nenek moyang yg sama (yaitu Adam) tapi kok bisa terdistorsi sampai punya kitab berbeda?? Dan kemudian saling meng-klaim “yg paling benar”. Apakah Sang Pencipta ingin melihat drama Thriller akibat pertentangan kedua kubu??
30 Maret 2009 at p03 03.18
@cy
Buktikan ada nggak ayatnya atau firmannya yg mengatakan nama agama tersebut dicamtumkan serta ada jaminannya….
silahkan anda buktikan…….
mengenai adam ..coba anda cari info yg benar…kapan perlu baca semua kitab…
saya tegaskan pada anda:
Pencipta = pengada
ciptaan = diadakan ….diadakan dgn arti,sebenarnya tak ada cuma diadakan.
makanya untuk mengenal kitab sebenarnya yg tak berubah…dan tak bertentangan…cari info yg benar….
30 Maret 2009 at p03 03.18
o..ya ..sebaiknya anda mengerti apa itu keseimbangan….
30 Maret 2009 at p03 03.18
mengenai adam..sebenarnya saya malas nulis linknya…cuma buat nambah pemikiran anda aja sich….
http://suamigila.com/2008/11/seorang-rasul-bernama-adam-4.html
baca juga 1,2,3 nya…..
tapi kebenarannya masih dipertanyakan toch…kan cuma hasil pemikiran…juga hanya perkiraan….
kalau anda semuanya bisa mengembangkannya…. silahkan…
30 Maret 2009 at p03 03.18
ya sudah …. terima kasih, apapun hasil dan kesimpulan yang ku dapat, saya ucapkan terima kasih.
salam,
31 Maret 2009 at p03 03.18
@ke2
kalau masich mau baca disini:
http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&task=view&id=951&Itemid=1
31 Maret 2009 at p03 03.18
aku juga masih pertanyaan nih…
knapa di Indonesia, pernikahan beda agama dilarang?
tadi jalan2 di facebook baca status seorang sahabat, Joko Yuwono.
“Sepasang kekasih beda agama yg tidak direstui menikah oleh kedua orang tua telah mengambil jalan pintas: Mereka saling mengikat diri dan menyiramkan bensin ke badan, beberapa menit kemudian tubuh mereka ditemukan tewas mengenaskan dalam posisi saling berpelukan… (Bojonegoro, November 2008).”
Gimana menurut anda semua ?
31 Maret 2009 at p03 03.18
@Ayruel Chana
Dalam kedua kitab agama langit saja sudah dicantumkan bhw ajaran kitab tersebut disetujui dan ada jaminannya, kok malah saya diminta membuktikan lagi? Kan ga etis kalo saya tampilkan ayat2 dari kedua kitab tersebut, belum lagi beda penafsiran yg bakal muncul… Anda kan biasanya suka menjawab dgn menyuruh org membaca kitab, nah sekarang giliran saya meminta anda coba cari di kitab agama langit… pasti ada. hehehe…
Mengenai Adam itu anda kan bertanya “terbuktikah teori Darwin”, ya saya tanya balik “terbuktikah teori Adam”, dan ternyata anda tidak bisa memberikan bukti fisiknya (yg bukan berupa tulisan dan hasil pemikiran doang tentunya).
Ttg kitab yg tak berubah dan tak bertentangan, setelah makin banyak info yg saya cari makin banyak pertentangan dan kontradiksi serta hal2 tak logis dan menyakiti sesama makhluk hidup serta pengebirian hak asasi manusia terdapat di dalam kitab tersebut. Belum lagi hal2 yg ada dalam kitab tidak relevan dan tak dapat diaplikasikan sesuai dgn perkembangan jaman dan kebudayaan manusia modern. Akibatnya ada bbrp hal yg harus dikoreksi dari kitab itu, nah kalo ada yg harus dikoreksi berarti “berubah” dong… Yaa, Itu pun kalo anda tidak fanatik dan mau jujur mengakuinya. Mungkin anda akan berkata “saya membaca kitab yg salah”, yachh.. terserah deh.
Pilihan memang ada pada masing2 orang, kalau kita mau taklid buta dan mengabaikan segala kontradiksi yg ada ya ga masalah. Kalau saya sendiri dari dulu sangat terganggu secara batin dgn segala kontradiksi yg ada, sehingga saya coba berbagi pemikiran disini bahwa ada hal2 yg perlu dikoreksi dari “kompas yg sdh berumur ribuan tahun tersebut”. Kalau ada yg merasa bermanfaat ya syukur, kalau tidak pun… minimal saya telah melakukan kewajiban saya memberitahu.
*Kiranya semua makhluk dan juga rekan2 di sini berbahagia dan terlepas dari semua bentuk penderitaan serta berhasil mencapai pencerahan tertinggi*
31 Maret 2009 at p03 03.18
Bukan hanya di Indonesia, hampir di semua negara juga begitu. Sebenarnya kalau mau disimpulkan itu bukanlah antar agama tapi perbedaan golongan/kelompok. Perbedaan agama itu hanya kulit luarnya saja, tapi inti di dalamnya adalah masing2 golongan mempertahankan egonya dan menganggap golongannya yg paling baik sedunia sehingga akan di kotori kalau bercampur dgn golongan lain.
Sebenarnya kebahagiaan bukan timbul karena pernikahan sesama golongan, kebahagiaan baru dicapai bila ada saling toleransi dan pengertian.
Wong pernikahan yg satu agama saja banyak yg saling melempar piring kok…
Bukankah lelaki dan perempuan saja sudah termasuk dua golongan (kelamin) yg berbeda??? Tapi kenapa dari jaman dulu selalu ngotot utk menikah dan berkumpul dlm satu mahligai rumahtangga??
31 Maret 2009 at p03 03.18
mengenai pernikahan disini :
http://suprichusnul.multiply.com/journal/item/751
http://nadiyyah.net/2008/05/menikahi-ahli-kitab/
31 Maret 2009 at p03 03.18
masalah kitab ..
