
By A ling
Leene adalah pacarku. Gadis hitam manis, berambut lurus, berdagu lancip, adalah gadis pujaanku. Sudah 3 tahun kami menjalin hubungan indah ini. Dapat kulihat dan kurasakan kebahagiaan terpancar di balik bola matanya yang sayu itu, saat ku berikan dia buku yang dicari-carinya selama ini.
“Aku sudah cari dimana-mana ngak dapet,kamu kok bisa dapet sih?” ujarnya dengan raut muka berseri-seri.
Aku senang bisa menatap raut mukanya seperti itu.
Leene, jika sudah menginginkan sesuatu, dia akan terus berusaha mencarinya. Hampir seluruh toko buku dik ota ini dimasukinya, tapi tetap tak membuahkan hasil.
“Sudah habis, mbak!” ujar pelayan toko buku yang dikunjunginya. Lalu dia berjalan lemas meninggalkan toko buku itu.
“Aku dapat buku ini di Khenting saat kantorku mengadakan tour kesana. Aku sengaja meluangkan waktu, untuk mencari buku ini di sana.” jelasku seraya menyalahkan rokok.
“umm.. terimakasih ya, sayang.” ungkapnya dengan manja seraya memberikanku sebuah kecupan mesra.
###
Seperti malam minggu biasanya, aku kerumahnya untuk mengajaknya keluar makan ataupun menonton film.
Namun malam ini, kulihat mamanya menatapku dengan tatapan yang sedikit aneh tak seperti biasa aku berkunjung. Aku tak paham apa arti tatapannya. Tapi mulai kurasa ada yang janggal dan kayaknya mamanya mulai tidak menyukaiku. Aku tidak tahu apa kesalahan yang telah kuperbuat.
“Ai, selamat sore! Leene ada di rumah tidak, ya? ” tanyaku ragu-ragu.
“Ada.” jawabnya ketus.
Kulihat Leene muncul dari balik pintu kamarnya.
“Ayo, kita pergi!” ujarnya seraya mengandeng tanganku.
“Ai. Aku ajak Leene keluar ya!” kataku meminta izin.
“O. Jangan pulang terlalu malam!” jawabnya dengan tatapan tak senang .
Aku dan Leene pergi kearah puncak Huasan. Di sini paling terkenal dengan cafe. Banyak makanan yang ditawarkan, yang bahan dasarnya adalah kopi. Kupesan 2 cangkir Latte dan beberapa tart. Kami sengaja memilih duduk di lantai dua, seakan-akan berada di alam terbuka.
“mmm…. Indah sekali pemandangan di sini.” ujarnya seraya berajak dari kursi dan merentakkan tangannya menghirup udara yang segar sambil menutup mata.
Dia sangat senang menikmati indahnya panorama karya sang pencipta di tepi kota begini. Dari sini akan terlihat lampu-lampu kota yang berkelap-kelip menawan.
Hawa gunung mulai terasa sedikit dingin. Kulepaskan jaketku, lalu kekukenakan pada Leene. Aku tidak ingin dia kedinginan karena aku tahu jika dingin sedikit, hidungnya akan beraksi karena alergi.
“Thanks! ” ucapnya seraya memperbaiki kerah jaket yang kukenakan padanya.
###
Beberapa bulan kemudian.
Saat aku lagi sibuk membuat data penjualan, ponselku berdering.
Lalu kutekan, gambar ganggan telepon berwarna hijau. kudengar isak tangis dari seberang sana.
“Leene kamu knapa?” tanyaku panik.
“Mamaku, telah menerima tawaran mak comblang supaya aku menikah dengan orang Hong Kong.” katanya putus-putus di balik isak tangis, di seberang sana.
Aku terkejut mendengar berita ini. Pantasan tatapan wajah mamanya beberapa hari yang lalu berbeda. Ada rencana yang telah dia susun rupanya.
“Leene. kamu bisa keluar sekarang? ” tanyaku lagi.
