YEHLIU

Yehliu (Cina: 野柳; Pinyin: Yěliǔ) yang lebih dikenal dengan tanjung Yehliu. Tanjung ini membentuk bagian dari Taliao Miocene Formation dan terbentang kira-kira 1.700 meter ke arah laut. Pesisir pantai yang dihias batu sepanjang 700 meter berada di pantai utara Taiwan tepatnya di kota Wanli berada diantara Taipei dan Keelung. Kurang lebih satu jam dari Taipei.

Ini dari beberapa terowongan yang kami lalui saat menuju ke Yehliu. Saya selalu kagum bagaimana manusia bisa berpikir membuat terowongan supaya bisa menerobos badan gunung/bukit sehingga tak perlu memutar.

Akhirnya sampailah kami ke Yehliu. Karena sudah siang dan lapar kita makan dulu.

ini beberapa menu makanan di rumah makan di tepi pantai eah chen (e ah goreng), sen hi bakar (ikan bakar), cu pai (babi goreng), tak lupa pesan mie goreng, nasi goreng dan soup rumput laut

Yehliu adalah sebuah tempat yang unik, cantik dan menarik. Banyak batu-batu aneh yang berada di tepi pantai terbentuk oleh hantaman angin dan kikisan air laut. Kita seakan berada di planet lain. Sebuah tempat yang mengantar kita ke sebuah pemandangan yang luar biasa…berpayung langit biru dan berpemadani lautan luas, sungguh sebuah pesona penuh imaji yang membuatku terpesona. Maka tak heran tempat ini sepanjang tahun menjadi tujuan wisata terkenal dan banyak pengunjungnya.

Dari sini kita memulai perjalanan. Untuk tiket masuk, orang dewasa membayar 50 nts ( +- rp 12.500)

Aneh bukan?

batu yang keras, yang biasa di tempat lain hanya dengan bentuk yang biasa-biasa saja namun di sini berbentuk dan unik-unik. Yang paling terkenal adalah batu yang menyerupai kepala ratu atau The Queen’s Head (女王頭) jika dilihat dari arah yang pas.

Ada juga bentuk-bentuk lain seperti sepatu peri, kebun jamur raksa yang bertubuh agak orange (seperti tanah liat) dan kepala hitam (batu) dan lilin laut .

karena panas kami hanya sebentar di situ..saat itu suhu 37 derajat celcius. Beberapa foto lain…


satu hati direndam rindu

nyanyian anak-anak kampung semarak berbagi cahaya purnama

memanggul kenangan di bahu

dari seberang lautan menebalkan warna masa lalu yang tersisa

perayaan musim gugur hampir datang

kaki masih saja jauh dari rumah

bermabok kenangan membawa angan pulang

tatkala terjaga segala hanya rajutan mimpi dan mata membasah

daun jatuh satu-satu

menghias permukaan waktu yang melaju

jika raga bisa berkekuatan seribu

tak kubiarkan akar rindu mengikat takdirku?

Taiwan, 19 Agustus 2011

Salah satu makna persahabatan di dunia maya (Facebook), saling berbagi dan menolong :

Saya tahu di perut saya ada kista, saat saya check up kehamilan anak ke dua, sekitar 5 tahun lalu. Namun ia menghilang saat janin membesar. Setelah melahirkan kista kembali tumbuh. Ternyata kisa bisa mengecil, bisa juga membesar lagi.

Namun tanggal 2 April 2011 kistaku sudah lebih cepat pertumbuhannya. 4.5 cm. setelah cek darah, agak hilang tegangku karena zat di dalam kistaku tak berbahaya. Dokter cuma bilang jika pecah akan sangat sakit. kistaku menempel di dinding rahim. aku jarang merasakan sakit sampai akhirnya aku sering merasa capek dan mens pada bulan Maret tidak teratur. satu bulan saya datang bulan 2 kali dengan jumlah darah dan hari yang lebih banyak dari biasa. Dokter tak memberikanku obat namun memintaku datang lagi bulan depan. jika membesar dokter menganjurkanku untuk operasi.

aku konsultasi dengan beberapa teman, bahkan pernah aku jadikan status facebook, berharap dapat info. kata teman-teman seperti Reti…ngak apa-apa dia juga ada, asal kita mau pantang makanan goreng-gorengan. Ada juga teman yang bilang kurangin makan seafood dan sebagainya. Banyak inbok-inbok masuk. Ada yang menyarankanku mengunakan kunyit putih, ada juga yang bilang coba pakai obat herbal. teman yang lain menganjurkanku mengunakan E-Pro. ia menyebut E-Pro…namun saya tidak tahu apa itu. Maka cobalah aku cari info di Goole…aku temukan web ini http://brilianet.co.id/produk.asp dan membaca keterangan di sana.