1.Harus benar-benar bersumber dari Allah Swt.
2.Allah yang mewahyukan harus bersifat Maha atas segala sesuatu
3.Harus mempertahankan bahasa aslinya ketika nabi itu menerima wahyu-Nya
4.Penerima wahyu harus jelas orangnya, benar-benar jujur & berakhlak mulia
5.Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
6.Memberikan pelajaran dan menunjuki manusia kepada jalan yang benar
7.Ayat-ayatnya tidak boleh bertentangan satu sama lainnya
8.Berbicara tentang ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan
9.Harus sesuai dengan fitrah manusia
10.Kitab tersebut harus bisa memberikan kesaksian bahwa dia diwahyukan oleh Allah Swt.
11.Tidak boleh melecehkan terhadap nabi-nabi Allah
12.Tidak membeberkan cara merayu wanita dan pornografi secara vulgar
13.Harus ada perkataan dari Allah bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain diri-Nya
14.Harus ada nama agama yang berasal dari Tuhannya, bukan dari manusia atau panggilan orang
15.Terjaganya seluruh wahyu itu dengan hafalan para pemeluknya dari awal diwahyukan sampai kiamat.
16.Dan lain-lain.
@ke2
Kalau anda mau takkan susah mencarinya….
MASALAHNYA ANDA TAK MAU…..(makanya percuma walau diberitahu)
MANA MUNGKIN MEMPELAJARINYA..HANYA DALAM ITUNGAN BULAN….
31 Maret 2009 at p03 03.18
welach…kok ke ke2…salak ketik…..
Aling :
hayo…kagen sama ke2 ya, Ayruel_Chana hehehe…
31 Maret 2009 at p03 03.18
Paus bercomentar
31 Maret 2009 at p03 03.18
@CY
ini kutiban diskusi dari Joko Yuwono yang saya rasa, sangat bijaksana dan bisa jadi renungan. (saya sudah minta izin mengutip diskusi nya..dan telah diberi izin…)
terimakasih ya buat mas Joko Yuwono, semoga tulisanmu bisa menjadi renungan buant kami semua :
~ Islam tdk melarang menikah beda agama… hanya yg terjadi adalah adanya “ketakutan” dari sebagian umat islam sendiri thd issue “Pemurtadan” yg dilakukan umat agama lain… Baca Selengkapnya melalui perkawinan beda agama, yg sebenarnya itu tidak ada.
Fakta di Jatim, lebih 8 rb keluarga menikah berbeda agama, sementara di Jateng sekitar 25 rb keluarga, dan mereka masih setia pada ajarannya masing2 meski berbeda agama dlm satu keluarga. Jadi issue pemurtadan itu menurut saya omong kosong dan hanya ketakutan2 dari umat islam sendiri…
~Dalam suatu kesempatan Cak Nur pernah membahas mengenai perkawinan beda agama ini. Mari kita logikakan… Muhammad menjadi nabi pd usia 40 thn sementara beliau menikahi Khadijah pd usia 20 thn. Artinya, pd saat menikahnya tentulah dg cara2 Nasrani kan? Krn sbg mana diketahui Khadijah adalah penganut agama Nasrani yg taat dan itu dibuktikan bahwa beliau (Khadijah) berasal dr keluarga Nasrani yg baik dimana salah seorang pamannya, Nauval, adalah pendeta kristiani. Makna dari semua ini sesungguhnya adalah tidak ada larangan dlm Islam untuk menikah berbeda agama.
~Melarang mereka menikah beda agama itu apakah bukan keegoisan yg lainnya ? Sementara cinta kasih mereka bukankah Tuhan juga yg menganugerahkan kepadanya ?
Menurut saya, islam tdk melarang menikah beda agama… hanya yg terjadi adalah adanya “ketakutan” dari sebagian umat islam sendiri thd issue “Pemurtadan” yg dilakukan umat agama lain… Baca Selengkapnya melalui perkawinan beda agama, yg sebenarnya itu tidak ada.
Fakta di Jatim, lebih 8 rb keluarga menikah berbeda agama, sementara di Jateng sekitar 25 rb keluarga, dan mereka masih setia pada ajarannya masing2 meski berbeda agama dlm satu keluarga. Jadi issue pemurtadan itu menurut saya omong kosong dan hanya ketakutan2 dari umat islam sendiri…
~Justru kini saatnya untuk mengungkap kebenaran itu kepada masyarakat muslim, bahwa nabi-nya pun menikah dengan cara Nasrani ! Artinya, Rasul saja sangat toleran mengapa ummat beliau justru anti-toleran ? Apalagi tingkah polah FPI itu bukankah justru akan menjatuhkan citra Islam sendiri ?
Kembali ke perkawinan beda agama, bukan hanya dengan Khadijah saja nabi menikahi orang kristen, setidaknya beliau pernah pula menikahi Maria dan satu lagi saya lupa (he3x..) dan semua itu tidak pernah diungkap dalam pelajaran agama di sekolah2 ! Ulama konservatif bisanya hanya melarang, melarang dan melarang saja tanpa melihat fakta riil di masyarakat!
~Saya sedang berkampanye menggugah kesadaran bangsa ini untuk menghormati nilai-nilai pluralitas. Karena beberapa tahun belakangan ini, saya melihat ada tanda-tanda bahwa Indonesia sedang disetting oleh sekelompok orang agar mengarah ke fundamentalisme !
~Ketika Tuhan menganugerahkan Cinta Kasih kepada umat manusia, tentulah Tuhan tidak memandang apakah agama pasangan tersebut. Tuhan juga tdk sedang mengundi dadu. Karena Tuhan memiliki 2 sifat yaitu Imanen dan Transenden. Kedua sifat ini diberi nama masing. Dalam Qur’an, Allah (transenden) dan Rabb (imanen). Sementara dalam Injil yaitu God & Lord… Baca Selengkapnya … Baca Selengkapnyadan dalam agama Hindu ialah Brahman & Athman.
