Hari ini ada satu berita yang terbaca olehku saat jalan-jalan diinternet.

Dede, manusia pohon. Saya sempat merinding tak tega…saat melihat foto-foto ini.

//www.markacadey

pic diambil dari www.markacadey.net

Klick disini untuk melihat Dede Manusia Pohon

Ya Tuhan cobaan apa ini.. lagi?

Apa kesalahan manusia sehingga mesti mengalami hal yang begitu aneh.

KOK BISA YA, BEGINI ?

***

Masihkah kita merasa tak puas dengan apa yang kita miliki ?

Masihkah kita menganggap kita manusia yang selalu mendapat kesusahan, penderitaan dan cobaan?

Padahal masih banyak orang yang tak bisa hidup selayaknya manusia, mendapatkan cobaan yang begitu berat!

Kemanakah mereka harus mengeluh?

INGAT! BERSYUKURLAH atas apa yang kita miliki, JANGAN MENGELUH LAGI! dan jangan lupa peduli serta khusyuk berdoa untuk mereka yang lagi disapa cobaan.

Mungkin sudah menjadi berita besar ya di Indonesia! Tapi kuposting lagi disini.

“MARI KITA SAMA-SAMA BERDOA, semoga saudara kita Dede, bisa tabah dan kuat mengalami hal seberat ini. Semoga diberi obat dan ditemukan ilmu kedokteran yang canggih sehingga bisa mendapatkan cara untuk kesembuhan buat saudara Dede dan dia bisa normal seperti manusia lainnya”

Berita asli kuambil disini .Ini petikan berita asli yang kubaca.

Bandung (ANTARA) – Dede (38 tahun) manusia pohon akan diberi gel atau salep khusus untuk membunuh virus human papiloma virus (HPV) atau virus kutil yang menyerangnya.

Demikian dikatakan Ketua Tim Penangananan Dede, dr Rahmat Dinata yang didampingi Direktur Utama RSHS Bandung, Prof Dr dr Cissy Rachiana Sudjana Prawira, dalam jumpa persnya kepada para wartawan, di Ruang Pers RSHS Bandung, Kamis.

“Salep atau gel ini nanti akan dioleskan di lengan sebelah kiri Dede. Ini masih uji coba, karena takut ada efek samping,” kata Rahmat.

Menurut dia, salep ini merupakan bentuk lain dari obat Cidofovir yang direkomendasikan oleh Ahli Dermatologi dari Maryland AS, Prof Anthony Gaspari.

Dikatakannya, selama ini pemberian obat Cidofovir kepada Dede dikhawatirkan akan menimbulkan efek samping berupa pembengkakan ginjal Dede.

Olek karena itu, untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan dari obat Cidofovir, pihaknya beserta Tim Farmasi ITB berhasil mengganti pola pemberian obat tersebut ke tubuh Dede.

“Kalau dulu, obat itu bentuknya cair jadi cara memasukkan ke tubuh Dede melalui disuntikkan sedangkan sekarang cukup dioles saja karena bentuknya salep,” katanya.

Pihaknya menyatakan, operasi Dede yang kesembilan kalinya ini, berhasil mengangkat 1,6 Kg kutil di bagian wajah, leher, dan dada dan berjalan lancar.

“Tingkat kesulitan operasi kali ini tidak serumit operasi sebelumnya, bisa dikatakan semuanya berjalan lancar-lancar saja,” kata dr Rahmat.

Obat Cidofovir, merupakan obat yang mengandung cito megalo virus (CMV) yang bisa membunuh human papiloma virus (HPV), virus kutil yang menyerang Dede, katanya.

Ditanggung pemerintah

Direktur Utama RSHS Bandung, Prof Dr dr Cissy Rachiana Sudjana Prawira, menyatakan, seluruh biaya pengobatan Dede akan ditanggung pemerintah.

“Karena Dede merupakan pasien khusus dari Departemen Kesehatan, maka seluruh pembiayaannya ditanggung Bu Menkes atau pemerintah,” katanya.

Menurutnya, sejak beberapa hari lalu, salinan untuk pembiayaan operasi dan perawatan Dede di RSHS Bandung telah dikirimkan kepada Menteri Kesehatan RI.