“Tidak mungkin. Mamaku sudah kasih ultimatum supaya aku tidak boleh menemuiku. Kalau aku menemuimu, aku akan semakin cepat di kirim ke Hong Kong.” jelasnya dengan suara agak kecil, seakan-aan takut mamanya tahu perbincangan kami ini.
Aku benar-benar naik pitam. Kuberlari kearah parkir, kuhidupkan sepeda motor dan menuju rumah Leene. Aku disambut mamanya dengan muka yang tidak sedap.
“Ai. Kamu kok kejam sih sama anak sendiri?” tanyaku marah tanpa basa-basi”.
“Itu urusan saya. Dia anak saya. Saya berhak menentukan nasibnya.” jawabnya tak mau kalah.
“Apa yang bisa kamu berikan padanya? kamu tak punya apa-apa.” tanyanya begitu meremehkanku.
“Tapi…
Ai mesti tanya apa Leene mau atau tidak?” jelasku tak kalah sengit.
“Sudah…sudah… pulang sana. Jangan cari-cari Leene lagi.” katanya seraya mendorong tubuhku keluar dan masuk seraya menghempas pintu depan rumahnya.
###
Ingin rasanya kubunuh wanita ini. Aku benar-benar tidak bisa menerima vonisnya ini. Terlalu kejam buatku. Rasa cintaku pada Leene sudah merasuk dalam sendi-sendi tubuhku.Tak mungkin aku melepaskannya begitu saja.
Kuhubungi posel Leene. Nada tak aktif. Kucoba dan terus kucoba, hal yang sama terjadi. Mungkin ponsel juga sudah dikuasi mamanya. karena ini satu-satu cara saya menghubungi Leene.
Karena penasaran dan tak tahan menahan rindu ini, akhirnya kudatangain rumah Leene lagi. Tapi mereka sudah tidak disana. Hanya tertulis kalimat ini di sana.
“DIKONTRAKAN/DIJUAL”.
Entah dibawa kemana Leeneku?
Entah di mana Leeneku sekarang?
Kukepal tanganku, kupukul ketembok hingga darah mengucur dari jari-jariku.
Kularikan motor kearah pantai, kuteriak kuat-kuat di sana. Ingin kutumpahkan rasa kesalku pada laut yang tak bersalah, namun laut tetap hanya bisa diam membisu melihat ulahku.
###
Karena kejadian ini, aku memilih mengurung diri dalam kamar. Aku benci dengan diriku, knapa papaku meninggalkan kami, pada saat saya masih kecil, pergi bersama wanita lain?
Membuat mamaku harus berjuang keras untuk membesarkanku! Padahal papaku cukup terpandang dalam masyarakat. Ini juga yang menjadi alasan wanita brengsek itu.
“Papanya aza begitu, anaknya ngak akan jauh-jauh dari sifatnya.” itulah sindiran yang tak sengaja aku dengar untuk meracuni Leene.
Aku tidak bisa terima kenyataan ini. Terlalu kejam rasanya dunia ini.
Apa ini salahku?
###
“Dengan apa kamu bisa membahagiakan Leene?” tanyanya seakan-akan mencibirku. kata-kata itu terngiang lagi di telingaku.
“Wanita brengsek!” makiku sambil mengepal tinjuku.
Aku benar-benar membenci wanita itu, ingin kubunuh jika aku bertemu dengannya. Biar dia tahu, sakit yang kurasa. Hatiku teriris begitu dalam, luka-lukanya mengangga terlalu besar, sakitnya sudah keakar-akar.
“Seumur hidupku aku membenci wanita brengsek itu. Aku tak akan memaafkannya, tak akan…,” gumanku.
Aku baru sadar setelah mamaku menggedor pintuk amarku seraya memanggilku dengan sangat nyaring. Mamaku, bingung dengan apa yang aku ocehakan sendiri dari dalam kamar.
“Otaknya, sudah benar-benar diracuni oleh uang dan harta.
Ma…bukankah uang dan harta bisa dicari ? ” ujarku yang akhirnya menagis dalam pelukan mamaku. aku sudah tak sanggup menahan rasa sakit ini.