Imanen, berarti menyatu dengan diri kita (lebih dekat dari pada urat nadimu). Sedangkan Transenden berarti jauh dan diluar apa2 yang kita pahami.
Dan Cinta Kasih antar sesama merupakan wujud entitas Tuhan yang Transenden. Sementara ayat-ayat dalam kitab suci merupakan wujud dari entitas Tuhan yang Imanen.
Keduanya tentu saja tidak mungkin bertentangan, sehingga adalah sebuah pengingkaran (negasi) terhadap sifat-sifat Tuhan, manakala ada pihak-pihak yang bermaksud memisahkan Cinta Kasih pasangan yang berbeda agama karena Tuhan sendiri tidak pernah mempermasalahkannya
~Bagimu agamamu dan bagiku agama ku…
Jika tdk setuju dg perkawinan beda agama tdk ada apa-apa. Tapi jangan asal maen larang apalagi mengkafirkan orang yg menikah beda agama. Cukup adil, kan ?
saya tergugah dengan komentarnya…bagaimana menurutmu CY dan menurut yang lain…
saya akan mengundang mas Joko Yuwono, untuk memberi kita masukan atas kebigungan kita selama ini , semoga dia bersedia!
1 April 2009 at p04 03.18
@Aling
wah kalau orang yang ini (joko yuwono) gue salut deh, walau mempelajari agama, tetapi otaknya masih main juga….
salam,
Aling :
Ya, seharusnya beginilah ahli agama.
2 April 2009 at p04 03.18
@Ayruel Chana
Berakhlak mulia itu relatif bung, sesuai perkembangan jaman. Kalau jaman sekarang ini penerima wahyu yg anda sebutkan belum tentu bisa disebut berakhlak mulia.
Fakta dilapangan, para pemeluknya saja sudah terbagi menjadi beberapa aliran dan bahkan ada kubu yg sudah saling berperang bunuh2an hanya krn beda penafsiran. Ga usah jauh2, di Indonesia ada kasusnya kok kalau anda mau melek.
ajaran kejam dan sadis juga relatif, mungkin saja di jaman itu bukan termasuk kejam dan sadis, tapi utk masa sekarang itu termasuk sadis kebanget2an.
Jadi, sesuatu yg relatif tidak bisa di jadikan pegangan.
@Aling
Tema postingan kan meragukan keberadaan Tuhan, bukannya pernikahan beda agama. Sebaiknya Aling membuat postingan baru ttg itu spy komentator ga bingung dan isi komentarnya terpencar ke bbrp arah. Itu sekedar usulan dari saya.
Bagi saya selama aliran/agama tersebut mengutamakan perbuatan baik dan kasih sayang terhadap sesama mahluk hidup (apalagi manusia) ya no problem. Ego manusia yg perlu dijinakkan agar tidak selalu merasa golongan/agamanya yg terbaik dan paling di setujui Tuhan sementara aliran/agama lain dilaknat Tuhan. Kan tak mungkin Mother Theresa dan Mahatma Gandhi yg begitu baik dimasukkan ke neraka oleh Tuhan karena beda agama, apalagi Sidharta Gautama sang Guru Agung. Sementara perbuatan mereka sendiri jauh dari kejahatan.
Setuju dgn Joko Yuwono dlm hal pluralitas. Kalau Indonesia tidak mau hancur berkeping2 maka harus bisa menghargai pluralitas. Ideologi “Bhinneka Tunggal Ika” bukan terlahir hanya dgn cuap2 sesaat org yg baru bangun tidur. Tapi dirumuskan oleh bapak2 bangsa dgn penuh pertimbangan ke depan.
Tuhan dlm kitab agama langit saja meminta menghormati org tua kita spy lanjut umur kita. Bapak2 bangsa itu sangat bisa disebut sbg orangtua. Kalau tak menghormati karya mereka (Bhinneka Tunggal Ika) bisa dibilang bangsa ini kualat. Kita tau sendiri apa hukuman utk anak yg kualat.
Aling :
Saya hanya ingin berbagi apa yang saya dapat dalam hal agama.
Berharap sebagai manusia, kita mesti bisa menyaring dan menerima, pandangan baru bukan mati dalam kefanatikan yang tak seharusnya.
Semoga, agama yang selama ini kita anggap sebagai pengkotak-kotak manusia, terali itu bisa terbuka.
Yang sebenranya pembahasan ini juga sudah campur aduk…dari membicarakan tentang ada tidaknya Tuhan yang tak lepas juga dari agama, lalu kesalahan2 yang mungkin terjadi dalam agama.
Semoga dalam diskusi ini, kita semua bisa menggambil makna sendiri-sendiri, mana yang baik dan mana yang tak baik, mana koment yang anda pikir sesuai dengan hati nurani jalankalah dan tak sesuai singkirkanlah.
saya belum terpikir utk membuat postingan baru tentang pernikahan beda agama, karena apa yang sebaiknya dilakukan seorang umat beragama tentang penikahan beda agama sudah dijawab oleh Joko Yuwono.
Tapi saya harap, ruangan ini tetap masih saya peruntukan berdiskusi dalam masalah apapun yang kira2 menganjal dalam hati yang masih ada hubungannya dengan Tuhan, manusia, agama dll.