Tanggal 16 April, dua botol e-pro dari Indonesia tiba di Taiwan. Beserta kunyit putih yang sekalian aku minta tolong cariin karena aku berdomisili di Taiwan dan tak bisa menemukan kunyit putih dan E-pro di sini. namun temanku menganjurkanku untuk mencoba salah satu dulu supaya tahu mana yang berkhasiat. Maka aku coba E-pro dulu karena aku tahu dari temanku Yoest, setahunya kalau kunyit putih lebih lambat penyembuhannya apalagi jika sudah cukup besar kistanya. Cara penggunaan E-Pro : 3-5 tetes dicampur dengan 100 ml air. Namun karena kistaku agak besar maka aku dianjurkan untuk mengunakan 10 tetes+ 100 ml air. sehari minum 3 kali. Aromanya memang ngak enak. awalnya saya hampir muntah. Namun saya kemudian selalu tutup hidung untuk bisa meminumnya. E-pro terbuat dari 96% tumbuh-tumbuhan buah2an tropis, vco dan madu. manfaat utamanya adalah sebagai antibiotik alami dan memaksimalkan fungsi pencernaan. Namun menurut temanku juga bisa diminum orang yang sehat. jadi E-pro bukan hanya untuk orang yang ada kista. Aku yang suka penasaran, saat ada jerawat tumbuh di mukaku…kucoba poles E-Pro. Ternyata besok paginya mengecil. jadi kesimpulanku, E-pro memang berfungsi mengobati radang dan menyembuhkan infeksi. aku minum teratur. sampai tanggal 13 mei saya kembali check up. wah…ngak percaya…saat dokter bilang, “hao siau sit” (kabar gembira)… Dio, me you lek (kista sudah ngak ada) bahasa mandarinnya dengan logat cina kental(dokter kandunganku berasal dari negeri cina). mandarin Taiwan dan mandari Cina ada sedikit perbedaan dialeknya. dia pun menunjukkan-hasil check up yang ada di layar komputer.” kista sudah tidak ada.” ulangnya. “ini ada sedikit bercak-bercak, tapi bukan kista. namun karena kamu barus habis haid dan belum terlalu bersih.

ini ada tanda x dan garis putus-putus…di situ sebelumnya kistaku.

Kistaku benar-benar hilang. Dan temanku bilang tetap meminumnya. karena saya baru minum satu botol. Ini adalah satu keindahan di dunia maya. saling berbagi info, saling menolong. Makasih Ko freddy E-pronya. makasih Yoest buat info kunyit putihnya. Makasih mas Erry yang memintaku singgah jika aku pulang dan kistaku belum baik. Semua kebaikan kalian akan selalu kuingat.

*catatan ini kubuat karena ada banyak orang menginbokku di Facebook. semoga bermanfaat dan semua senantiasa sehat.

KAU DAN HUJAN

/1/ HUJAN RINDU

sisa hujan semalam

mengenangi jalan

namun kerinduanku padamu tak pernah tenggelam

ia abadi sepanjang kenangan

/2/ BAHASA HATI

selalu kuingat hadirmu

saat hujan menguyuri tubuhku

dengan bahasa hati

kau hangatkan kembali jiwaku yang kuyup

/3/ SAKSI SEBUAH PERTEMUAN

aku senang hujan

mengingatkan sebuah pertemuan

saat air mata berguguran

awal kita bejumpa direkat takdir kehidupan

/4/ KAU DAN HUJAN

kau laksana hujan

menyembunyikan airmataku

supaya tak terlihat orang

di dadamu

haru ku tumpah ruah

/5/ RAHASIA

rahasiamu

senilai hidupku

janjiku padamu

saat untuk kesekian kali

kau menemani

aku menerobos hujan kenyataan

Taiwan, 6 April 2011

(lagi…)

TIRAI GERIMIS

/1/ JODOH LAKSANA SEHELAI KERTAS

Kita punya cinta

dengan rindu selebat daun mulberi

namun takdirnya di garis tangan tipis

kehidupan pun tak sanggup menyatukan dua hati

/2/ MEMETIK KENANGAN

berpayung langit

melewati tirai gerimis

pada tubuh bumi

kita petik ranum buah kenangan

(lagi…)

KEKASIHKU

telah kuteguk keringat asin

dari persetubuhan langit dan musim

hanya dengan tetes kasih sayangmu

dahaga hatiku lepas

Taiwan, 11 Maret 2011

(lagi…)

KEMISKINAN MERETAS JIWA KITA

Di sebuah sudut ruang yang hening . AKu pejamkan mata. Aku menjadi enggan melihat malam yang sebentar lagi datang. Yang melambangkan perpisahan… Ya perpisahan. Untuk kesekian kali, aku sedang menyiapkan sebuah perpisahan di tengah riuh nyanyian jangkrik dan kepik.