“Sabar!” ujar mamaku sambil menepuk pundakku, lalu dia mebelai kepalaku, memberi penguatan.
###
Sudah tiga tahun berlalu.
Aku juga ngak tahu bagaimana Leeneku. Namun rasa dendam pada mamanya telah mengakar kedalam dagingku.
Ingin rasanya kucuci otakku, sebersih-sebersihnya dari memori ini. Kenanggan-kenangganku bersama Leene selalu aza muncul, baik kuinginkan atau tidak sengaja tiba-tiba terlintas di kepalaku. Kadang malah sampai terbawa kedalam mimpi tidurku.
kulihat Leene menderita seakan-akan tangannya ingin mengapai tanganku. Begitu jauh. Tangannya tak bisa kugapai.
“Leene ada apa denganmu?” tanyaku sambil mengusap mataku.
Rupanya aku bermimpi hal yang sama untuk kesekian kali.
“Knapa aku bermimpi hal yang sama?”
“Apakah Leeneku tidak bahagia?”
Aku tak pernah tahu jawabannya. Tak ada kabar dirinya sama sekali. Anginpun tak pernah mau memberitahuku, bagaimana keadaan leene. Dia benar-benar hilang bagai di telan bumi.
Keputus-asaanku atas sifat mamanya, sempat membuat aku down.
Untung suport mamaku dan seorang sahabat maya, mampu membangun aku, dari mimpi buruk.
“kamu dihina, jangan diam. Buktiin ke mereka, kamu bisa lebih baik!”
“Aku harus bangun. Aku harus mengubah nasibku!” sumpahku.
###
Kuambil beberapa kursus. Dengan semangat dan kutekunan diriku, dalam dua tahun aku sudah bisa berbahasa inggris dan mandarin, walaupun tidak terlalu fasih.
Pengetahuanku tentang komputer sudah lumayan. Kucoba memulai usaha. Kubuka toko yang menjual alat-alat eletronik. Dari usaha kecil-kecillan, terus dan terus berkembang. Nasib baik dan mujur bersama aku.
Toko pertama sukses. Aku buka toko kedua dan seterusnya. Aku sudah bisa mengendarai mobil mewah.Tinggal di rumah megah. Keluar negeri bukan masalah bagiku.
Tapi aku gagal dalam masalah cinta. Hatiku masih sulit untuk mempercayai cinta. kegagalanku di cinta pertama menjadi trauma yang mengerikan bagiku.
Mencari gadis cantik dan menarik bukan hal susah buat aku, dengan posisiku sebagi pengusaha sukses.
Namun, Cintaku sulit berlabuh.
Aku memang bodoh. Cintaku langsung kulabuhkan semua di cinta pertama yang dulunya kuharap juga akan menajdi cinta terakhirku.
Kegagalan cinta pertama, membekukan hatiku.
Satu persatu temanku menawarkan gadis-gadis cantik dan menawan padaku. Tak seorangpun membuat aku tertarik. Kenapa sulit benar untuk mempunyai rasa itu, atau jodohku belum sampai kah?
“Biarlah semua berjalan sesuai rencana yang di atas sana.” jelasku menanggapi desakan-desakan sahabat-sahabat karibku.
###
Lima tahun sudah saya tidak pernah tahu kabar Leene. Aku tak akan menunggunya lagi. Aku sudah lelah! Lelah! memikirkannya.
Kubakar semua surat-surat cinta dari Leene dan foto-foto bersama kami. Selembar…selembar… saya masukin kedalam api yang menyala. Bersama hangusnya kertas dan foto-foto ini, kuberharap cintaku padanya juga ikut terbakar, hangus dan jadi abu. Ikut musnah. Biarlah, dikehidupan akan datang cintaku yang tertunda akan bersambung kembali, kalau memang ada jodoh lagi.
“Cobalah membuka hati untuk orang lain!” perkataan yang sama dilontarkan mama dan teman-teman masa kecilku.
Aku tak berani memberi jawaban apapun untuk mereka. Aku belum siap. Aku selalu dibayangi ketakutan masa lalu.