Bagaimana menurut yang lain, atau apakah rungan ini hanya dibatas dalam diskusi tentang adanya Tuhan?
saya tunggu jawaban dari sahabat2 semua.
saya berharap ruangan ini, adalah ruangan diskusi milik kita semua untuk kita semua dan bisa bermanfaat bagi kita semua.
salam…
2 April 2009 at p04 03.18
@Aling,
tetap seperti saat ini, karena kebutuhan manusia akan agama maupun Tuhan tidak akan pernah berhenti sepanjang masa.
menurutku sih biarkan trilogi ini (manusia, agama, Tuhan)
hanya saja mungkin Aling minta agar yang masuk dalam diskusi ini bertambah, biar lebih berwarna, syukur kalau membawa manfaat menjadikan dunia ini semakin damai, dan fundamentalis bisa dijauhkan dari kehidupan kita sehari-hari.
sampai saat ini saya masih percaya untuk menuju keselamatan dan kebenaran ada banyak jalan yang bisa dilalui (bukan hanya satu jalan, bukan monopolinya segolongan orang/bangsa/agama), baik yang berkendaraan resmi (agama) maupun yang tidak punya kendaraan (seperti saya)
pasti sampai dan selamat kok…. asalkan bisa mengamalkan kebaikan, kejujuran, tolong menolong, cinta damai, peduli akan sesama makhluk Tuhan dll…. maka Tuhan akan selalu tersenyum dan ramah kepada kita, alampun juga akan lebih ramah.
menurutku Tuhan juga bukan pemurka … Dia lebih (maha)kasih dari sekedar kasih sang ibu kepada anaknya, Dia juga bukan type pencemburu ….. dan Dia pun tidak peduli kita memanggil Dia sebagai apa, karena panggilan apapun tidak akan merubah Dia menjadi seperti panggilan tersebut …. percayalah
jadi menurutku yah … lanjutkan saja Aling, dan ajak teman lainnya untuk ikut diskusi ini …..
salam damai selalu bagi dunia dan seisinya.
2 April 2009 at p04 03.18
4.Penerima wahyu harus jelas orangnya, benar-benar jujur & berakhlak mulia
Berakhlak mulia itu relatif bung, sesuai perkembangan jaman. Kalau jaman sekarang ini penerima wahyu yg anda sebutkan belum tentu bisa disebut berakhlak mulia.
—————————————————————–
jadi penerima wahyu orang yang tak berakhlak mulia…membantu orang miskin di zaman sekarang tidak dibilang mulia toch..atau menolong korban bencana di zaman sekarang dianggap tindakkan tak berprikemanusian…???dll
15.Terjaganya seluruh wahyu itu dengan hafalan para pemeluknya dari awal diwahyukan sampai kiamat.
Fakta dilapangan, para pemeluknya saja sudah terbagi menjadi beberapa aliran dan bahkan ada kubu yg sudah saling berperang bunuh2an hanya krn beda penafsiran. Ga usah jauh2, di Indonesia ada kasusnya kok kalau anda mau melek.
———————————————————–
pemeluk….benarkah itu pemeluk???…..seperti syiah,ahmadiyah,dll….wong pijakannya bukan qur’an dan sunnah..masih disebut islam kah,,???…kalau label nya bukan islam…no problem….
5.Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
ajaran kejam dan sadis juga relatif, mungkin saja di jaman itu bukan termasuk kejam dan sadis, tapi utk masa sekarang itu termasuk sadis kebanget2an.
Jadi, sesuatu yg relatif tidak bisa di jadikan pegangan.
———————————————————————-
jadi membunuh di zaman sekarang tanpa alasan yg kuat..dianggap sah toch…
mencuri atau korupsi diperbolehkan toch
pemerkosaan direstui toch saat zaman sekarang ini
dll…
wach memang zaman sekarang ini adalah zaman yang membolehkan tindakkan jahat menjadi tindakkan baik…ini alamat kehancuran…takkan lama lagi kayaknya perang dunia ke 3
2 April 2009 at p04 03.18
@ke2
Pilihanmu boleh2 saja.apapun pilihanmu mudah2an bisa membimbingmu untuk dekat dgn sasaran tepat kepadaNYA.
saya kasih saran untuk anda agar berdo’a padaNYA,agar ditunjukkan jalan yg lurus,tepat,benar,dll.
tentu anda bisa…melalui walau tanpa agama (dalam anggapan anda)menghindari semua rintangan dll.dengan berbekal hati yg bersih dll.semoga anda dapati tekhnik yg bisa menjaga hatimu konsisten selalu bersih dll.
2 April 2009 at p04 03.18
@aling
kalo buat saya diskusi apapun juga nggak jadi masalah…dalam satu posting…kalau membicarakan TUHAN….sudah jelas membicarakan semua.
2 April 2009 at p04 03.18
@ ayruel chana,
hehehe …. terima kasih bro … atas pengertian anda, semoga anda juga diberkati oleh Allah Swt ……
eh, boleh nanya … apakah syiah bukan muslim juga ???, padahal ada negara yang dasar negaranya menganut aliran itu ???
salam damai selalu bagi dunia dan seisinya…
3 April 2009 at p04 03.18
bukan akhlak mulia itu yg saya maksud, saya tak mau memberikan contoh utk hal ini krn akan banyak yg tersinggung. Anda kembangkan sendiri nanti pasti ketemu akhlak mana yg disebut “mulia” itu tapi tidak mulia utk jaman sekarang. Saya rasa wacana “akhlak mulia” dicukupi sampai disini.
Anda atau siapapun tidak berhak menentukan mereka Islam atau tidak, pijakan mereka sesuai atau tidak, jgn mendahului Tuhanmu dlm membuat keputusan…
Baca dulu yg teliti, saya tulis dijaman itu bukan dijaman sekarang. Dijaman dulu boleh jadi biasa2 saja tapi dijaman sekarang itu dianggap sadis dan kebangetan.
3 April 2009 at p04 03.18
@ ayruel chana
saya mau tanya, masalah kitab :
berati Tuhan hanya milik orang yang mengerti bahasa itu dan menjadi milik bangsa tertentu.
Bukan Tuhan itu milik segala bangsa. Tuhan itu Maha, tahu dan menegerti semua bahasa.