“Ah!Kebersamaan terlalu mahal dan enggan kugenggam! ” ceracaunya memecah malam.

Hanya tinggal sebentar, ketika jarum jam mengantar terang, maka jurang akan memisahkan kami, kebersamaan pecah dengan perempuan yang kupanggil anak.

Deru burung besi, akan mengantarnya ke dunia mimpi. Membelah lautan. Menerjang tantangan. Untuk menyemai biji-biji harapan, berharap kelak menuai buah kesuksesan.

(lagi…)


PEREMPUAN BERAROMA SENJA

Saat mentari hampir terbenam, ia selalu datang ke pantai itu bercumbu dengan kenangan. Ia, perempuan beraroma senja dengan wangi laut. Perempuan dengan rambut terurai panjang diterpa angin musim. Bibir merah merekah selalu tersenyum sendu. Mata sayunya tajam menembus kejauhan. Tubuh langsing berkulit halus berbalutkan gaun pantai berwarna merah, semerah semburat mentari jingga. “Apakah kau menanti seseorang?“ Pernah aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Aku menanti ombak kembali padaku.“jawabnya waktu itu.

Bagaimana mungkin kau menanti ombak? “Bukankah ada ombak dihadapanmu?“

(lagi…)

*IMLEK

gema petasan

semakin menabuh riuh rindu

di dada anak-anak perantau

yang hati dan raganya serasa terbelah

mengingat rumah

untuk kesekian kali

hanya bisa dengam mata terpejam

mengingat kembali

suasana hangat masa kecil

dengan rasa tanpa beban menikmati imlek

berdoa; berharap bahagia di jiwa ini senantiasa melek

**UCAPAN DAN DOA

meski kita berbeda agama

tak pernah bersua

ucapan dan doa tetap merah menyala

kini doa yang terkirim untukku

kubagi rata untuk semua

semoga di tahun kelinci

kesuksesan kian tinggi

kebahagian menghiasi

terlebih persahabatan dan persaudaraan

kian erat terpatri

di hati

***AROMA HIO

aroma hio mewangi semesta

meliuk-liuk ke udara

memenuhi kampungku

bersyukur kepada dewa

untuk tahun yang lalu

dan meminta perlindungan di tahun baru

Baojhong, 3 februari 2011

(lagi…)


KEHADIRAN

cuaca tak menentu
namun kehadiranmu
senantiasa menguatkanku

tak peduli siang, tak peduli malam
ada banyak kisah, dengan hati dan rasa yang kita rangkai dan rekam
semoga selamanya tak lagi kukenal cerita sedih yang hitam

Baojhong, 26 01 2011

PINTU AKHIR

aku masih berdiri di sini
mencari
dan menyusun bekal untuk nanti
samar kutahu
jauh di ujung sana, ada Kau menungguku

mengayuh waktu
memahat jejak diri
disetiap langkahku
hingga kelak sampai masuk ke pintu akhir
:berharap dekapMulah yang kutuju

Baojhong, 21 Januari 2011

(lagi…)

Sebagai orang yang menikah ke Taiwan, banyak cela yang kuterima. Julukan dan juga cibiran yang bermacam-macam.

Pengatin pesanan. Salah satu sebutan yang menurut orang-orang lebih sopan. Namun tetap seperti silet yang mengiris kulitku.

Tapi tak mengapa?

ketika aku memilih untuk menikah denga lelaki asing, aku yakin Tuhan juga yang menuntunku. Adalah sebuah garis kehidupan yang lewat keadaan dan waktu yang mengantarku sampai di sini.

Bisakah kuelak?

Ternyata memang tidak.

(lagi…)

malam yang kelam bertanya kepada cakrawala, kepada gelap, kepada dunia

dan siang yang terang diamdiam mencari jawaban

di kesibukan, di keramaian bahkan di sudutsudut kebisingan

siapa si mata teduh yang mampu membuat rasaku bahagia tak berkesudahan?

hingga mengantar puisipuisiku mengalir ke muara jiwajiwa di sebuah kehidupan

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.