###
Hari ini, perusahaan baruku diresmikan. Banyak undangan yang hadir. Ada satu undangan yang memiliki daya tarik sendiri buat kedua mataku. Ingin rasanya terus melihatnya. Sekilas gadis itu mirip sekali dengan gaya Leene.
Setelah saya tanya-tanya, ternyata dia adalah salah seorang karyawatiku di kantor pusat.
Rasa penasaran membuaiku terbangke kantor pusat.
Aku jarang ke kantor pusat karena di sana sudah aku tempatkan seorang sahabat karibku untuk menangani semua masalah kantor.
Melihat kedatanganku tiba-tiba di kantor pusat tanpa pemberitahuan dia merasa heran. Tanpa malu-malu, kuceritakan masalahku, karena dia sudah seperti saudara buatku.
Dia malah tertawa mendengar kisahku.
“Manusia aneh kamu!”
Baru lihat sekali,mampu membawamu terbang kesini?”, godanya senyum-senyum sendiri sambil geleng-geleng kepala.
Aku minta bantuan sahabatku ini untuk menyusun pertemuan kami.
Darinya aku tahu bahwa Merry masih sendiri. Aku senang. aku diperkenalkannya dengan Merry. Dari raut muka dan sinar matanya, aku dapat merasa Merry juga menaruh rasa yang sama.
Karena sudah siang saya ajak mereka keluar makan. Dari sini banyak perbincangan terjadi. Aku memberinya kartu namaku dan meminta no ponselnya . Dia tidak keberatan dan menyebutkan no ponselnya yang langsung kurekam di ponselku.
###
kuberanikan menelpon Merry. Sering kukirim mesage-mesage menayakan kabarnya. Lalu aku membranikan mengajaknya keluar.
Saya ajak dia makan ketempat yang romantis, kesebuah restouran di pantai Khenting. Sambil menikmati hidangan malam, terdengar aluanan musik penyanyi dari negei seberang “Siti Nurhalizah”. Sekali-kali, kulirik dia seraya menghirup juice lemon kesukaanku.
“mmm…dia…memang cantik. Sangat cantik.” gumanku dalam hati.
Dia juga memiliki inner beauty. Cara berpikirnya yang dewasa dan wawasannya yang luas banyak membantuku dalam menghadapi masalah kehidupan dan bisnis.
Aku sering berbagi dan sering menceritakan semua kejadian yang kualami sekedar mengeluarkan uneg-unegku berharap mendapat saran darinya. Bahkan tanpa sadar aku pernah menceritakan sekilas masalaluku kepadanya. Aku sangat mempercayainya.
Aku pernah menyatakan cintaku padanya. Dia menolak karena merasa tidak pantas bersamaku, karena perbedaan status.
“Ah,….Kita bagai langit dan bumi, Rian.” jelasnya tersenyum ngentir.
kamu tahu sudah tahu kan tentang masa laluku. Cintaku kandas karena masalah uang dan harta. Tapi aku tidak akan mempermasalahkan 2 hal ini. Uang dan harta serta satus sudah kumiliki.
Yang aku butuh adalah orang yang aku cintai dan mencintaiku, mau menemaniku, menyayangiku dan tidak meninggalkan aku, apapun yang terjadi di dunia ini kecuali kematian.” jelasku serius.
##
Setahun sudah aku jadian dengan Merry. Kuberanikan diri untuk melamarnya. Pesta perkawinan kami rayakan besar-besaran. Banyak media masa meliputi acara pernikahan kami.
Aku dengan bangga membeberkan cinta terakhirku pada semua orang. Memperlihatkan kepada dunia kemolekan dan kepintaran yang dimiliki oleh isriku. Semoga wanita brengsek itu, juga tahu berita ini.
Kuharap wanita brengsek itu, menyesal telah menghinaku. Aku yakin, Leene juga akan membaca beritaku ini. Aku ingin Leene tahu kesetianku padanya sudah berlalu. 5 tahun aku dalam penantian yang sia-sia.