~Ngak sadiskan seorang kakek dengan julukan Kyai Haji, menikahi seorang anak kecil 12 tahun dengan alasan …( alasannya kamu tahu sendirikan, ngak usah aku jelasin).
dengan julukannya seharusnya sikap dan perbuatannya dijadikan contoh masyarakat.
dll
mohon pencerahannya!
3 April 2009 at p04 03.18
@Cy
Bukan pendapat saya tapi ijma’ ulama atau kesepakat ulama2. ttg ahmadiyah disini ttg syiah disini
3 April 2009 at p04 03.18
@aling menenai bahasa disini dan disini
3 April 2009 at p04 03.18
@aling,knapa? disini,disini dan disini
3 April 2009 at p04 03.18
@aling mengenai kyai….saya baru denger seorang kyai mempunyai anak bernama steven..hhhhhh
mengenai perinikahan disini dan disini juga disini
nggak bisa satu kali comment…discarded krn kebanyakan link…hhhhhh
Aling :
thanks ya linknya…
ntar ada waktu luang aku baca2..
4 April 2009 at p04 03.18
@Ayruel Chana
“Anda atau siapapun tidak berhak menentukan mereka Islam atau tidak”
Itu yg saya tulis, jadi bukan hanya anda. Apakah ulama2 tersebut menyangsikan selektifitas Tuhan sehingga mereka harus turun tangan memberikan cap “sesat” ?? Dan bukan hanya itu, malah ada yg main bakar. Apakah ada instruksi dlm Kitab Suci utk membakar/merusak (milik) aliran yg berseberangan??
Ttg pernikahan dgn anak bawah umur, dari link yg anda berikan disebutkan kalau hadist tersebut kurang valid kenapa masih dipertahankan (berarti kan pencemaran nama baik nabi) dan bahkan bbrp kyai malah mau ikut2an teladan tsb…
Ttg bahasa..
Bukankah Kristen juga punya kitab yg masih berbahasa asli yaitu bhs Ibrani. Demikian juga Tripitaka dlm Buddhisme juga masih bahasa asli (bahasa Pali). Sesuai kriteria yg anda sebutkan berarti kitab2 tersebut valid dong kalo gitu.
Utk kriteria yg ini –> 5.Tidak mengajarkan ajaran yang kejam dan sadis
anda menggagalkan sendiri validitas kitab2 agama langit krn didalam kitab tersebut ada diajarkan hal2 yg sadis dan kejam. Anda cari sendiri ayatnya pasti ada.
5 April 2009 at p04 03.18
@Cy
BRARTI ANDA TIDAK MEMBACA LINK YG SAYA BERIKAN…..
MASALAH AYAT KEJAM….MANA AYATNYA???…
PALING MASALAH PERANG…UDACH SAYA BUATKAN POSTING NYA….KAYAKNYA MASALAH INI UDACH BASI….
HADIST YG TAK SHOHIH…ITU TAK DIPAKAI…TETAPI MASIH ADA DI BERBAGAI KARYA ULAMA(hadist)….MENGINGAT ISLAM TETAP MENGHARGAI PENDAPAT,walau pendapat keliru…ntuk pelajaran ke depan…agar tak keliru…tapi hadist itu ditandai kok bahwa perawinya lemah…yg namanya hadist walau se shohih2nya tak bisa dipercaya 100%…maklum yg namanya hadis dari mulut ke mulut….
hanya sekedar membantu memahami alqur’an..yach maklum lach nggak semuanya manusia bisa menafsirkan alqur’an…
untuk bahasa kitab..islam mengakui kitab2 terdahulu kok….akan tetapi sebagiannya tercemar tangan manusia…walau tak semua isinya..walau kitab asli itu masih ada ,,entah dimana…
5 April 2009 at p04 03.18
@cy
untuk ahmadiyah….
sepintas Mungkin link ini bisa membantu memahami :
http://anadhar.multiply.com/journal/item/127
dalilnya disini :
http://quran.kawanda.net/ayat.php?surat=33&ayat=40
http://quran.kawanda.net/ayat.php?surat=6&ayat=153
5 April 2009 at p04 03.18
@cy
Ttg syiah disini:
http://indrayogi.blog.friendster.com/2007/05/membedah-syiah-farid-achmad-okbah-ma/
http://al4mien.multiply.com/journal/item/24/SYIAH_sesat_menyesatkan
Jadi nggak semua syiah sesat…ada yg sesat..
5 April 2009 at p04 03.18
Paling masalah perang??? Paling??? Wah, sungguh tak berarti “colateral damage” dari sebuah perang itu menurut anda ya… Jadi perang itu tdk kejam dan sadis? diperbolehkan, begitu?? hanya “paling” …
Masalah sesat dan tidak sesat, pada dasarnya bila sebuah aliran berhasil mencapai popularitas dan memiliki banyak pengikut / menjadi mayoritas maka akan disebut yg paling benar. Sedangkan yg lebih sedikit pengikut/minoritas tetap akan disebut sesat. Itulah trend dunia manusia dari jaman dahulu sampai sekarang. Dulu Yesus dan Muhammad waktu pengikutnya masih sedikit juga dibilang sesat kok oleh pihak mayoritas. Jadi kalo sdh berhasil menjadi besar dan mayoritas ya jgn jadi sombong dan menuding kelompok minoritas lain sesat.
Pelajarilah semua sejarah dan ambil intinya. Maka anda akan dapati skenario mayoritas-minoritas ini selalu terjadi berulang-ulang. Intinya… jgn sok merasa yg paling benar kalo sdh jadi mayoritas, jalani saja kepercayaan masing2. Satu jari menunjuk org lain, 3 jari lainnya akan menunjuk kita sendiri.
Sdh banyak contohnya:
Nuh dianggap sesat dan gila oleh mayoritas sewaktu membuat perahu raksasa.
Umat Kristiani awal juga dianggap sesat oleh mayoritas dan dikejar2 hendak dibunuh.
Umat Islam awal juga mengalami hal yg sama.
Mana ada agama yg awal2nya langsung diakui dan diikuti mayoritas, selalu didahului kontroversi dan pertentangan serta pembunuhan lebih dulu.
Itulah yg saya sindir dlm cerita di : http://pilihan.wordpress.com/2008/05/07/orang-kaya-sombong/
6 April 2009 at p04 03.18
@cy
hhhh..siapa yg ngaku benar..???
Anda kan bertanya dalam lingkup islam…saya usahakan menjawab sekedar dalam ilmu saya yang sedikit dan terbatas(kalau ditanya saya tamatan apa ,mungkin tak percaya,aling aja nggak percaya saya cuma tamat SD.tapi itu kenyataanya ,yach mau bilang apa lagi)
kualitas saya menjawab tentu sangat jauh berbeda dgn mereka para pakar ahli agama.
malach saya balik bertanya….
yang menuduh seseoarang tidak benar,apakah sudah benar..???
7 April 2009 at p04 03.18
@ayruel …
wah, ditanggepi juga …
dalam agama islam, saya sering mendengar kata pasrah, berserah diri, menerima apa adanya, mengambil hikmahnya.
perubahan lah yang mengakibatkan terciptanya alam.
dari awan kosmik, menjadi lebih padat, memiliki massa, bergravitasi, dan menghasilkan energi.
tuhanmu …
hhhh (<–hahaha ato swt?)
saya bosan kalo mendengar kalian para fanatik uda mulai bicara, uda ga ada sopannya, ga ada etika, ckckckck …
jadi kamu mau tetep jadi budak
…. , dalam cerita islam ato kristen, saya rasa semua sama,
ada tuhan, malaikat, setan,
tuhan nyiptain manusia, n setan disuruh nyembah manusia (dlm hal ni, setan budak ya …) kalo emank tuhan tu yang harusnya disembah, kenapa setan disuruh nyembah manusia? tuhan emank da ngerencanain setan tu ntar jadi pembangkang, sama aja kayak pemerintahan sekarang ni, ada kambing itamnya (ya ayruel, politik alam semesta).
jadi kalo tuhan tu ada, berarti manusia belajar licik dan picik dari tuhan donk?
tuhan ga sempurna!!!
atheis kehancuran?
mungkin bisa dibilang gitu bagi para fanatik n pemuka agama. sebenarnya agama itu baik, tidak usah mempermasalahkan ketuhanan duluan de, tapi liad dari segi kemanusiaannya, manusia jadi terarah.
Tapi! agama juga alat, dari manusia, untuk manusia. jadi ya lama-kelamaan disalahgunakan, di beberapa cerita n berita, agama digunakan untuk merendahkan manusia lain. ni da salah! kalo emank kalian punya tuhan, apa tuhanmu pernah merintahin bunuh? kenapa ga dia aja yang ngelakuin? apa dia da lumpuh? terlalu congkak? sok banget (jgn bilang kalo tu kan kehendaknya, dy yang punya alam koq, wah, bener2 pemikiran SD ya …).
eksistensi tuhan dipertanyakan dalam beberapa ayat yang menyatakan bahwa umat (beragama) harus berperang (gini ta tuhan tu? nyuruh umatnya mati? apa dia ga ada solusi lain buat menciptakan kedamaian? apa cuman ampe disitu cara pemikiran tuhan? koq sama kayak manusia?).
tuhan tu eksistensi penghukum dalam agama, ga patuh ntar dihukum tuhan, jadi tolong bagi yang nangis2 di tempat ibadah disadarin, percuma, tuhan ga iso opo2 soale dia ga ada, cuman kiasan.
pikirkan, kebebasan adalah segalanya, burung uda pasrah di dalam sangkar karena emank ga bisa keluar, tapi manusia seharusnya ga bole pasrah dijadikan budak tuhan karena tuhan tu supreme, lawan, bebas adalah segalanya.
Atheisme adalah masa depan, jadilah raja, di atas segala-galanya.
7 April 2009 at p04 03.18
@ratana kumaro
salam damai karena kita manusia tidak seharusnya bertikai untuk hal yang memang seharusnya tidak ada.
@Aling
Kyai tolol puji tu emank bodoh, itu membuktikan kebodohan pemuka agama yang hanya menggunakan “mulut” dan “nafsu”.
@CY
saya setuju dengan pendapat anda bahwa agama mengajarkan manusia untuk berperang, pada suatu ajaran agama, diceritakan bahwa tuhan pun berperang (ga bisa mikir jalan damai).
@ayruel
fanatik, anda benar2 fanatik, tolong diralat comment saya yang menyebut kata “kamu”. pemuka agama selalu mencari jalan untuk membenarkan tindakan mereka, di back-up kitab ato hadits, jadi gitu de, seenaknya sendiri.
yah, Atheisme adalah masa depan, hukum adalah sesuatu yang harus dipatuhi, hukum lebih baik dari agama, karena hukum itu up-to-date, berkembang sesuai perkembangan manusia, tidak usah menutupi kekurangan agama, mana ada suatu eksistensi supreme yang disebut “tuhan” nyiptain agama yang ada kekurangannya … ga supremasif banget …
@ayruel
mengenai Ahmadiyah, apa pendapat anda?
@Aling
apa pendapat anda apabila PKI (partai komunis indonesia) berdiri lagi?
8 April 2009 at p04 03.18
hmmm
8 April 2009 at p04 03.18
@moglista….
mungkin anda mau bongkar2 artikel lama ini :
http://suakahati.wordpress.com/2008/05/09/satu-menit-menjadi-atheis-no/
http://suakahati.wordpress.com/2008/07/17/anak-kecil-dan-penyakit-atheisme/
9 April 2009 at p04 03.18
@Ayruel Chana
Hahaha… pernyataan anda yg seperti itu sejenis dgn yg ini —> “Apakah agamawan yg bercerita ttg keindahan surga dan bidadarinya sdh pernah ke surga???”
atau —> “seorang ayah yg perampok menasehati anaknya spy jgn mencuri, tak pantaskah nasehat tersebut diikuti oleh anaknya??”