Tapi dalam hatiku, aku tetap berharap Leene juga berada dalam sebuah keluarga yang bahagia, suami yang mencintainya, anak-anak yang manja dan manis-manis menemaninya. Hidup berkecukupan seperti harapan mamanya. Aku tak pernah sanggup untuk membencinya.
Memaafkan memang belum mampu aku lakukan, tapi saya sudah bisa mulai melupakan Leene, karena aku tak ingin dikehidupan rumah tanggaku yang baru, di kehidupan cintaku yang baru, ada serpihan hati yang luka, ada nama orang lain di sana.
Aku sekarang telah menemukan ratu hati yang pantas kucintai dan menerima cinta dengan tulusku. Cintanya mampu membuat dawai hatiku bergema. Aku damai dan nyaman di sampingnya.
Aku akan memberikan seutuhnya cintaku pada Merry, menyayanginya, memberikan dia kebahagian utuh. Itulah,”JANJIKU”.
Taiwan, 9 September 2008
Membuat mamaku harus berjuang keras untuk membesarkanku! Padahal papaku cukup terpandang dalam masyarakat. Ini juga yang menjadi alasan wanita brengsek itu.
Ma…bukankah uang dan harta bisa dicari ? ” ujarku yang akhirnya menagis dalam pelukan mamaku. aku sudah tak sanggup menahan rasa sakit ini.
Saya ajak dia makan ketempat yang romantis, kesebuah restouran di pantai Khenting. Sambil menikmati hidangan malam, terdengar aluanan musik penyanyi dari negei seberang “Siti Nurhalizah”. Sekali-kali, kulirik dia seraya menghirup juice lemon kesukaanku.
11 September 2008 at p09 03.18
Puncak Huasan?? *teringat adu jago di cerita silat Pemanah Rajawali*
Mmm… saya masih ada kok foto mantan, tapi yang rame2. Kalo yang berdua udah disensor sama mancis untuk menghindari hal2 yang diinginkan. hehehe…
11 September 2008 at p09 03.18
@CY
hi..hi.hi..takut juga ya pendekar satu ini.
Puncak Huasan sekarang sabtu minggu ramei orang2 yang kesana…banyak pedagang2 kecil menawarkan makan dan produk yang bahan dasarnya kopi dan teh,banyak cafe2 darii yang sederhana sampai yang berkelas.Jadi ngelantur….kalau kesini aku ajak kesana…hehehehehe
Lembaran foto hanya saksi bisu sebuah kenangan
Yang penting angan dan hati tak disana
Biarkalah jadi cerita untuk anak cucu kita
Sebagai memori yang unik,lucu,menyakitkan dan mengharukan.
12 September 2008 at p09 03.18
Belum pernah putus sampe nangis dan bikin bantal berlumut … Tapi kalau perasaan tidak disetujui ortu? Ah, jangan sampe deh.
Kalau saya sudah putus juga gak perlu bakar-bakar foto, karena memang jarang punya foto mantan
12 September 2008 at p09 03.18
@Bisaku
putus satu lobi seribu ya bro…
12 September 2008 at p09 03.18
@bisaku
wkwkwkwk
Ngak semua laki2 mudah meneteskan air mata,karena seorang laki 2 lebih mampu untuk menahan butiran itu dan dia “mungkin” akan menangis dalam hati….
Sakit cinta memang menyakitkan,apalagi bukan kehendak kita,tapi apa mau dikata,jodoh dan takdir sudah ditentukan.
Bisaku,thank ya…salam hangat persabatan dariku!!!!
12 September 2008 at p09 03.18
QUOTES..
“APA MAU DIKATA,..jodoh dan takdir sudah ditentukan”….
eh jeng.. dalam rangka apa dulu ini,,..maen takdir takdir-an.
saya berharap mba dewi tidak
terjerembab dalam sempit-nya “takdir” yang kita pahami..
sekaligus dapat secercah cahaya,.. kebebasan — luasnya rahmat yg sudah diterima…
BTW,
saya ada sebuah draft posting khusus topik ini — CINTA.. (tunggu ajah)
oh..ya..saya jg pernah putus “cinta” — memang sakit — tapi wkt itu saya blm tau.. belum tau apa ..?
ada deeeeehh…
sahabat mu –,..
http://galeter.wordpress.com
12 September 2008 at p09 03.18
@galeter
Dalam rangka menyambut musim semi hahahahaha
Tenang aja betul kata CY,”Mati satu tumbuh seribu”.
Oke saya tunggu postingan anda.Thanks!Pasti menarik!
“putus cinta” memang menyakitkan…ngak bisa dijelaskan dan diungkapanpin dengan kata2.
Yang berlalu biarlah berlalu,didepan pasti ada yang baru!Cayo!
***Salam Aling***
12 September 2008 at p09 03.18
seru banget ceritanya..
sebenarnya sih emang harus tegar dalam menghadapi sesuatu perkara, jangan pernah putus asa.
Harta bukan suatu ukuran agar seseorang itu bahagia, tetapi saling pengertian, perhatian & saling memahami yang membuat suatu keluarga bisa bahagia…
Intinya jangan pernah putus asa…..!!!!
12 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
Jangan cemas, A ling sudah melahap habis Journey of Souls-nya Michael Newton. Jadi kalo dia bilang “jodoh dan takdir” sudah ditentukan, saya yakin sekali dia tak akan terjerembab, hehehe…
12 September 2008 at p09 03.18
@koko(Handoko)
Thanks sudah mampir dicorat-coretku ini.
Salam kompak ya~!aling
@CY
Ya…waktu baca pertama kali yang penting saya saya tandai saya baca berulang-ulang.
Aduh….thanks banget Ko CY, bukunya tuh.
DiJakarta dan Pontianak saya cari2 di Granmedia sudah habis.Saatu2nya buku setebal 389 halaman saya baca habis,kalau biasanya setebal itu hanya saya lirik-lirik aza.
15 September 2008 at p09 03.18
@CY + Aling…
Journey of Souls-nya Michael Newton !!!!
mmmm….
kalo Journey of Souls-nya -> Pemma Chodron udah jg ??
disana kayaknya “pas” dengan nada aling deh… dari gaya “curhat”nya
waqaqaqaqa….
[Kidding]
kalo boleh menebak ..anda berdua punya hubungan ‘tak~terhingga’ yahh..
kayaknya… ahh tau ahh.. gelap !!!
http://galeter.wordpress.com
15 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
Bukan yg punya Pemma Chodron, itu kurang tepat. Michael Newton yg paling tepat. udah baca??
Hubungan tak terhingga?? Yep, mungkin di reinkarnasi sebelumnya dia juga adikku. Makanya reinkarnasi sekarang masih jadi adik yang paling cocok denganku selain adik kesatu.
15 September 2008 at p09 03.18
Gaya curhat aku gimana sih?(kalau menurut anda gitu?)
Aku sendiri tak mengenal siapa diriku, aduh kayak pujangga aza?
Aku dan ko CY adalah adik beradik.Aku adik yg paling kecil.Hubungan adik beradik yang tulus dan sangat berarti buat aku pribadi…..
Ikatan persahabatan dan persaudaraan lebih indah dari apapun didunia ini,tampa pamrih dan saling peduli!
Sudah paham kan?Mudah2an sudah ya!
~salam persahabatan dariku aling~
16 September 2008 at p09 03.18
@ Dewi
Aku dan ko CY adalah adik beradik….
owww.. ini bagaimana maksut-E..?
seorang adik punya adik ?… Artinya Sodara kandung dong.
adik sedarah-sekandung gitu ..?
*sambl mikir — kakak ber-kakak*
wah .. ra mudheng aku mba ..
TAPI — yah.. gitu deh..
kta sodara-an ajah, Deh.. Lebih baik rasanya yah..?
salam kenal saudar-i
*sodara baru mode ON*
http://galeter.wordpress.com
16 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
Abang beradik maksudnya, maklumlah saya sudah lama di luar, jadi bahasa Indonesianya morat-marit.