Hehe… dlm setiap jawaban anda selalu mengklaim bhw saya belum membaca/menemukan kitab yg paling benar. Dan penunjuk arah ke kitab yg paling benar itu samar2 selalu ke satu kitab agama tertentu. Nah, anda bisa menjawab sendiri siapa yg ngaku benar itu…
@Moglista
Saya edit sedikit ya…
Atheisme dan agama sama2 bukan masa depan.
Perbuatan baik penuh kasih barulah masa depan…
10 April 2009 at p04 03.18
hikk…ya iyalah…yg mengetahui keadaan mobil adalah yg bikin tuch mobil .
yg mengetahui kondisi sorga adalah penciptanya.
yg mengetahui alam ini,sudah pasti penciptanya.
10 April 2009 at p04 03.18
hiiiikkk…lagi
Kebenaran tidak boleh diakui benar….hhhhh
Kebenaran harus diakui sesat….
wchhhhh….
10 April 2009 at p04 03.18
mau hikk…
Perbuatan baik penuh kasih barulah masa depan…
seharusnya anda akui itu sesat….
10 April 2009 at p04 03.18
Hidup damai itu lebih indah,
Hidup Benar itu lebih baik,
Hidup penuh Cinta itu membahagiakan…
Daripada meributkan sesuatu yang tidak jelas,
Lebih baik hidup di jalan yang baik,lurus, benar, penuh cinta kasih, damai… ,
Sebab, meributkan sesuatu yang tidak jelas,
Bagaikan meributkan “pepesan-kosong”,
Tidak berguna, dan tidak bermanfaat… .
Yuk, semua hidup damai dan penuh kebahagiaan ajah!
Menjadi manusia-manusia yang bisa rukun satu sama lain, berjiwa bersih, suka menolong, suka berderma, membantu yang kesusahan, dan lain-lain kebajikan…,
Setuju ??!!
Oiya, untuk saudara-saudaraku, jangan lagi mengata-ngatai suatu agama itu adalah penyembah Berhala yak! Karena, tudingan anda belum tentu benar, dan , saat menunjuk, tiga jari yang lain menunjuk diri kita sendiri loh! jangan2, kita sendiri tuh yang menyembah berhala ???!!!
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/09/kamulah-yang-menyembah-berhala/#comment-574
13 April 2009 at p04 03.18
diem….
http://ratnakumara.wordpress.com/2009/04/09/kamulah-yang-menyembah-berhala/#comment-574
15 April 2009 at p04 03.18
di kamusku …. sesat adalah dimana kita mengutamakan kebersamaan dan kedamaian menjadikan hidup kita dimasyarakan menjadi aman, damai, sejahtera dan saling menghargai.
di dalam hatiku … jalan kebenaran jalan yang “harus” sulit dilalui, dan tiada yang bisa melaluinya kecuali melalui aku ….. karena harus lewat gerbang dan beli karcis yang kujual ….
maka kamu harus berbaik-baik padaku, baru bisa bertemu ….
17 April 2009 at p04 03.18
Sesat adalah Tuhan
jalan cerita skenario hiburan buat dirinya adalah jalan kehidupan kita …
sesat adalah Tuhan
masa depan bukan atheis … ya mungkin memang bukan … tapi kita lihat saja … saat ini … agama diperjual belikan untuk kepentingan politik … setiap orang beragama … tapi kenyataannya … dalam diri tiap individunya tidak ada kepercayaan sama sekali akan ketuhanan … inikah jalan skenario bagi kita manusia??? jika tuhan ada … berarti kita digariskan neraka atau surga sejak dari awal … berarti iblis juga digariskan menjadi pembangkang sesuai skenario … TUHANLAH YANG SESAT!!!
18 April 2009 at p04 03.18
Ok…
Sesat …alias nyasar ato juga tak dijalur.
Kalau anda mengatakan Tuhan sesat,yach sah2 saja,sesat krn tak sesuai dgn apa yg anda inginkan or juga jalur yg anda suka.
Kalau anda ingin berpikir bagaimana ttg tuhan.maka posisikan lach diri anda seakan2 anda tuhan,jgn manusia.Tapi anda tetap manusia kok,bukan tuhan.
selagi anda memposisikan pemikiran anda di posisi anda sebagai manusia.anda takkan mengenalNYA.
ok itu hanya saran buat moglista,bukan yg lainnya.krn saya yakin moglista sanggup melaluinya,yg lain saya belum tahu.
ttg digariskan neraka atau surga.
Saya jawab IYA.kalau tak digariskan apa masih pencipta namanya,bahwa dia tak tahu hasil dari kehendaknya.
Sesat atau tidak sesat itu bagi ciptaan.
Bagi Tuhan tentu saja tidak.
Silahkan chat dgn saya kapan2 jika anda ingin bertanya lebih lanjut,saya akan mengusahaka untuk menjawabnya,kalau pun belum saya dapati jawabannya,akan saya coba untuk bertanya pada yg mengerti ,id Ym saya :ayruel_chana
11 Mei 2009 at p05 03.18
Sy sempaat baca artikel ini sebanyak 3x dan sx membaca diskusi antara pemilik blog dan pengunjung. Dalam hati, telah sy berikan award lebih dini. Dan ketika ada kesempatan, inilah saat berbagi untuk blog ini …
coba tengok ke blog sy ya: Award, artikel bertanggal 17 April 2009.
Semoga berkenan. Salamku.