16 September 2008 at p09 03.18
Baedweh..
would you talk something about clairvoyance ..?
its nothing to do with me… arent you..? nor …..
http://galeter.wordpress.com
16 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
would you talk something about clairvoyance ..?
clairvoyance =kasat mata, walau kutak paham arti sesungguhnya,ya hanya bisikan dari dalam hati tentang sesuatu…
hihihi…kadang sesuatu yang kita lihat dengan mata belum tentu benar,mungkin harus diikuti kata hati.
its nothing to do with me… arent you..?
apa yang seharusnya saya jawab…mikir2…migren.
Apapun kamu sahabat terbaik saya…oke!
17 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
Hahaha… clairvoyance itu istilah saya. Gw yg sebutin tuh kata, ente nanyanya ke Aling, ya ora mudeng dia nya hehehe…
Busway eh baidwei, masa sekelas ente ga tau arti clairvoyance??
17 September 2008 at p09 03.18
ga koq ..
clairvoyance ke aling ini cuma konfirmasi..
rupanya anda buat sepihak istilah itu Bro ..!!
tanpa sepengetahuan aling..
huh..
salam,
http://galeter.wordpress.com
17 September 2008 at p09 03.18
@Galeter
Hehehe… sebenarnya bukan sepihak, cuman krn saya belum jelaskan apa artinya dia ya ga ngerti, itu kan istilah dunia psychic
**nambah nuansa penasaran**
17 September 2008 at p09 03.18
@CY dan Cy(Galeter)
Aduh ,aku digosip terang-terangan nih!
~kabur ~
18 September 2008 at p09 03.18
@Galeter no 11
Journey of Souls-nya -> Pemma Chodron belum baca tuh?
ada ringkasannya ngak,kirim aza keemailku…(atau mau kirim langsung untuukku? ~bercanda kok~)
Buat tambah2 pengetahuan dan buat perbandingan .
Otakku sudah hampir berkarat hehehehehe
25 September 2008 at p09 03.18
lhoh pada rame sendiri nih ……, aku mau komen mengenai cerpennya aja ……
untuk melupakan cinta pertama emang susaaaaaahh bangget, apalagi bila putusnya bukan karena sebab apapun ….. hanya karena ortu pindah keluar pulau …… dan saat itu belum ada hp… sampai kini masih sering terbawa mimpi, masih menyesali ketidak beranian untuk mencari dia …… saat itu.
ah cerpen-cerpenmu banyak yang menyentuh hati karena sisi-sisi tertentu yang hampir sama dengan kehidupan nyata (ku)…(eh kok jadi melo ya….?), membuka memori lama yang memang tidak ingin kulupakan.
26 September 2008 at p09 03.18
@jakatan
renda rumahku…mau kujadikan tempat ngumpul,tempat bercanda,tempat berbagi,tempat berteduhnya jiwa2 yang galau,topik apa aza oke deh…
….cinta pertama sulit untuk dilupa,walaupun ada cinta baru didalam dada,kenangan dan memori selalu membawa kita terhanyut kesana,cinta pertama adalah kenangan indah dihari muda,dihari tua kita buka-buka sebagai cerita….
Kalau hatinya disentuh…bahaya dong
Sama saya juga suka ingat-ingat memori dan tak pernah berusaha untuk melupakanya…karena aku juga tak mampu untuk membencinya,selalu terbayang jika hati lagi merana,pikiran jadi lari kesana,memuka tirai masa-masa lama,walaupun cinta itu sudah tidak ada….
12 Desember 2008 at p12 03.18
errr…
*
*merasa tidak berhak berkata2 karena ngga punya mantan
Tapi keren~!
x3
Sedikit keluhan *dijitak*
Kadang tanda kutipnya ada yang hilang, jadi bingung dia bicara sampai mana ^^a
Aling :
*wah…hebat..mudahan cinta pertama dan terakhir pada orang yang sama*
Thanks..koreksinya..langsung kupermak hehehehe…