11 Mei 2009 at p05 03.18
Sy sempat baca artikel ini sebanyak 3x dan sx membaca diskusi antara pemilik blog dan pengunjung. Dalam hati, telah sy berikan award lebih dini. Dan ketika ada kesempatan, inilah saat berbagi untuk blog ini …
coba tengok ke blog sy ya: Award, artikel bertanggal 17 April 2009.
Semoga berkenan. Salamku.
25 Mei 2009 at p05 03.18
menjadi tuhan ya ….
25 Mei 2009 at p05 03.18
Begini teman-teman, saya ajak kalian berfikir sederhana saja…..
Lebih baik sekarang kita percaya bahwa Tuhan itu ada, walaupun nantinya ternyata Tuhan itu tidak ada…
Dari pada sekarang kita menganggap Tuhan itu tidak ada dan ternyata Tuhan itu ada….
Memang bukan sesederhana itu permasalahannya…
Permasalahannya adalah apakah kita telah menyembah Tuhan yang benar?
Saya hanya mengingatkan 1 hal, manusia itu terbatas, tetapi Tuhan tidak terbatas….
Kalo masalah membuktikan ada Tuhan atau tidak itu berasal dari apa dasar yang kita gunakan…
Apabila dasar kita adalah tidak ada Tuhan, maka ketika kita mencar-cari maka kita akan semakin yakin bahwa memang tidak ada TUhan.
Tetapi, apabila asumsi dasar kita adalah memang ada Tuhan, maka semakin kita mencari maka kita akan semakin menyadari bahwa Tuhan itu ada….
Ada sebuah ilustrasi yg cukup menarik yang ingin saya bagikan:
Suatu hari ada seorang tukang cukur rambut dan pelanggannya, mereka bercakap-cakap tentang eksistensi Tuhan, tukang cukur berkata “Saya yakin Tuhan itu tidak ada, buktinya lihat disekeliling kita banyak orang yang menderita, apakah Tuhan tidak pernah mendenganr mereka?”. sang pelanggan memikirkn hal tersebut. Dalam perjalanan ke rumah, ia melewati sebuah jembatan ia melewati sebuah jembatan, di bawah jembatan tersebut ada puluhan anak jalanan dengan rambut yang sangat gondrong dan acak-acakan. Dia mulai berfikir, “Jika memang ada tukang cukur, mengapa masih banyak orang yang rambutnya panjang?”. Ia semakin yakin bahwa Tuhan itu ada.
Permasalahannya Tuhan yang mana?
25 Mei 2009 at p05 03.18
@moglista
Emang ada ya yang menyatakan bahwa setan harus menyembah manusia?
Setahuku justru setan itulah yang berusaha membujuk manusia agar jatuh dalam dosa….
Kenapa demikian, itu karena setan cemburu pada manusia, dan tentunya setan ingin mencari teman untuk tgl d neraka..
8 Juni 2009 at p06 03.18
10 Juni 2009 at p06 03.18
Apa TUHAN dapat menciptakan batu yang DIA sendiri ga mampu memikulnya?
14 Juni 2009 at p06 03.18
Kemapuan Mencipta bukan kemampuan untuk lemah…bertentangan….
kemampuan untuk lemah …
itu mach kelemahan…
bukan kemampuan…
kemapuan bukan kelemahan…
kelemahan tak ada pada pencipta.
baca sini :
http://ayruel.wordpress.com/2009/05/10/mungkinkah-allah-menciptakan-tuhan/
14 Juni 2009 at p06 03.18
Jawabannya :
menciptakan = BISA
Melemah = mustahil pada pencipta
yang maha besar itu DIA.
apapun yang diciptakan…tetap DIA maha besar.
pertanyaanya mirip dgn ini(JAWAB SALAH SATU) :
1 + 1 + 1 =
A.1
B.111
C.31
15 Maret 2010 at p03 03.18
Wah orang yang bilang syiah sesat pasti ora ngerti syiah. Mbok yo tanya sama ulama syiah.
Situs anti syi’ah http:/www.hakekat.com, sedang situs yang melucuti kebohongan hakekat.com http://satriasyiah.wordpress.com.
17 September 2010 at p09 03.18
* kenuzi50 bilang:
“Baca Qur’an nanti tahu Tuhan yg benar”. Betul!
* Alqur’an nyebut:
“Ssgnya aku hanya disuruh nyembah Tuhan di negri
yg haram”(Qs 27:91)Mekah itu haram(Bukhari 697)
Datanglah ke Mekah, pasti ketemu Tuhan ALLAH.
TAPI AKU KE YRSLM DI BUKIT SION,krn Torat kluar dr Sion dan Firman YHWH dr Yrslm.(Yes 2:3)
*4000 th yl YHWH brfirman, akn memulihkan Israel
dan saat ini bisa kita saksikan, msh brlangsung
terus.(Ul 30:3) Ini baru salah satu dr 6000 nu-buat yg hampir semuanya terjadi dan sebagian ke-cil masih menunggu. Tdk mungkin manusia membuat nubuat, hanya yg memiliki “kuasa supranatural” yaitu DIA yg menyatakan “AKU YHWH ITU NAMAKU”
20 September 2010 at p09 03.18
* 4000 th yl Dia mberikan Tnh Kanaan kpd Abraham
dan keturunannya utk selamanya.(Kej 17:8,9)
* 3900 th yl Dia akn mengembalikn Israel ke
tanah Leluhurnya.(Ul. 30:3-5)
* 26oo th yl YHWH menandaskan, akn ngembalikan
Israel ke tnh Leluhurnya dan akn memilikinya.
(Yer 30:3)
* 90 th hingga hari ini YHWH menetapi janji-Nya;
proses pengembalian-Nya sp hari blum selesai.
* Proses tsb dijadikan-Nya “Panji2 bgi Bangsa2″
(Yes 11:12)
LUAR BIASA, HALELUYAH, PUJILAH YAHWEH! AMIN!